- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
KemenKopUKM Tingkatkan Kapasitas Usaha Mikro Petani di Kabupaten Humbang Hasundutan

MEGAPOLITANPOS.COM,Humbang Hasundutan, Sumut - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) melalui Deputi Usaha Mikro, menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha mikro produk olahan durian melalui pelatihan vokasi di sektor pertanian/perkebunan bagi penerima manfaat reforma agraria dan perhutanan sosial di Kabupaten Humbang Hasundutan agar taraf ekonomi petani semakin baik.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tentang Perencanaan Terpadu Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial. Dalam hal ini, KemenKopUKM diberikan mandat untuk mengambil peran dalam memberikan pelatihan dan pengembangan SDM para pelaku usaha di sektor pertanian/perkebunan.
Kabupaten Humbang Hasundutan sendiri terpilih, karena sebelumnya pada Februari 2022 kabupaten itu menerima SK Perhutanan Sosial dari Presiden Joko Widodo.
Baca Lainnya :
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Warung Tiwul hingga Sate Taichan Ludes, UMKM Rasakan Manfaat Kumpul Bersama Rakyat
- Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
Ketua Gabungan Kelompok Kabupaten Tani Humbang Hasundutan Salmon Sihotang mengatakan, pihaknya yakin dapat menjadi agen perubahan dalam memberikan nilai tambah hasil produk olahan durian.
"InshaAlloh saya yakin, kami bisa menjadi agen perubahan. Sebab baru pertama kali, kami mendapat pelatihan seperti ini," kata Salmon Sihotang di Kabupaten Humbang Hasundutan, Kecamatan Tara Bintang, Sabtu (08/7).
Salmon Sihotang menceritakan, selama ini ia bersama komunitasnya mengalami kendala karena belum mendapat pelatihan dan pendidikan di lapangan, terlebih tanaman yang mereka tanam selama ini seperti karet belum memberikan nilai ekonomi yang cukup baik.
"Dengan harga karet yang seringkali anjlok, kami berharap komoditas durian beserta produk olahannya dapat membantu perekonomian kami, para petani," ujar Salmon Sihotang.
CEO Go Green Go Organic Edi Santoso, yang turut hadir menjadi narasumber menambahkan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kecamatan Tara Bintang, memiliki potensi yang besar dan baik untuk dikembangkan.
"Dengan potensi yang ada, kami yakin dapat wilayah ini mampu menumbuhkan pendapatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun dengan catatan tetap harus dikonservasi dan dijaga ekosistemnya," kata Edi Santoso.
Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Kabupaten Humbang Hasundutan Nurliza E Pasaribu mengungkapkan, Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan daerah yang bercorak agraris.
"Sektor pertanian menjadi pendukung terbesar sumber perekonomian masyarakat, karena hampir 90 persen masyarakatnya adalah petani," ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki potensi perkebunan yang dapat dikembangkan seperti kopi arabika, karet, kakao, hingga durian.
"Sebagai implementasi arahan Bapak Presiden terkait intregasi pemberdayaan masyarakat di lokasi perhutanan sosial, kami berharap dengan adanya pelatihan pengembangan kapasitas usaha mikro di sektor pertanian/perkebunan ini akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan membuka lapangan kerja," katanya.
Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM Yulius secara virtual menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para petani.
"Tujuan kami adalah memberikan nilai tambah pada produk yang berasal dari olahan buah durian sehingga memberikan peluang wirausaha dan peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah ini," ujar Yulius.
Ia juga menambahkan pihaknya bekerja sama dengan Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kementerian Pertanian (Kementan). Dalam hal ini Kementan memberikan 1.000 bibit pohon durian melalui UPTD Benih Induk Hortikultura Gedung Johor - Medan.
"Untuk menyukseskan amanat Perpres Nomor 28 Tahun 2023 tentang Perencanaan Terpadu Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial, kami tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, harus bekerja sama dengan berbagai pihak," katanya.(Reporter Achmad Sholeh)




.jpg)
.jpg)











