- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
Ikut Program Inkubator LPDB-KUMKM, Bepahkupi Jajaki Pasar Kopi Global

Megapolitanpos.com, Jakarta- Salah satu peserta atau tenant Program Inkubator Wirausaha dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) yakni Bepahkupi yang bergerak dalam bidang pertanian kopi tengah merambah pasar kopi global.
Terbaru, Bepahkupi tengah menjajaki pangsa pasar kopi vietnam melalui ajang International Café Show Vietnam 2023 di Pusat Pameran dan Konvensi Saigon di Kota Ho Chi Minh.
Pameran ini menampilkan lebih dari ratusan peserta dari 15 negara, menampilkan produk dan layanan untuk industri kopi serta makanan dan minuman. Serta ajang networking dengan calon mitra bisnis dari seluruh dunia.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Kementerian UMKM Ajak ASN Gemar Belanja Produk Lokal, 11 Jenama Eksportir Ikut Bazar
Bepahkupi perwakilan petani Indonesia hadir untuk menawarkan dan memperkenalkan aneka ragam kopi Indonesia di Vietnam, Bepahkupi dipercaya Oleh Kementrian Perdagangan untuk menjadi Wakil Indonesia Di Café Show Vietnam 2023 dengan tujuan dapat mengakusisi pasar kopi vietnam serta mendapatkan lebih banyak koneksi dan jaringan pendistribusian kopi Indonesia.
Chief Executive Office (CEO) Bepahkupi Maulana Wiga mengatakan, Café Show Vietnam ini mempertemukan Bepahkupi dengan para pembeli kopi dari berbagai negara yang sedang mencari pasoka.
"Kami membangun koneksi dengan pembeli dari beberapa negara Eropa, Timur Tengah, Amerika Serikat dan yang paling banyak dari Asia Timur, seperti Jepang dan Korea Selatan," ungkapnya.
Menurut Wiga, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan dari Asia terkait penyedia kebutuhan industri kopi dan Akademi Kopi untuk dapat belajar dan memajukan industri kopi dalam negeri serta dengan kolaborasi ini diharap dapat mendistribusikan kopi indonesia lebih banyak lagi.
"Kami juga sebelumnya mengikuti Program Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM melalui Cubic Startup Incubator dari Provinsi Jawa Barat untuk mengembangkan bisnis kopi dan juga memperluas networking," ujar Wiga.
Sementara itu, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menambahkan, Program Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM dilaksanakan dalam rangka mendukung para startup dan juga koperasi untuk mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan dan difasilitasi untuk mendapatkan pembiayaan, investor, serta jaringan bisnis.
"Pada 2023 ini kami bekerja sama dengan 10 lembaga inkubator dari berbagai daerah dan universitas untuk melakukan inkubasi kepada koperasi dan juga startup agar bisa naik kelas," kata Supomo.
Capaian Kinerja Program Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM
Supomo menambahkan, kinerja Program Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM dari tahun 2020 hingga 2022 telah menghasilkan total pendanaan Rp23 miliar kepada 74 tenant inkubasi.
"Dari total Rp23 miliar terdiri dari Rp6,1 miliar merupakan nilai investasi dari investor kepada 9 tenant, Rp7,7 miliar yang merupakan total pinjaman kepada 6 tenant, dan Rp9,2 miliar yang merupakan kerja sama bisnis kepada 59 tenant," papar Supomo.
Supomo berharap, kedepan program Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM bisa semakin memberikan dukungan terhadap pelaku koperasi dan juga startup dalam mengembangkan bisnis dan juga memberikan peningkatan akses pasar seperti apa yang dilakukan oleh Bepahkupi dalam menjajaki pasar kopi global.
"Harapannya kehadiran Program inkubator ini bisa menjadi wadah dan juga fasilitasi kepada koperasi dan UMKM atau startup dalam mengembangkan usaha, dan juga bisa mendapatkan investor baik domestik maupun global, dan juga bisa mendampingi dengan baik," pungkasnya.(ASl/Red/MP).

.jpg)
.jpg)
.jpg)




.jpg)






