- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
- Bupati Majalengka Ajak Ribuan Bobotoh Doakan Persib Juara Piala Presiden 2026
- Ateng Sutisna Satukan Ribuan Bobotoh, Nobar Final Persib di Majalengka Meriah
- SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Pangan dan Perdagangan Global
- Kapolres Majalengka Ajak Bobotoh Junjung Sportivitas Saat Nobar Persib vs Persebaya
HRD Korea Pusat Sebut Kondisi Ekonomi Saat Ini Sebabkan Jumlah Penerimaan Pekerja Migran asal Indonesia Berkurang

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali menggelar seremoni pelepasan untuk 697 pekerja migran Indonesia (PMI) gabungan yang akan bekerja ke Korea Selatan (Korsel), Jerman dan Taiwan, di eL Hotel Kelapa Gading, Jakarta, Senin (24/6/2024).
Pelepasan ratusan PMI dipimpin langsung oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan turut dihadiri jajaran HRD Korea Pusat (HRDK), serta sejumlah mitra penempatan PMI.
Director of Foreign Workforce Introduction, HRD Korea Pusat (HRDK), Lee Jin Young, dalam kesempatan itu mengungkapkan sebab terjadinya penurunan jumlah penerimaan penempatan pekerja migran Indonesia yang akan bekerja di Korea Selatan. Hal tersebut, menurutnya, dikarenakan dampak kondisi ekonomi di Korea Selatan saat ini.
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
"Rendahnya tingkat penerimaan pekerja migran Indonesia (saat ini), bukan berarti penolakan dari pengguna kerja atau user. Tetapi memang kondisi ekonomi yang kurang baik di Korsel. Sedangkan pekerja migran Indonesia, mempunyai reputasi yang baik di mata pengguna kerja," ungkap Lee.
Lee juga mengucapkan selamat kepada seluruh pekerja migran Indonesia yang lulus seleksi bekerja di Korea Selatan. Lee berujar, bahwa sistem Employment Permit System - Test of Profiency in Korean (EPS-TOPIK) yang dilalui oleh para pekerja migran Indonesia adalah sistem standarisasi yang diakui internasional (ISO).
"Semua pengguna EPS-TOPIK mendapat perlakuan sama, tidak ada keistimewaan tertentu bagi tiap-tiap individu, semuanya menempuh proses panjang yang sama," terangnya.
Lanjut Lee berpesan kepada pekerja migran Indonesia untuk jaga kesehatan, tetap semangat, jalinlah hubungan baik dengan atasan, dan rekan sesama pekerja migran.
“Semoga kalian yang berangkat dapat bekerja dengan baik, dan ketika masa kontrak habis, kalian dapat menemui keluarga di rumah dengan penuh sukacita," ucapnya.
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengapresiasi Lee Jin Young yang telah hadir langsung dari Korsel menyampaikan sambutan yang memicu semangat pekerja migran Indonesia yang akan berangkat bekerja di Korea Selatan.
“Menjawab langsung banyak pertanyaan yang masuk melalui (pesan) japri, tentang mengapa pada tahun 2024 ini penempatan pekerja migran Indonesia berkurang. Kalian dengar Mr. Lee menjawab sendiri bahwa, kondisi ekonomi Korsel sedang dalam pemulihan. Tidak hanya Indonesia saja, bahkan kondisi global (dunia) pekerja migran juga terdampak," ujar Benny.
Benny berharap situasi ekonomi di Korea segera pulih, sehingga jumlah penempatan PMI ke Korea Selatan pada tahun ini bisa tercapai seperti yang diharapkan.
"Semoga situasi ini cepat membaik, dan mimpi saya untuk mengirim 15.000 hingga 17.000 PMI tahun ini bisa terwujud," imbuhnya. ** (*/Anton)


.jpg)








1.jpg)





