- PRSI Ucapkan Selamat Nyepi, Perkuat Komitmen Program Robotika untuk Negeri
- Pastikan Kesiapan Lebaran, Bupati Barito Utara Cek Tiga Pos Strategis
- Politisi Nasdem, Hj Nety Herawati Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan
- Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada 21 Maret
- Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret
- Kemenhub Berangkatkan 303 Peserta Mudik Gratis Lebaran 2026 Ramah Anak dan Disabilitas Moda Kereta Api
- Legislator DPR RI Ateng Sutisna Hadirkan Posko Mudik Gratis di Pantura Subang - Pamanukan
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
- DI Pasar, Babinsa Cek Stabilitas Harga Sembako Jelang Lebaran
- Sambut Tahun Baru Saka 1948, Umat Hindu Tempek Kelapadua Depok Gelar Persembahyangan
KemenKopUKM Tingkatkan Kapasitas Usaha Mikro Petani di Kabupaten Humbang Hasundutan

MEGAPOLITANPOS.COM,Humbang Hasundutan, Sumut - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) melalui Deputi Usaha Mikro, menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha mikro produk olahan durian melalui pelatihan vokasi di sektor pertanian/perkebunan bagi penerima manfaat reforma agraria dan perhutanan sosial di Kabupaten Humbang Hasundutan agar taraf ekonomi petani semakin baik.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tentang Perencanaan Terpadu Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial. Dalam hal ini, KemenKopUKM diberikan mandat untuk mengambil peran dalam memberikan pelatihan dan pengembangan SDM para pelaku usaha di sektor pertanian/perkebunan.
Kabupaten Humbang Hasundutan sendiri terpilih, karena sebelumnya pada Februari 2022 kabupaten itu menerima SK Perhutanan Sosial dari Presiden Joko Widodo.
Baca Lainnya :
- Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
Ketua Gabungan Kelompok Kabupaten Tani Humbang Hasundutan Salmon Sihotang mengatakan, pihaknya yakin dapat menjadi agen perubahan dalam memberikan nilai tambah hasil produk olahan durian.
"InshaAlloh saya yakin, kami bisa menjadi agen perubahan. Sebab baru pertama kali, kami mendapat pelatihan seperti ini," kata Salmon Sihotang di Kabupaten Humbang Hasundutan, Kecamatan Tara Bintang, Sabtu (08/7).
Salmon Sihotang menceritakan, selama ini ia bersama komunitasnya mengalami kendala karena belum mendapat pelatihan dan pendidikan di lapangan, terlebih tanaman yang mereka tanam selama ini seperti karet belum memberikan nilai ekonomi yang cukup baik.
"Dengan harga karet yang seringkali anjlok, kami berharap komoditas durian beserta produk olahannya dapat membantu perekonomian kami, para petani," ujar Salmon Sihotang.
CEO Go Green Go Organic Edi Santoso, yang turut hadir menjadi narasumber menambahkan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kecamatan Tara Bintang, memiliki potensi yang besar dan baik untuk dikembangkan.
"Dengan potensi yang ada, kami yakin dapat wilayah ini mampu menumbuhkan pendapatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun dengan catatan tetap harus dikonservasi dan dijaga ekosistemnya," kata Edi Santoso.
Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Kabupaten Humbang Hasundutan Nurliza E Pasaribu mengungkapkan, Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan daerah yang bercorak agraris.
"Sektor pertanian menjadi pendukung terbesar sumber perekonomian masyarakat, karena hampir 90 persen masyarakatnya adalah petani," ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki potensi perkebunan yang dapat dikembangkan seperti kopi arabika, karet, kakao, hingga durian.
"Sebagai implementasi arahan Bapak Presiden terkait intregasi pemberdayaan masyarakat di lokasi perhutanan sosial, kami berharap dengan adanya pelatihan pengembangan kapasitas usaha mikro di sektor pertanian/perkebunan ini akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan membuka lapangan kerja," katanya.
Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM Yulius secara virtual menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para petani.
"Tujuan kami adalah memberikan nilai tambah pada produk yang berasal dari olahan buah durian sehingga memberikan peluang wirausaha dan peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah ini," ujar Yulius.
Ia juga menambahkan pihaknya bekerja sama dengan Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kementerian Pertanian (Kementan). Dalam hal ini Kementan memberikan 1.000 bibit pohon durian melalui UPTD Benih Induk Hortikultura Gedung Johor - Medan.
"Untuk menyukseskan amanat Perpres Nomor 28 Tahun 2023 tentang Perencanaan Terpadu Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial, kami tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, harus bekerja sama dengan berbagai pihak," katanya.(Reporter Achmad Sholeh)

















