- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
- Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
- Harga Daging Rp140 Ribu/Kg, Mendag Pastikan Pasokan Sembako Aman Jelang Lebaran
- Satgas BPKAD Akan Sidak Lahan Fasos Fasum RW 09 Kel.Kutabumi Yang Diduga Dikomersilkan
- Cegah Perundungan di Sekolah, Kapolda Metro Jaya Hadirkan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah
Hilang Kontak di Maros Pesawat ATR 42 500 IAT Dalam Pencarian

MEGAPOLITANPOS.COM - MAROS – Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak saat melintas di wilayah pegunungan Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Pesawat tersebut membawa total 11 orang yang terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Muh Arif Anwar, mengatakan pesawat tersebut berstatus sewaan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan sedang dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.
Baca Lainnya :
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
- Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
Pesawat dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Sabtu siang.
“Kami menerima informasi dari AirNav Makassar terkait satu pesawat jenis ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 milik Indonesia Air Transport yang dioperasikan atau disewa oleh KKP. Di dalam pesawat terdapat 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang,” ujar Arif.
Berdasarkan data manifes, delapan kru pesawat yang bertugas dalam penerbangan tersebut yakni Pilot Capt. Andy Dahananto, Kopilot Farhan, Flight Operation Officer (FOO) Hariadi, Engineer Restu Adi, Engineer Dwi Murdiono, Pramugari Florencia Lolita, dan Pramugari Esther Aprilita.
Sementara tiga penumpang yang turut berada di dalam pesawat masing-masing bernama Deden, Ferry, dan Yoga.
Basarnas Makassar telah mengerahkan personel ke titik kontak terakhir pesawat berdasarkan koordinat yang diterima dari AirNav Makassar.
Hasil pemetaan awal menunjukkan lokasi dugaan berada di kawasan Taman Nasional Bantimurung, tepatnya di wilayah pegunungan kapur Leang-Leang.
“Setelah kami plot koordinat terakhir dari ATC, titik duga mengarah ke daerah Bantimurung dan sekitarnya. Tim SAR sudah berada di lokasi dan mendirikan satu posko SAR gabungan di Bantimurung,” jelas Arif.
Selain tim darat, Basarnas juga meminta dukungan TNI Angkatan Udara untuk mengerahkan Helikopter Caracal guna melakukan pemantauan udara, mengingat medan pencarian berupa kawasan pegunungan dan hutan.
Hingga Sabtu malam, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan badan pesawat maupun kondisi awak dan penumpang.
Proses pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir area sekitar koordinat terakhir.
Dalam keterangan resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, disebutkan bahwa pada Sabtu pukul 04.23 waktu Universal Time Cordinat (UTC), pesawat diarahkan oleh ATC Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu 21 Bandara Sultan Hasanuddin. Namun, saat proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur yang semestinya sehingga ATC memberikan arahan koreksi posisi kepada awak pesawat.
Sementara itu, General Manager Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Wibowo Cahyono Soekadi, menyampaikan bahwa pesawat dengan nomor registrasi PK-THT lepas landas dari Bandara Adisutjipto pada pukul 08.08 WIB dengan tujuan Makassar. Seluruh tahapan keberangkatan, mulai dari pemeriksaan keamanan di Security Check Point (SCP) hingga proses boarding, telah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.
Saat ini, fokus pencarian dipusatkan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-Leang, Kabupaten Maros, yang juga menjadi lokasi Posko Basarnas. Pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI AU bersama Basarnas yang dijadwalkan pada pukul 16.25 WITA.
(*)
















