- Pimpin Upacara Peringatan Harhubnas 2026, Bupati Tangerang Tandaskan Keselamatan Transportasi Bukan Sekadar Formalitas.
- Buka Seleksi Wawancara Kanvas Gemilang 2026, Wabup Intan Dorong Inovasi Masyarakat untuk Percepat Pembangunan.
- Romy Soekarno Gandeng KPU Kota Blitar Dorong Gen Z Jadi Pengawal Demokrasi Digital.
- Kamenag Kab Tangerang Dampingi Stafsus Kementrian Agama Persoalan GKPI.
- Pangkogabwilhan II Jadi Narasumber Latihan Posko OMP Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026.
- Romy Soekarno : Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan Sosial.
- Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi.
- Praktisi Hukum M Haryono S.H., M.H., : Elim Tyu Samba Masih Layak Menggunakan Azas Praduga Tak Bersalah ini Penjelasanya.
- Dugaan Ancaman Golok Saat Ibadah GKPI Rajeg, LBH Gekira Desak Penyelidikan Menyeluruh
- Kementerian UMKM dan UI Perkuat Sinergi Kewirausahaan Berbasis Inovasi
HMI Blitar Kritisi Pemerintah Lamban Penetapan Bencana Nasional

Keterangan Gambar : HMI Blitar Kritisi Pemerintah Lamban Penetapan Bencana Nasional
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Lambannya keputusan pemerintah untuk menetapkan status bencana nasional terhadap peristiwa yang menimpa masyarakat Sumatera Utara dan Aceh tuai aksi protes dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Blitar. Hal ini diwujudkan melalui aksi panggung bebas di bawah Patung Presiden Pertama Indonesia serta penggalangan dana di pertigaan Herlingga, Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.
Satu persatu lagu kritik, puisi perlawanan hingga banner bekas bertuliskan kritikan sebagai bentuk dukungan moril untuk korban bencana ditampilkan. “Aksi ini bukan hanya galang dana semata, namun dukungan moril agar pemerintah segera menetapkan status Bencana Nasional” ungkap Ketua HMI Cabang Blitar, Qithfirul Aziz.
Ia mengatakan jika lambannya pemerintah dalam menetapkan status bencana ini justru menimbulkan spekulasi adanya dugaan keterlibatan pihak elit.
Baca Lainnya :
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
“Kita bisa gali lebih dalam siapa yang memiliki atau mendapat hak guna paling banyak dari hutan yang ada disana, sehingga muncul dugaan sejumlah elit politik khawatir ini akan terbongkar media internasional,” imbuhnya.
HMI Cabang Blitar berspekulasi apabila peristiwa ini telah ditetapkan sebagai Bencana Nasional, maka akan menarik perhatian media Internasional. Sehingga itu memicu terbongkarnya siapa ‘dalang’ hingga keterlibatan pihak-pihak penyebab terjadinya bencana alam tersebut.
Sejumlah tulisan mulai dari “Rawat Bumi, Lawan Tirani”, “Desak Pemerintah tetapkan bencana nasional pada Aceh dan Sumatera”, “Bencana bukan panggung membangun citra” hingga tulisan dampak bencana terpampang menghadap jalan raya. Selain itu, sejumlah kader HMI juga membawa kardus untuk mendatangi pengguna jalan yang ingin berdonasi.
“Donasi dari masyarakat Blitar untuk warga Aceh dan Sumatera terdampak banjir kami lakukan dijalan serta online yang akan kami salurkan Senin mendatang,” terangnya. (za/mp)















