- Musrenbang RKPD 2027 Resmi Dibuka, Bupati Barito Utara Tekankan Perencanaan Terarah dan Prioritas Pembangunan
- Ketua DPRD Barito Utara Musrenbang RKPD Jadi Wadah Menyelaraskan Aspirasi Masyarakat
- Taufik Nugraha Dorong Revisi RTRWK dan Peningkatan Layanan Pendidikan - Kesehatan
- Hj. Henny Rosgiaty Usulkan Lokasi Strategis Pembangunan Jembatan Lahei
- Salurkan 200 Becak Listrik Banpres Presiden ini Pesan Bupati Blitar Rijanto
- Indonesia–Rusia Perkuat Hubungan Teknologi, PRSI Hadiri Pertemuan di Kedubes Rusia
- Sorot Anggaran Lift Rp 1,8 Miliar di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, CBA Minta Kejati DKI Selidiki
- DPD PSI Majalengka Turun ke Masyarakat, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Perkuat Struktur Partai
- RoboSports Bangun Ekosistem Olahraga Robotik Modern
- Kolaborasi Peningkatan Kualitas Layanan Pertanahan
HRD Korea Pusat Sebut Kondisi Ekonomi Saat Ini Sebabkan Jumlah Penerimaan Pekerja Migran asal Indonesia Berkurang

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali menggelar seremoni pelepasan untuk 697 pekerja migran Indonesia (PMI) gabungan yang akan bekerja ke Korea Selatan (Korsel), Jerman dan Taiwan, di eL Hotel Kelapa Gading, Jakarta, Senin (24/6/2024).
Pelepasan ratusan PMI dipimpin langsung oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan turut dihadiri jajaran HRD Korea Pusat (HRDK), serta sejumlah mitra penempatan PMI.
Director of Foreign Workforce Introduction, HRD Korea Pusat (HRDK), Lee Jin Young, dalam kesempatan itu mengungkapkan sebab terjadinya penurunan jumlah penerimaan penempatan pekerja migran Indonesia yang akan bekerja di Korea Selatan. Hal tersebut, menurutnya, dikarenakan dampak kondisi ekonomi di Korea Selatan saat ini.
Baca Lainnya :
- DPD PSI Majalengka Turun ke Masyarakat, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Perkuat Struktur Partai
- Pesantren Al-Mizan Gelar Ramadhan Fest 2026, Hadirkan Zikir hingga Bahtsul Masail
- PLN UID Jakarta Raya Gelar Bazar Sembako Murah Ramadan, 1.200 Paket Disediakan untuk Warga
- Proyek Geothermal Halmahera Barat Disorot, Komisi XII DPR RI Dorong Evaluasi
- Milad ke-65 H. Ateng Sutisna, Doa dan Apresiasi Mengalir untuk Anggota DPR RI dari PKS
"Rendahnya tingkat penerimaan pekerja migran Indonesia (saat ini), bukan berarti penolakan dari pengguna kerja atau user. Tetapi memang kondisi ekonomi yang kurang baik di Korsel. Sedangkan pekerja migran Indonesia, mempunyai reputasi yang baik di mata pengguna kerja," ungkap Lee.
Lee juga mengucapkan selamat kepada seluruh pekerja migran Indonesia yang lulus seleksi bekerja di Korea Selatan. Lee berujar, bahwa sistem Employment Permit System - Test of Profiency in Korean (EPS-TOPIK) yang dilalui oleh para pekerja migran Indonesia adalah sistem standarisasi yang diakui internasional (ISO).
"Semua pengguna EPS-TOPIK mendapat perlakuan sama, tidak ada keistimewaan tertentu bagi tiap-tiap individu, semuanya menempuh proses panjang yang sama," terangnya.
Lanjut Lee berpesan kepada pekerja migran Indonesia untuk jaga kesehatan, tetap semangat, jalinlah hubungan baik dengan atasan, dan rekan sesama pekerja migran.
“Semoga kalian yang berangkat dapat bekerja dengan baik, dan ketika masa kontrak habis, kalian dapat menemui keluarga di rumah dengan penuh sukacita," ucapnya.
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengapresiasi Lee Jin Young yang telah hadir langsung dari Korsel menyampaikan sambutan yang memicu semangat pekerja migran Indonesia yang akan berangkat bekerja di Korea Selatan.
“Menjawab langsung banyak pertanyaan yang masuk melalui (pesan) japri, tentang mengapa pada tahun 2024 ini penempatan pekerja migran Indonesia berkurang. Kalian dengar Mr. Lee menjawab sendiri bahwa, kondisi ekonomi Korsel sedang dalam pemulihan. Tidak hanya Indonesia saja, bahkan kondisi global (dunia) pekerja migran juga terdampak," ujar Benny.
Benny berharap situasi ekonomi di Korea segera pulih, sehingga jumlah penempatan PMI ke Korea Selatan pada tahun ini bisa tercapai seperti yang diharapkan.
"Semoga situasi ini cepat membaik, dan mimpi saya untuk mengirim 15.000 hingga 17.000 PMI tahun ini bisa terwujud," imbuhnya. ** (*/Anton)














