- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
- Tokoh Masyarakat Lahei Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dalam Persoalan Jalan Hauling
- Dandim 0510/Tigaraksa Dukung Ketahanan Pangan, Panen Padi Sawah dan Pemberian Bantuan Sarana Pertanian
- Kemenag Kabupaten Tangerang Berikan Pembinaan Guru PAI, Untuk Menbangun Ekosistem Pendidikan Kuat.
- Wamen Ossy Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan.
- Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria.
- Koramil 04/Cikupa Ngaji Bareng Dan Bagikan Sembako Dengan MUI Kec Cikupa.
- Tingkatkan Keamanan Melalui Patroli Malam, Babinsa Ajak Warga Peduli Lingkungan.
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
Kemenkop Ajak Aliansi Koperasi Internasional Kolaborasi Perkuat Ketahanan Pangan

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kementerian Koperasi (Kemenkop) siap membuka peluang kemitraan kolaboratif atas dukungan dari berbagai organisasi koperasi internasional, untuk memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari mengatakan, pengembangan Kopdes Merah Putih mendapat dukungan positif yang besar, terutama melalui rencana kerja sama resmi dengan ICA.
Apresiasi dan dukungan datang dari berbagai organisasi koperasi internasional, seperti International Cooperative Alliance (ICA) atau Aliansi Koperasi Internasional, ASEAN Cooperative Alliance, Cooperative Development Foundation, dan Desjardin Cooperative Bank Canada.
Baca Lainnya :
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor IKOPIN University
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
“Potensi besar kolaborasi tersebut, untuk mempercepat operasionalisasi Kopdes Merah Putih ke depan,” katanya dalam International Seminar bertajuk ‘Building Food Security and Leveraging the Sustainability of the Merah Putih Village/Sub-District Cooperative Development in Indonesia,’ di Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Menurut Destry, ICA sudah memahami berbagai kasus dan tantangan yang dihadapi Kopdes Merah Putih selama ini. Dengan adanya Memorandum of Understanding (MoU) ke depan dengan ICA, diharapkan keanggotaan koperasi akan kembali aktif dan sinergi antar koperasi dapat terbangun lebih kuat.
“Dukungan dari ICA akan melengkapi pengembangan skema bisnis yang ada, termasuk penyediaan tools yang sudah teruji di berbagai negara, namun disesuaikan dengan kondisi di Indonesia,” ujarnya.
Ditegaskannya, salah satu fokus utama pengembangan Kopdes Merah Putih adalah pemenuhan captive market yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan produksi dan pasar secara seimbang.
Hal ini diyakini dapat mempercepat proses bisnis, terutama dalam mengonsolidasikan kebutuhan pertanian yang selama ini belum terkelola secara optimal. “Kopdes Merah Putih juga akan berperan dalam memenuhi kebutuhan desa dan sekitarnya, serta mendukung berbagai program sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial lainnya,” tegas Destry.
Destry menambahkan, Kopdes Merah Putih tengah mempersiapkan diri sebagai pengelola program-program tersebut. Maka, potensi untuk memenuhi kebutuhan lokal sangat besar dan membuka peluang ekspor di masa depan, didukung dengan jaringan dan akses pembelajaran yang akan dipertajam melalui MoU.
The International Year of Cooperatives (IYC) 2025 sendiri, sambung Destry, menjadi momentum penting bagi seluruh dunia, untuk menegaskan kembali peran koperasi dalam menghadapi tantangan global seperti ketahanan pangan, tekanan iklim, ketimpangan sosial, dan masa depan ekonomi pedesaan.
Ditegaskan Destry, Indonesia merespons tantangan tersebut melalui pengembangan Kopdes Merah Putih, sebuah inisiatif nasional yang bukan sekadar program biasa, melainkan platform transformasi ekonomi yang berbasis partisipasi masyarakat, tata kelola digital, serta kelembagaan lokal yang tangguh.
“Kopdes Merah Putih diharapkan dapat memperkuat rantai pasok pertanian, memperluas akses terhadap kebutuhan pokok, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian global,” tegasnya.
Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Kemenkop memprioritaskan pengembangan talenta. Lebih dari 8.000 fasilitator business assistant dan 1.104 project management officer telah ditempatkan di seluruh Indonesia untuk membimbing koperasi dalam menjalankan operasional sehari-hari.
“Pendekatan pembelajaran secara praktik (learning-by-doing) diterapkan, guna memastikan kompetensi teknis dan kesiapan manajerial,” katanya.
Selain itu, kemitraan magang antara Kopdes Merah Putih dengan koperasi yang sudah mapan juga didorong untuk mempercepat proses pembelajaran kelembagaan, memungkinkan koperasi baru mengamati, mengalami, dan mengadaptasi praktik bisnis yang sukses.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)


1.jpg)

.jpg)








