- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
Gerakan Masjid Indonesia Berdaya Resmi Dideklarasikan: Saatnya Masjid Bangkitkan Ekonomi Umat

Keterangan Gambar : Gerakan Masjid Indonesia Berdaya (GMIB)
MEGAPOLITANPOS.COM: Tangsel-Gerakan nasional dalam rangka memperkuat peran masjid melalui pemberdayaan umat resmi dideklarasikan hari ini di Swiss-BelHotel, Tangerang Selatan. Gerakan bertajuk Masjid Indonesia Berdaya ini diinisiasi oleh Gerakan Masjid Indonesia Berdaya (GMIB) dan dihadiri oleh perwakilan pengurus 200 masjid dari seluruh Indonesia, mulai dari Jabodetabek, Sumatera, Bali, Sulawesi, Maluku hingga Papua.
Gerakan ini mendapat dukungan kolaboratif dari berbagai pihak strategis seperti Kitabisa, ParagonCorp, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai mitra kolaborator. Acara ini menjadi momentum besar bagi para pemakmur masjid untuk saling mengenal, bersinergi, dan membangun kekuatan ekonomi keumatan yang berawal dari masjid.
Agenda kegiatan meliputi silaturahim antar pengurus masjid, membuka pola pikir, meningkatkan literasi manajemen masjid, dan mendengarkan nasehat dari para ulama, serta deklarasi Gerakan Masjid Indonesia Berdaya. Para ulama yang hadir dan memberikan nasehat dalam acara ini antara lain Ustadz Abdi Kurnia Johan, Ustadz Luqmanul Hakim, dan Habib Muhammad bin Anies Shahab. Kehadiran mereka menambah semangat para peserta untuk meneguhkan kembali peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Lainnya :
Ketua Panitia GMIB sekaligus Ketua Umum Yayasan Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ), Prastowo M. Wibowo, menyampaikan bahwa gerakan ini lahir dari semangat untuk menjadikan masjid sebagai pusat kehidupan umat yang utuh. “Kami ingin masjid tidak hanya hidup di waktu- waktu shalat, tetapi juga menjadi pusat kehidupan sosial dan ekonomi. Dari masjid, umat saling mengenal, saling menguatkan, dan saling menumbuhkan. Tidak ada egosentris antar pengurus masjid, yang ada hanyalah sinergi untuk kemaslahatan umat,” ujar Prastowo.
Sementara itu, perwakilan dari Bank Syariah Indonesia (BSI), DR. KH. Yusuf Sidik, Lc., MΑ, menyatakan dukungannya terhadap gerakan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi antara lembaga keuangan syariah dan komunitas masjid. “BSI berkomitmen mendukung gerakan yang menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Kami percaya, masjid memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi keumatan, dan BSI siap menjadi mitra strategis dalam mewujudkannya,” ujarnya.
Gerakan Masjid Indonesia Berdaya (GMIB) merupakan program yang berfokus pada penguatan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat melalui aspek sosial, spiritual, dan ekonomi. Gerakan ini bertujuan membangun jejaring antar pengurus masjid di seluruh Indonesia agar dapat saling bersinergi, menguatkan kapasitas, dan menciptakan ekosistem ekonomi umat yang berkelanjutan, dan semuanya berawal dari masjid.















