- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
- Hadiri Job Fair 2026, Komisi IV DPRD Bogor Dorong Penurunan Pengangguran
- Tak Berizin, DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
- PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
Jelang Ramadhan 2026, Pemkab Majalengka Gelar Pasar Murah untuk Tekan Lonjakan Harga

Keterangan Gambar : ilustrasi : Istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka mengambil langkah cepat menjelang Ramadhan 2026 untuk memastikan harga bahan pokok tidak melonjak. Melalui gerakan pasar murah, Pemkab berupaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengamankan pasokan pangan.
Di tengah semarak peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186, langkah antisipatif itu diwujudkan melalui pasar murah dan gerakan pangan murah, yang langsung menyentuh kebutuhan warga, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menegaskan pemerintah daerah bergerak cepat untuk mencegah potensi lonjakan harga menjelang Ramadhan. Ia menyebut intervensi pasar menjadi strategi penting dalam menjaga daya beli masyarakat.
Baca Lainnya :
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
- Bupati Eman Puji Reksa Siaga TNI AU, Warga Majalengka Takjub
"Tujuannya untuk mengantisipasi menjelang bulan puasa jangan sampai terjadi lonjakan harga. Pemerintah wajib hadir mengendalikan harga kebutuhan pokok agar tetap stabil," ujar Eman, dihadapan awak media. Minggu, (8/2/2026).
Selain menggelar pasar murah, Pemkab Majalengka juga secara rutin melakukan pemantauan langsung ke pasar tradisional guna mendeteksi gejala inflasi sejak dini.
Jika ditemukan kenaikan harga yang signifikan pada komoditas tertentu, pemerintah akan segera melakukan langkah intervensi melalui koordinasi dengan produsen, distributor, hingga penguatan pasokan dari luar daerah.
Menurut Eman, skema pengamanan pangan telah disiapkan jauh sebelum Ramadhan. Program pasar murah keliling akan kembali digencarkan agar seluruh lapisan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
"Harga saat ini masih aman. Namun pengawasan tetap berjalan. Jika ada potensi inflasi, kita langsung intervensi supaya tidak terjadi gejolak di Majalengka," tegasnya.
Upaya ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Majalengka menempatkan stabilitas pangan sebagai prioritas utama menjelang Ramadhan.
Dengan pengawasan berlapis dan intervensi terukur, pemerintah optimistis masyarakat dapat menyambut bulan puasa dengan tenang tanpa kekhawatiran akan lonjakan harga bahan pokok. ** (Agit)
















