Jakarta Darurat Sampah, PSI Minta Jakpro Segera Eksekusi Proyek ITF

By Sigit 22 Feb 2023, 10:25:53 WIB DKI Jakarta
Jakarta Darurat Sampah, PSI Minta Jakpro Segera Eksekusi Proyek ITF

Keterangan Gambar : Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo


MEGAPOLITANPOS.COM DKI Jakarta,- Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menanggapi pernyataan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Marullah Matali terkait darurat sampah di Jakarta di mana setidaknya ada 7500 ton sampah yang diproduksi setiap harinya.


“Kita harus melaju cepat masalah pengelolaan sampah ini. Jangan sampai produksinya meningkat tapi kita tidak beradaptasi dengan alternatif, nanti akan jadi masalah. Kita sudah punya rencana soal proyek _Intermediate Treatment Facility_ (ITF), saya harap ini bisa dipercepat ,” kata Ara sapaan akrab Anggara.

Baca Lainnya :


Ia menyinggung surat Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup tentang permintaan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk mempercepat proses pemilihan mitra pengerjaan proyek pengelolaan sampah _Intermediate Treatment Facility_ (ITF) Sunter beberapa waktu lalu.


“ITF merupakan salah satu program prioritas yang tak kunjung dapat diselesaikan oleh PT Jakpro yang mendapat penugasan. Tahun ini targetnya ITF Sunter dapat selesai namun sepertinya Jakpro sangat lambat sampai Pemprov DKI harus menyurati secara khusus,” tambahnya.


Ara mengatakan bahwa salah satu penyebab Jakpro hingga hari ini belum berhasil menyelesaikan proyek ITF adalah terlalu banyaknya penugasan yang diberikan.


“Jakpro ini salah urus karena pada periode Gubernur sebelumnya terlalu banyak penugasan. Membangun Jakarta International Stadium (JIS), revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) hingga melaksanakan Formula E. Perusahaannya sudah tidak fokus arahnya mau ke mana. Harus ada evaluasi besar-besaran,” ujarnya.


Selain itu, Ia juga meminta Pemprov DKI mengakselerasi program pengurangan dan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.


“Dengan produksi sampah yang terus meningkat, kita tidak bisa bergantung pada pengelolaan sampah di tingkat akhir saja. Program pengelolaan dan pengurangan sampah tingkat rumah tangga seperti bank sampah dan budidaya maggot juga harus serius dilaksanakan serius agar bisa benar-benar berkontribusi pada angka pengelolaan sampah,” tutup Ara. ** (Jhn/Git)




  • Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden

    🕔01:13:49, 15 Jun 2026
  • 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman

    🕔15:10:55, 15 Jun 2026
  • Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026, Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan

    🕔22:09:27, 07 Jun 2026
  • Penutupan Latsarmil Komcad Gelombang I 2026, Wamen Ossy Sebut Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN

    🕔22:13:22, 07 Jun 2026
  • Bicara dalam International Conference on Pesantren 2026, Menteri Nusron Ajak Masyarakat Sertipikatkan Tanah Wakaf untuk Lindungi Aset Umat

    🕔22:17:25, 07 Jun 2026