- Tak Pakai Helm hingga Lawan Arus? Kini Langsung Tertangkap ETLE Handheld di Kota Tangerang
- Kejati Banten Diduga Lamban Tangani Lapdu LSM Barata
- Baznas Kabupaten Blitar Hadir Dengan Konsep Nyata Bedah Kesenjangan Sosial dan Ekonomi
- DPRD Kota Tangerang Desak RDF Dibangun di Tiap Kecamatan, Sampah Rawa Kucing Bisa Berkurang Drastis
- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
- Komite Lintas Agama Gelar Halal Bihalal di Jakarta Barat, Perkuat Toleransi dan Persatuan Bangsa
- Jelang May Day 2026, Bupati Majalengka Kumpulkan Serikat Buruh : Janji Serap Tenaga Kerja hingga Jaga Kondusivitas Investasi
- Kapolres Majalengka Tegaskan Pengamanan Humanis May Day 2026 : Aspirasi Buruh Dijamin, Ketertiban Jadi Prioritas
- Heboh! Warga Temukan Mayat Mengambang di Sungai, Polisi Pastikan Bukan Pembunuhan
- Menteri UMKM Lantik Sekretaris Kementerian dan Deputi Kewirausahaan
Keluarga Minta Keadilan di Kasus Kematian Drs. Bismi Syamaun Penuh Tanda Tanya

Keterangan Gambar : Kekeluarga korban saat mendatangi Polres Kota Banda Aceh
MEGAPOLITANPOS.COM, Banda Aceh, Oktober 2025 – Kasus kematian tokoh dakwah Aceh, Drs. Bismi Syama’un, memasuki babak baru setelah lebih dari sebulan tanpa kepastian. Sosok yang dikenal sebagai Wakil Ketua Dewan Dakwah Aceh sekaligus Ketua Yayasan Ar-Rabwah An-Najiyah itu meninggal dunia pada 23 Agustus 2025 akibat kecelakaan tabrak lari di depan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.
Pada 26 September 2025, Satlantas Polresta Banda Aceh resmi mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kepada pihak keluarga korban. Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa pelaku tabrak lari telah berhasil ditangkap dan tengah menunggu proses gelar perkara.
Pelaku Akhirnya Tertangkap
Baca Lainnya :
- Musrenbang Majalengka RKPD 2027 Serap 2.164 Usulan, Infrastruktur - Ekonomi Jadi Prioritas, Kemiskinan Turun
- Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani, Dinilai Provokatif dan Picu Perpecahan
- Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak
- Begini Cara Masyarakat Memastikan Petugas Ukur Tanah yang Datang Merupakan Petugas Resmi BPN
- Dewan Adat BAMUS Betawi Gaungkan Persatuan Bangsa Lewat Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan
Pelaku diketahui bernama Irhamni (39), warga Meunasah Ara, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Dalam pertemuan dengan pihak keluarga dan kuasa hukum, Ibu Roilaijah, S.H., M.H., dari Intellectual Law Officer, pelaku tampak lesu dan mengaku tidak menyangka akan ditahan, terlebih karena sang istri baru melahirkan.
Menurut pengakuannya, ia melarikan diri dengan kecepatan tinggi setelah menabrak korban. IPDA Ardi Kurniawan Damanik, S.H., Kepala Satlantas Polresta Banda Aceh, mengatakan pihaknya sempat kesulitan melacak pelaku karena berpindah-pindah tempat.
Keluarga Temukan Banyak Kejanggalan
Meski pelaku sudah ditangkap, pihak keluarga menilai ada banyak kejanggalan yang membuat mereka meragukan bahwa kematian Bismi Syama’un adalah kecelakaan murni.
“Luka di kepala kiri almarhum tampak seperti akibat pukulan benda keras, bukan benturan dari jatuh. Helm korban pun utuh, dan motor dalam kondisi nyaris tanpa kerusakan,” jelas Roilaijah.
Ia juga mengungkapkan bahwa lima hari setelah kejadian, Wakil Ketua Humas dan ZIS Yayasan Ar-Rabwah An-Najiyah juga meninggal dalam peristiwa serupa. “Pola kejadiannya sangat mirip, sehingga menimbulkan tanda tanya besar,” tambahnya.
Keluarga Merasa Tidak Dapat Keadilan
Pihak keluarga juga mengaku mengalami hambatan sejak awal. Saat jenazah masih berada di kamar jenazah, permintaan surat visum ditolak dengan alasan tidak ada petugas berwenang pada hari Sabtu.
Bahkan, ketika keluarga mendatangi Polresta Banda Aceh pada 16 Oktober 2025 untuk menjelaskan kejanggalan kepada Kepala SPKT IPTU Amiruddin, penjelasan mereka disebut ditolak.
“Beliau malah menyuruh kami menyebutkan nama tersangka, padahal kami baru menyampaikan dugaan awal,” kata Roilaijah kecewa.
Anak Korban: Nyawa Ayah Kami Tak Bisa Diganti Uang
Anak-anak almarhum, Amalina dan Sarah, juga menyuarakan kekecewaan atas sikap aparat.
“Kami sangat terpukul ketika ada yang bilang ‘Sudahlah, uang Jasa Raharja sudah cair, mau apa lagi?’ Seolah nyawa ayah kami bisa diganti dengan uang,” ucap mereka dengan mata berkaca-kaca.
Surat SP2HP terbaru tertanggal 17 Oktober 2025 menyebutkan penyidik kini masih menunggu petunjuk dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Keluarga Berkomitmen Mengungkap Kebenaran
Putra almarhum, Shiddiq Haraki, yang kini menempuh pendidikan di Arab Saudi, menegaskan keluarga akan terus memperjuangkan keadilan.
“Kami ingin kebenaran terungkap. Apakah ayah kami benar meninggal karena kecelakaan, atau ada unsur lain di baliknya,” ujarnya dalam pernyataan kepada media.
Sosok yang Dikenal Dermawan dan Berpengaruh
Semasa hidup, Drs. Bismi Syama’un dikenal luas sebagai sosok pendidik dan dai yang berdedikasi. Melalui Yayasan Ar-Rabwah An-Najiyah, ia membantu anak yatim dan fakir miskin mendapatkan akses pendidikan dan kehidupan yang lebih baik.
Kematian beliau meninggalkan dalam duka dan tanda tanya besar di kalangan masyarakat Aceh. Keluarga dan masyarakat berharap aparat penegak hukum mengusut kasus ini dengan transparan dan adil, demi tegaknya kebenaran bagi seorang tokoh yang telah banyak berjasa.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















