- Sosok Mohammad Novianto, Pebisnis Landscape Muda yang Digadang Jadi Pemimpin Masa Depan Lamongan
- Fauzi Arfan Resmi Jadi Ketum AASI Periode 2026 - 2029
- Polisi Pastikan Tak Ada Korban Tewas Akibat Senpi, Tragedi Berdarah Di Teweh Timur
- Bupati Majalengka Bongkar Dugaan Konstruksi Bermasalah di Balik Ambruknya Atap SD
- Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar
- KDMP Desa Tegalrejo Selopuro Didukung Msyarakat Perkuat Ekonomi Desa
- Bentengi Barito Utara Dari Konflik Sosial, Kesbangpol Perkuat Deteksi Dini Dan Kolaborasi Lintas Sektor
- Jeritan dari Daerah! H. Iing Misbahuddin, SM, SH Soroti Ketimpangan Nasib Buruh
- Listrik Padam di Tengah Paripurna, DPRD Tetap Gas Kritik Keras Kinerja Pemda 2025
- Ketua Dprd Barito Utara Berikan Apresiasi Dan Tekankan Fungsi Pengawasan Dalam Paparan Skema Pembangunan Multiyears
Keluarga Korban Rudapaksa berharap Kepastian Proses hukum, Minta Kasusnya Segera di Sidangkan

Keterangan Gambar : Poto Istimewa
Megapolitanpos.com Sukabumi- Keluarga korban kasus dugaan Rudapaksa, nenek SAI(61 ) menuntut kepastian proses hukum agar para terduga pelaku tindakan kekerasan seksual pada cucunya IS( 8) segera diproses pengadilan dan dituntut sesuai hukum perundang-undangan yang berlaku.
Keluarga korban didampingi kuasa hukum Yoseph Luturyali, S.H dari Dewa Consultant mendatangi KPAI meminta proses kasus yang menimpa cucunya mendapatkan perhatian untuk dilakukan pengawalan dan pendampingan hukum.
" Saya berharap agar proses hukum bagi terduga pelaku(RP) segera dapat disidangkan dan bagi terduga pelaku dapat dihukum seberat-beratnya, karena telah ada bukti dan saksi terduga pelaku telah melakukan perbuatan yang sangat keji melakukan tindakan kekerasan seksual kepada anak dibawah umur," papar nenek SAI dikediamannya, Sukabumi, Kamis (19/01/2023).
Baca Lainnya :
Kepada awak media nenek SAI mengatakan bahwa dirinya merasa menduga ada kejanggalan, mengapa proses hukum bagi terduga pelaku tersebut belum di proses hingga kepengadilan.
Padahal berkas dari polres ke kejaksaan sudah lengkap dan itu bakal P21, ini saya menduga ada upaya menahan berkas dari PPA ke kejaksaan. Lalu kenapa proses yang pelaporan pengeroyokan terhadap dirinya malah terus diproses, ini jelas terkesan ada permainan menahan proses hukum yang Rudapaksa sehingga belum P21. Saya menduga ada kejanggalan, ada oknum dari keluarga terduga pelaku untuk berlama - lama ditahanan kepolisian, karena nanti jika diputuskan vonisnya oleh pengadilan akan berkurang masa tahanannya dilapas karena si pelaku yang orang tuanya( kakek kandung korban) khawatir kalau anaknya di tahan dilapas. Karena bapaknya RP adalah mantan pegawai sipil di polres," papar nenek SAI
Dari semenjak peristiwa tersebut terjadi, nenek SAI mengaku heran karena dari keluarga terduga pelaku tidak ada itikad baik untuk berupaya menanyakan Khabar tentang kondisi korban.
"Selama kasus ini terjadi, ayah pelaku justru membela pelaku dan tidak pernah menanyakan kabar korban yang merupakan cucunya sendiri," ujar nenek SAI.
Dikatakan nenek SAI, ada dugaan intervensi dari keluarga terduga pelaku dengan secara paksa mendatangi rumah orang tua korban dan menanyakan bukti visum dan meminta anaknya( ibu korban) untuk mencabut tuntutannya.
" Pernah datang dan memaksa anaknya(ibu korban) menanyakan hasil visum dan meminta pencabutan tuntutan," tutur nenek SAI.
Dalam upaya proses penanganan kasus tersebut nenek SAI menegaskan akan melakukan upaya apapun demi membela cucunya agar proses hukum berjalan sesuai sebagaimana mestinya.
" Apapun akan saya lakukan demi membela cucu saya, meski saya terpaksa harus meminjam uang disana sini untuk membiayai ongkos kesana sini, dan apabila saya merasa tidak sesuai penanganannya maka saya akan mengadukan kepada instansi terkait diJakarta dan saya juga berencana mendatangi LPSK untuk meminta perlindungan hukum," katanya.(AS)



.jpg)













