- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
- Tokoh Masyarakat Lahei Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dalam Persoalan Jalan Hauling
- Dandim 0510/Tigaraksa Dukung Ketahanan Pangan, Panen Padi Sawah dan Pemberian Bantuan Sarana Pertanian
- Kemenag Kabupaten Tangerang Berikan Pembinaan Guru PAI, Untuk Menbangun Ekosistem Pendidikan Kuat.
- Wamen Ossy Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan.
- Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria.
- Koramil 04/Cikupa Ngaji Bareng Dan Bagikan Sembako Dengan MUI Kec Cikupa.
- Tingkatkan Keamanan Melalui Patroli Malam, Babinsa Ajak Warga Peduli Lingkungan.
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
Jakarta Darurat Sampah, PSI Minta Jakpro Segera Eksekusi Proyek ITF

Keterangan Gambar : Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo
MEGAPOLITANPOS.COM DKI Jakarta,- Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menanggapi pernyataan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Marullah Matali terkait darurat sampah di Jakarta di mana setidaknya ada 7500 ton sampah yang diproduksi setiap harinya.
“Kita harus melaju cepat masalah pengelolaan sampah ini. Jangan sampai produksinya meningkat tapi kita tidak beradaptasi dengan alternatif, nanti akan jadi masalah. Kita sudah punya rencana soal proyek _Intermediate Treatment Facility_ (ITF), saya harap ini bisa dipercepat ,” kata Ara sapaan akrab Anggara.
Baca Lainnya :
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Anggaran BPJS Kota Bogor Menjadi Sorotan DPRD Kota Bogor
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
Ia menyinggung surat Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup tentang permintaan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk mempercepat proses pemilihan mitra pengerjaan proyek pengelolaan sampah _Intermediate Treatment Facility_ (ITF) Sunter beberapa waktu lalu.
“ITF merupakan salah satu program prioritas yang tak kunjung dapat diselesaikan oleh PT Jakpro yang mendapat penugasan. Tahun ini targetnya ITF Sunter dapat selesai namun sepertinya Jakpro sangat lambat sampai Pemprov DKI harus menyurati secara khusus,” tambahnya.
Ara mengatakan bahwa salah satu penyebab Jakpro hingga hari ini belum berhasil menyelesaikan proyek ITF adalah terlalu banyaknya penugasan yang diberikan.
“Jakpro ini salah urus karena pada periode Gubernur sebelumnya terlalu banyak penugasan. Membangun Jakarta International Stadium (JIS), revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) hingga melaksanakan Formula E. Perusahaannya sudah tidak fokus arahnya mau ke mana. Harus ada evaluasi besar-besaran,” ujarnya.
Selain itu, Ia juga meminta Pemprov DKI mengakselerasi program pengurangan dan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.
“Dengan produksi sampah yang terus meningkat, kita tidak bisa bergantung pada pengelolaan sampah di tingkat akhir saja. Program pengelolaan dan pengurangan sampah tingkat rumah tangga seperti bank sampah dan budidaya maggot juga harus serius dilaksanakan serius agar bisa benar-benar berkontribusi pada angka pengelolaan sampah,” tutup Ara. ** (Jhn/Git)







.jpg)








