- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
- Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
Histeria Massa dan Fenomena Sosok yang Dicinta dan Dipercaya

Histeria Massa dan Fenomena Sosok yang Dicinta dan Dipercaya
Oleh M Chozin Amirullah, Ketua Gerakan Turuntangan
Baca Lainnya :
- Kejari Majalengka Bongkar Dugaan Korupsi Hibah KONI 2024 - 2025
- Proyek Geothermal Halmahera Barat Disorot, Komisi XII DPR RI Dorong Evaluasi
- Wamen ATR/Waka BPN Apresiasi Peran Strategis MAPPI dalam Sistem Penilaian Nasional
- HPN 2026 : Pers Nasional Didorong Sehat, Mandiri, dan Berdaulat di Era Digital
- Darurat Sampah Nasional : DPRD Minta Pemkot Kota Tangerang Mentransformasi Tata Kelola Sampah
Beberapa waktu lalu saya mendapat sebuah video kiriman tentang histeria anak-anak muda menyambut idol group asal Korea Selatan di Bandara. Menurut info di di video tersebut, fans tersebut heboh saat menyambut idol group NCT Dream.
Saya sendiri bukan penggemar K-Pop, walaupun terkadang menonton beberapa drama Korea atau film Korea yang menurut saya bagus. Selain Squid Game yang fenomenal dan Parasite yang memenangkan empat kategori Oscar, saya juga sangat menyukai film Joint Security Area.
Kembali lagi pada histeria massa terhadap idol group Korsel, saya kemudian berpikir. Mengapa mereka sampai seheboh itu? Apa yang membuat para anak muda dan remaja tersebut sampai datang jauh-jauh ke bandara untuk menemui artis idola mereka?
Saya mencoba menarik sebuah kesimpulan, bahwa histeria tersebut berawal dari rasa cinta, suka, dan percaya kepada sosok idola. Bila anak-anak muda tersebut tidak cinta, tidak suka, dan tidak percaya pada NCT Dream, bagaimana mana mungkin mereka jauh-jauh datang ke bandara untuk bertemu dengan group idola mereka? Rasanya tidak mungkin.
Anak-anak muda tersebut datang ke bandara atas kemauan sendiri, tentu dengan biaya sendiri. Rasa cinta, suka, dan percaya itu yang menggerakkan mereka. Semua dilakukan dengan rela hati dan juga senang hati agar bisa bertemu dengan sosok idolanya.
Saya lalu berpikir, apakah ada sosok tokoh publik Indonesia yang dicintai seperti idol group di Indonesia? Bila ada, saya akan ikut berbangga. Sebab, ada tokoh publik, apalagi bukan berasal dari kalangan artis, yang benar-benar dicintai rakyatnya.
Akhirnya, pertanyaan yang saya simpan di hati tersebut terjawab setelah mendapat kiriman video dari seorang teman di Medan. Teman tersebut membagikan video tentang penjemputan Anies Baswedan pada 4 November lalu di Bandara Kuala Namu.
Jumlah massanya tidak kalah dengan massa penyambut NCT Dream. Bahkan jauh lebih banyak. Massa yang menyambut Anies sudah menyemut mulai dari terminal kedatangan bandara, di luarnya, sampai parkiran, bahkan sepanjang jalan yang dilalui Anies.
Ingat, di sini Anies datang bukan sebagai pejabat negara. Dia tidak menggunakan fasilitas negara sama sekali. Meskipun dia pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, tapi masa jabatannya sudah selesai. Dia datang ke Medan sebagai seorang warga negara biasa. Namun, sambutannya sangat luar biasa.
Penyambutan massa saat Anies ke Medan ini merupakan bukti bahwa dia sosok pemimpin yang dicinta, disuka, dan dipercaya oleh rakyat. Tanpa membawa apa pun, tanpa membagi-bagikan apa pun, massa berjubel menyambutnya. Padahal tak ada acara lempar buku, lempar kaos, maupun lempar topi. Baik menggunakan uang pribadi, apalagi uang negara.
Fenemona penyambutan Anies yang gegap gempita tersebut saya yakin akan terus terjadi di daerah-daerah lain di Indonesia. Kesantunan, kecerdasan, dan kharisma Anies memang layak membuat dirinya dicinta, disuka, dan dipercaya.
Tanpa menunggu 2024, saya sudah punya kesimpulan hari ini. Bila saatnya tiba untuk pemilihan presiden, masyarakat sudah tahu harus memilih siapa. Sudah pasti pada sosok yang dicinta, disuka, dan dipercaya rakyat, yang baru kemarin saya lihat penyambutannya yang meriah di Medan.

















