- Dari Pupuk Bersubsidi hingga Klinik Kesehatan, KDMP Tamanmartani Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga
- PRSI dan PT Angri Pangan Indonesia Maju Teken MoU Dukung Program Robotika untuk Negeri
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- Hingga Juni 2026 Polda Metro Berhasil Ungkap 3.809 Kasus dan Sita 17,45 Ton Narkotika
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Ribuan Relawan MBG Tasikmalaya Turun ke Jalan, Tegaskan Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis
- Jakarta Fair 2026 Hadirkan Berbagai Booth Laptop Best Seller, Keluaran Terbaru, Dapat Voucher Servis Rp550.000
- Bupati Serap Aspirasi dan Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat, Saat Safari Jumat Di Gunung Purei
Hancur Tatanan LPG 3kg, Pertamina Tidak Bisa Stop Agen-Agen Baru

Keterangan Gambar : Salah satu pengurus Hiswana Migas DPC Tangerang Raya Kabid Gas 3 Kg, Jum'at (10/11/2023)
MEGAPOLITANPOS.COM Kab Tangerang - Pendistribusian gas bersubsidi 3 Kg terus membanjiri Tangerang Raya yang meliputi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Padahal sudah jelas setiap rayon wilayah mempunyai Kouta tersendiri.
Salah satu pengurus Hiswana Migas DPC Tangerang Raya Kabid Gas 3 Kg, Jum'at (10/11/2023) mengatakan, untuk saat ini tatanan LPG 3 Kg hancur lantaran Pertamina tidak bisa menyetop agen-agen baru sehingga tatanan perniagaan konsumen 3kg menjadi perebutan agen baru yang tidak terkendali dengan agen lama.
"Sudah satu tahun yang lalu Hiswana Migas DPC Tangerang Raya sudah memberikan surat kepada Pertamina yang dikoordinasikan juga dgn pihak Pemda dan ESDM provinsi Banten. Isi surat tersebut adalah meminta penghentian untuk ijin agen-agen baru di wilayah Tangerang Raya dikarenakan kondisi penyaluran sudah tidak kondusif over suplly," ujarnya.
Baca Lainnya :
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Bupati Majalengka Lantik 4 Pejabat, RSUD dan Investasi Disorot
Dia menambahkan, surat yang di layangkan Hiswana Migas DPC Tangerang Raya sudah melalui kesepakatan dari seluruh agen Tangerang Raya dan di tanda tangani secara kolektif penolakannya.
"Tapi pada kenyataannya pihak pertamina tidak menghiraukan atau menanggapi surat tersebut. Padahal ini adalah barang subsidi untuk rayat yang seharusnya tidak di hambur-haburkan begitu saja," ungkapnya.
"Tentunya kami dan para agen se-Tangerang Raya juga kecewa kepada pihak-pihak yang membiarkan hal ini terjadi," tambahnya lagi.
Ia menambahkan, bahkan Pemda pun semua kecewa karena surat yang pernah dilayangkan tersebut juga tidak di tindak lanjuti.
"Untuk di ketahui untuk saat ini agen-agen yang tercatat di Hiswana Migas DPC Tangerang Raya sebanyak 170 agen dan kabarnya akan bertambah lagi," tutupnya.
Sementara, salah satu pendiri Hipmata (Himpunan Pemuda Tangerang Raya) Puji Rahman Hakim menambahkan, seharusnya Pertamina dengan Pemerintah Daerah (Pemda) bekerja sama dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Dinas Sosial, karena dialah yang mempunyai data terkait warga miskin.
"Gas 3Kg merupakan barang bersubsidi dan yang berhak mendapatkan gas subsidi tersebut adalah rakyat miskin. Saya menilai Pertamina sudah keliru dan juga harus ada komunikasi dengan Hiswana Migas sebagai Mitra yang jelas-jelas Mitra Pertamina yang tahu situasi kondisi di lapangan," ucapnya. ** (Jhn)









.jpg)







