- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
- KAI Gandeng Komunitas Kampanyekan Keselamatan serta Ajak Masyarakat Disiplin di Perlintasan
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
Ibu Korban Minta Ketegasan Polisi, Predator Anak di Kresek Masih Berkeliaran

Keterangan Gambar : Poto : Ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang-Seorang Ibu asal desa Kelebet, kecamatan Kemiri Kabupaten Tangerang mengeluhkan sulitnya mendapatkan keadilan bagi orang susah yang tidak memiliki apa-apa.
Adalah Fatimah yang sehari - hari berprofesi sebagai asisten rumah tangga yang berharap polisi dapat lebih memberikan perhatian serius atas persoalan dugaan pencabulan yang dialami oleh putrinya yang berumur 12 tahun.
Pasalnya, sejak dilaporkan pada Agustus tahun lalu, terduga pelaku yang tidak lain ayah tiri korban hingga saat ini diketahui masih belum dilakukan penahanan oleh pihak kepolisian.
Baca Lainnya :
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
- Kapolri: Ziarah ke Makam Bung Karno Sebagai Bentuk Penajaman Presisi Polri
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
"Sampe sekarang belom beres beres juga, itung aja dari bulan agustus sampe sekarang udah mau setaon itu," kata Fatimah kepada wartawan minggu (9/4/2023).
Ia berujar, dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan, Polisi berjanji akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari laporannya tersebut.
"Setiap bulan saya menghubungi Tim penyidik (PPA) Polresta Tangerang menanyakan sejauh mana perkembangan Laporan Polisi jawabanya pelaku belum bisa kami tangkap ". jelasnya.
Fatimah mengaku, putrinya hingga kini masih mengalami trauma atas kejadian yang disebutnya sudah berkali - kali dilakukan oleh terduga pelaku yang tidak lain adalah suaminya.
"Sekolah SD kelas 5 baru, siapa yang ngga sakit liat anak sendiri digituin," ungkap Fatimah.
Ia menuturkan, kejadian tersebut berawal saat dirinya mendapati suaminya tengah berbuat tidak senonoh terhadap korban, sontak dirinya marah langsung mengur terduga pelaku yang langsung melarikan diri.
"Ketauan sama ibu subuh, kata anak saya dia udah sering sih ngelonin anak saya, dia mau bilang takut ke mamah takut sama bapa takut diapa apain," kata Fatimah.(Tim)

















