Breaking News
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
- Lebih dari Seabad Berdiri, Sekolah Panggung di Malabar Simpan Sejarah Pendidikan Bangsa
- Ghost Buzzer Bidik 300 Ribu Penonton, Hadir di XXI dan Netflix
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
Hubungan Antar Umat Beragama di Desa Gaprang Semakin Kokoh Melalui Kampung Pancasila

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Sebelum dibentuk Kampung Pancasila, masyarakat Desa Gaprang secara tidak langsung telah berprilaku sesuai norma yang tersirat didalam 5 butir Sila dari Pancasia, meski berbeda agama masyarakat bisa hidup berdampingan secara utuh, seperti masyarakat yang berada di jalan Masgapur yang guyub rukun. Nama jalan Masgapur itu sendiri itu sebenarnya diambil dari keberadaan tiga pemeluk agama dengan tempat peribadatannya, yakni Masjid Gereja dan Pure, dari nama tempat itulah pada tahun 1996 bersamaan peresmian Masjid, maka jalan itu diberi nama jalan Masgapur, dengan keberagaman antar pemeluk agama yang selalu bersinergi dalam segala hal, akhirnya Desa Gaprang dipilih sebagai Kampung Pancasila, ungkapan ini disampaikan Kepala Desa Gaprang Asyahrul Farhuda usai acara launching Kampung Pancasila yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Blitar Rini Syarifah Senin (21/03/22).
"Terima kasih karena Desa Gaprang didaulat sebagai Kampung Pancasila di Kecamatan Kanigoro, memang desa Gaprang yang keberadaannya bermacam suku, ras dan agama, Islam, Kristen, Hindu, mereka selalu berdampingan dalam bermasyarakat," kata Kades Asyahrul.
Asharul Fahruda, juga menegaskan masyarakat Desa Gaprang dengan anugerah sebagai Kampung Pancasila, karena ajaran dan falsafah yang terkandung pada dasar Negara Republik Indonesia yakni Pancasila nyata - nyata senafas dengan masyarakat desa Gaprang, hingga setiap tahun tiga penganut agama ini selalu menggelar doa bersama.
"Keberadaan masyarakat disini mengimplementasikan semua yang ada dari Pancasila adalah Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa yang mengakui adanya kepercayaan dan ketaqwaan kepada Sang Pencipta Alam sesuai keyakinannya, Sila ke 2 yang intinya semua manusia adalah sama dimata Tuhan, tidak membedakan golongan, selanjutnya cerminan Sila ke 3, Persatuan Indonesia, dengan Kebhinekaan akan memperkokoh NKRI, Sila ke 4, masyarakat dalam merumuskan segala hal tidak pernah meninggalkan azas musyawarah untuk mufakat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, setelah semuanya menyadari makna yang tersurat dan yang tersirat pada Pancasila niscaya semua akan memperoleh rasa Keadilan Sosial sesuai bunyi Sila kelima dari Pancasila manusia tidak bertindak adigang adigung adiguna," ujarnya
Dengan penetapan desa Gaprang sebagai Kampung Pancasila, Kepala Desa Gaprang berharap dengan keragaman suku, ras dan perbedaan agama akan semakin memperkuat persatuan dan kesatuan sebab marwah Bhineka Tunggal Ika adalah kehidupan bermasyarakat dengan gotong royong, dan tenggangrasa yang senantiasa harus ditingkatkan, untuk mewujudkan Kabupaten Blitar yang Baldatun Warofun Toyibatun Ghofur .( za/mp)

.jpg)






.jpg)








