- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
KemenKopUKM Sebut Lembaga Apex Jadi Wujud Kemandirian Koperasi Simpan Pinjam

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) Ahmad Zabadi
Megapolitanpos.com, Jakarta – Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) Ahmad Zabadi menegaskan, hadirnya lembaga apex pada RUU Perkoperasian merupakan wujud kemandirian koperasi simpan pinjam (KSP) dan koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah (KSPPS) dalam menjalankan usahanya.
“Apex menjadi salah satu komponen penting yang ditegaskan atau diberikan afirmasi dalam RUU Perkoperasian, yang diharapkan dapat memperkuat likuiditas, penyediaan pembiayaan, dukungan teknis, monitoring dan supervisi kepada koperasi penyelengara fungsi Apex dan anggotanya,” kata Deputi Bidang Perkoperasian KemenKopUKM Ahmad Zabadi pada Seri Webinar Dalam Rangka Peringatan Hari Koperasi ke-76 dengan tema “Apex Koperasi Sebagai Pilar Ekosistem Usaha Simpan Pinjam” secara virtual, Selasa (04/7).
Zabadi menambahkan, bahwa fungsi apex yang diperankan oleh koperasi sekunder tidak semata-mata hanya untuk menjaga likuiditas bagi koperasi dan anggotanya. Tetapi, di dalam RUU Perkoperasian, apex juga memiliki peran yang lebih luas, yakni melakukan mitigasi terhadap permasalahan yang terjadi di koperasi primer anggotanya.
Baca Lainnya :
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Warung Tiwul hingga Sate Taichan Ludes, UMKM Rasakan Manfaat Kumpul Bersama Rakyat
- Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
“Dengan adanya apex kita betul-betul ingin mewujudkan tata kelola koperasi yang baik dan sehat, serta bisa menolong dirinya sendiri. Kerja sama antar anggota dan koperasi menjadi bagian penting untuk koperasi kita ke depan, mandiri, dan kokoh dalam menghadapi dinamika ke depan,” kata Zabadi.
Ia juga meyakini dengan hadirnya Apex, koperasi dalam RUU Perkoperasian, wajah koperasi khususnya simpan pinjam di Indonesia akan berubah menjadi lebih baik di tahun yang akan datang.
“Harapannya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap koperasi tinggi dan menjadi pilihan rasional bagi masyarakat,” ujar Zabadi.
Pada kesempatan yang sama, Akademisi Program Magister Manajemen Universitas Bakrie Suwandi mengatakan, tujuan adanya apex pada koperasi ialah untuk menjalin kerja sama antar koperasi dengan prinsip penguatan permodalan koperasi dan peningkatan pelayanan prima kepada anggota.
“Tujuan lainya adalah kepastian tersedianya dana untuk pemenuhan kebutuhan dana likuiditas akibat mismatch atau persoalan lainnya. Juga dalam hal untuk mendayagunakan dana kelebihan likuiditas yang ada pada satu atau beberapa koperasi anggota apex agar dapat dikelola lebih optimal untuk memanfaatkan anggota atau koperasi itu sendiri,” kata Suwandi.
Pemerhati koperasi Prof. Dr. Ahmad Subagyo selaku narasumber juga menambahkan, terdapat fungsi primer dan sekunder pada apex koperasi yang bertujuan untuk pengembangan operasional koperasi.
“Fungsi primer apex koperasi adalah mitigasi risiko likuiditas yang akan memberikan pinjaman jangka pendek kepada para anggotanya ketika mengalami kesulitan likuiditas, sedangkan fungsi sekundernya adalah sebagai fungsi bantuan permodalan, bantuan pengembangan kapasitas, dan bantuan teknis. Dalam prakteknya fungsi sekunder inilah yang akan menjadi revenue stream (sumber pendapatan) bagi apex dalam menjalankan fungsi utamanya secara berkesinambungan,” kata Ahmad Subagyo.(Reporter Achmad Sholeh sumiukm2@gmail.com)




.jpg)
.jpg)











