- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
- Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
- Harga Daging Rp140 Ribu/Kg, Mendag Pastikan Pasokan Sembako Aman Jelang Lebaran
Ibu Korban Minta Ketegasan Polisi, Predator Anak di Kresek Masih Berkeliaran

Keterangan Gambar : Poto : Ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang-Seorang Ibu asal desa Kelebet, kecamatan Kemiri Kabupaten Tangerang mengeluhkan sulitnya mendapatkan keadilan bagi orang susah yang tidak memiliki apa-apa.
Adalah Fatimah yang sehari - hari berprofesi sebagai asisten rumah tangga yang berharap polisi dapat lebih memberikan perhatian serius atas persoalan dugaan pencabulan yang dialami oleh putrinya yang berumur 12 tahun.
Pasalnya, sejak dilaporkan pada Agustus tahun lalu, terduga pelaku yang tidak lain ayah tiri korban hingga saat ini diketahui masih belum dilakukan penahanan oleh pihak kepolisian.
Baca Lainnya :
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
"Sampe sekarang belom beres beres juga, itung aja dari bulan agustus sampe sekarang udah mau setaon itu," kata Fatimah kepada wartawan minggu (9/4/2023).
Ia berujar, dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan, Polisi berjanji akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari laporannya tersebut.
"Setiap bulan saya menghubungi Tim penyidik (PPA) Polresta Tangerang menanyakan sejauh mana perkembangan Laporan Polisi jawabanya pelaku belum bisa kami tangkap ". jelasnya.
Fatimah mengaku, putrinya hingga kini masih mengalami trauma atas kejadian yang disebutnya sudah berkali - kali dilakukan oleh terduga pelaku yang tidak lain adalah suaminya.
"Sekolah SD kelas 5 baru, siapa yang ngga sakit liat anak sendiri digituin," ungkap Fatimah.
Ia menuturkan, kejadian tersebut berawal saat dirinya mendapati suaminya tengah berbuat tidak senonoh terhadap korban, sontak dirinya marah langsung mengur terduga pelaku yang langsung melarikan diri.
"Ketauan sama ibu subuh, kata anak saya dia udah sering sih ngelonin anak saya, dia mau bilang takut ke mamah takut sama bapa takut diapa apain," kata Fatimah.(Tim)

















