- Mensos Gus Ipul Minta Pejabat Baru Fokus Validasi Data dan Berantas Korupsi
- Kinerja BNI Melesat, Transformasi Digital dan BRAVE Jadi Motor Pertumbuhan
- PTPN I Percepat Optimalisasi Aset, Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru untuk Ketahanan Pangan
- Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Pemkab Barito Utara Laksanakan Kaji Tiru ke DIY
- Elim Tyu Samba Dampingi Ketua MPR RI Ziarah Ke Makam Bung Karno
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
Jakarta Rocktober 2025: Malam Ketika Rock Kembali Berteriak di Langit Pecenongan

Keterangan Gambar : Jakarta Rocktober: Distorsi & Drop” yang dipersembahkan oleh PWI Jaya berkolaborasi dengan MORU, bertempat di Tease Club,
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Malam di kawasan Pecenongan, Jakarta, Kamis (23/10/2025), berubah menjadi panggung perlawanan musik keras yang penuh gairah. Di tengah rinai hujan dan hiruk pikuk kota, dentuman drum, distorsi gitar, dan sorak para penikmat musik mengguncang langit Jakarta Pusat dalam gelaran “Jakarta Rocktober: Distorsi & Drop” yang dipersembahkan oleh PWI Jaya berkolaborasi dengan MORU, bertempat di Tease Club, Emporium Hotel, Jakarta.
Acara ini menjadi perayaan musik rock lintas generasi—sebuah malam ketika rock bukan sekadar genre, tapi bahasa kebebasan dan kejujuran.
.jpg)
Baca Lainnya :
- Jakarta Bidik Empat Sukses PON 2028, Siapkan Rp166 Miliar untuk Sulap Venue Bertaraf Nasional
- Penutupan UKW PWI Jabar, Atal S Depari Ingatkan Bahaya Berita Tak Terverifikasi
- 95 Wartawan Ikuti UKW di Majalengka, PWI Tekankan Profesionalisme
- Dewan Pers Berikan Mandat RRI Gelar UKW Siber, Perkuat Profesionalisme Pers Digital
- PWI Jaya Matangkan MHT 2026, Total Hadiah Rp255 Juta
Barisan Rock yang Membakar Panggung
Sejak awal, suasana Tease Club telah membara. Trio Kuda membuka malam dengan nuansa blues rock yang hangat dan menggugah, diikuti oleh IHATEBAND dengan punk-rock satir yang tajam dan berani.
Tak ketinggalan, Sumber Jaya Abadi Rejeki menghibur dengan energi dan humor khas “rock rakyat”, disusul REX 4 yang membawa aroma rock klasik dengan sentuhan modern yang membuat penonton bergoyang.
TRODON: Distorsi yang Berbicara Tanpa Kata
Ketika giliran TRODON tiba, suasana seketika berubah magis. Band progressive rock instrumental ini menciptakan pengalaman musikal yang mendalam dan penuh makna.
“Musik kami tanpa kata, tapi setiap penonton bisa menulis kisahnya sendiri dari nada-nada itu,” ujar Biondi Noya, personel TRODON, usai tampil. Tepuk tangan panjang pun menggema, menandai kekaguman penonton terhadap eksplorasi musikal yang unik.
Rocker Kasarunk & Ferdy Tahier: Bara yang Tak Pernah Padam
Sorak penonton mencapai puncaknya saat Rocker Kasarunk yang digawangi Ferdy Tahier naik ke panggung. Bersama Aditia Sahid (gitar), Ricky Rahmadi (bass), Roby Hasibuan (keyboard), Muhamad Aldinsyah (drum), serta Deirda Tahier dan Panca Petir yang turut berkolaborasi vokal, Ferdy menyalakan bara semangat lewat lagu-lagu berjiwa perlawanan.
“Rock itu bukan cuma musik. Ini tentang keberanian untuk tetap jujur, bahkan ketika dunia memilih diam,” ujar Ferdy penuh emosi.
Hyper Rock x Hans Sinjal (Grassrock): Nostalgia yang Menggema
Menjelang tengah malam, kolaborasi Hyper Rock dan Hans Sinjal (Grassrock) memunculkan gelombang nostalgia. Lagu-lagu legendaris mereka membangkitkan kenangan masa muda para penonton.
“Rasanya seperti pulang ke masa lalu. Rock malam ini bukan cuma suara keras—tapi suara hati yang lama terpendam,” ungkap Robby (43), penonton yang datang mengenakan jaket denim pudar, simbol cinta abadi pada rock klasik.

Suara dari Balik Layar
Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menegaskan bahwa Jakarta Rocktober bukan hanya konser, tapi wadah kebersamaan lintas generasi.
“Rock selalu punya tempat di hati masyarakat. Ini bukan hanya soal musik keras, tapi semangat dan kebebasan yang kita rayakan bersama, Kedepannya PWI Jaya agar punya grup band sendiri," ujarnya didampingi Yazid Nasution sebagai penyelenggara.
Kesit juga berharap kelak ada band yang lahir dari kalangan jurnalis, sebagai bukti bahwa wartawan tak hanya bisa menulis, tapi juga mencipta karya di panggung musik.
Perwakilan MORU menambahkan, “Kami ingin membuktikan bahwa semangat rock masih hidup di Jakarta. Rock itu jujur, dan kejujuran itu malam ini terdengar sampai ke langit.”
Rock Belum Mati — Ia Hanya Beristirahat Sebentar
Dentuman terakhir mereda saat jarum jam melewati tengah malam. Namun gema rock masih terasa—menempel di dinding Tease Club, di dada setiap penonton, dan di udara Jakarta yang hangat malam itu.
Sebagai penutup, para DJ seperti Febry AW, Amelles, dan Ryandri memanaskan kembali suasana dengan racikan musik elektronik yang memadukan energi modern dengan semangat rock klasik.
Rock belum mati. Ia hanya menunggu malam seperti ini untuk kembali berteriak — lewat distorsi, lewat doa, dan lewat cinta yang tak pernah padam.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)..


.jpg)


.jpg)






.jpg)




