- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern

Keterangan Gambar : 10 Produk Pangan Terbaik Raih UKM Pangan Award 2026
MEGAPOLITANPOS.COM, Tangerang– Menteri Perdagangan Budi Santoso menyerahkan UKM Pangan Award 2026 kepada 10 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan dalam pembukaan Pangan Nusa Expo 2026 di Hall 1 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026).
Penghargaan ini menjadi salah satu upaya Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk meningkatkan daya saing produk pangan lokal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk ke jaringan ritel modern.
Budi Santoso yang akrab disapa Mendag Busan mengatakan, Kemendag bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) untuk mendorong produk pangan pemenang UKM Pangan Award 2026 agar dapat dipasarkan di ritel modern.
Baca Lainnya :
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor IKOPIN University
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
“Upaya ini ditempuh untuk semakin memperluas jangkauan produk pangan lokal ke masyarakat,” ujar Budi Santoso.
Menurutnya, kualitas dan kebersihan produk menjadi persyaratan utama bagi UMKM pangan yang ingin menembus pasar ritel modern. Melalui ajang ini, pelaku usaha berkesempatan menunjukkan kualitas, inovasi, serta daya saing produknya.
Diikuti 917 UMKM dari 33 Provinsi
UKM Pangan Award 2026 diikuti 917 pelaku UMKM dari 33 provinsi. Setelah melalui tahapan seleksi administrasi dan penilaian, sebanyak 318 produk dinyatakan lolos penyaringan awal.
Penilaian berikutnya mencakup jangkauan pemasaran, sarana promosi, komitmen terhadap mutu dan keamanan pangan, serta kapasitas keuangan. Dari proses tersebut, terpilih 40 produk pangan dari 35 UMKM sebagai finalis.
Pada tahap akhir, tiga juri dari bidang desain produk dan kemasan, profesional kuliner, serta pemerhati pangan melakukan penilaian terhadap desain dan fungsi kemasan, cita rasa, orisinalitas, serta nilai tambah produk.
Hasilnya, 10 produk pangan UMKM ditetapkan sebagai pemenang dalam lima kategori penghargaan.
Para pemenang berasal dari tujuh provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Sumatra Utara, dan Papua.
Produk yang bersaing menunjukkan keragaman inovasi pangan Nusantara. Di antaranya kombucha jeruk lemon dari Jayapura, sambal baby cumi andaliman dari Medan, mi instan berbahan pati sagu bebas gluten dari Jakarta Utara, serta kukis granola berbahan 100 persen tepung pisang dari Sleman.
Sementara itu, nilai tertinggi diraih Fisnack Keripik Kulit Ikan Patin dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Produk tersebut memperoleh nilai 91,4 pada kategori Produk Khusus.
Pemenang Difasilitasi Bertemu Buyer
Kemendag juga memfasilitasi para pemenang untuk tampil sebagai peserta pameran di Pangan Nusa Expo 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City.
Pameran tersebut digelar bersamaan dengan Trade Expo Indonesia ke-41 di lokasi yang sama. Kesempatan ini diharapkan dapat mempertemukan pelaku UMKM dengan peritel modern nasional dan pembeli dari luar negeri.
Kemendag menilai akses pasar menjadi faktor penting agar produk UMKM tidak hanya mampu bersaing dalam ajang penghargaan, tetapi juga berkembang menjadi produk yang memiliki jangkauan pemasaran lebih luas.
Keberhasilan peserta pada periode sebelumnya menjadi salah satu contoh peluang tersebut. Alexa Kukies telah masuk ke jaringan Ranch Market, sedangkan Sambal Mamani dipasarkan di Superindo, Hero, dan Alfamidi.
Selain membuka peluang pasar, program UKM Pangan Award juga memberikan kesempatan kepada produk terpilih untuk memperoleh dukungan pembinaan dan sarana produksi dari sponsor.
Pelaku UMKM Daerah Bangga Produk Diakui Nasional
Kebanggaan dirasakan Dian Lestari, pemilik CV Gemilang Pratama yang memproduksi Kombucha RUMA dari Jayapura, Papua. Ia menilai penghargaan tersebut menjadi pengakuan penting bagi pelaku usaha lokal yang berupaya mengangkat potensi daerah.
“Perasaan saya hari ini campur aduk, bahagia dan haru. Produk kami yang skala lokal bisa dihargai hingga ke tingkat nasional,” kata Dian.
Menurutnya, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa produk lokal yang mengangkat kearifan daerah memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengakuan dan bersaing dengan jenama dari berbagai wilayah Indonesia.
UKM Pangan Award merupakan program kurasi tahunan Kemendag untuk mengapresiasi UMKM pangan dalam negeri. Melalui program ini, pemerintah mendorong produk pangan olahan unggulan agar mampu memperluas pemasaran dan meningkatkan daya saing di pasar nasional maupun internasional.
Pelaksanaan UKM Pangan Award 2026 didukung Bank Rakyat Indonesia, Danone Indonesia, Zeppelin, serta Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).(AS/MP).

.jpg)







.jpg)





