Breaking News
- PWI Jaya Matangkan MHT 2026, Total Hadiah Rp255 Juta
- Tan Ngi Hing : Dukung Rasionalisasi Platform Anggaran MBG Rp270 Trilyun 2027
- Dua Polisi Gadungan Diamankan Polsek Jatiuwung
- Tugas Nanggolo : PKDI Blitar Tolak Tawaran ADD Rp12,5 Miliar Dinilai Belum Menjawab Tuntutan
- Konsultasi Publik Pelebaran Jalan Digelar, Bupati Barito Utara Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur
- Miss Jakarta Fair 2026 Usung Misi Pemberdayaan Perempuan, Gabriela Corrine Sugiharto Tampil sebagai Juara
- PM Singapura Lawrence Wong Disambut Presiden Prabowo, Leaders Retreat Perkuat Kemitraan Strategis
- Apel Pagi Pemkot Depok, ASN Diminta Aktif Sukseskan CKG dan Imunisasi Lengkap
- Batara Expo 2026 Resmi Ditutup, Bupati Apresiasi Partisipasi Masyarakat dan Pelaku UMKM
- Bupati Barito Utara Apresiasi Dedikasi Polri pada Syukuran Hut ke 80 Bhayangkara Tingkat Kabupaten Barito Utara
GERAK 98: Rapatkan Barisan, Lawan Dinasti Politik

Keterangan Gambar : Daddy Palgunadi, Gerak 98
Jakarta, Daddy Palgunadi, Juru Bicara GERAK 98 (Gerakan Aktivis 98) mengingatkan etika demokrasi sudah bobrok. Momentum sejarah kembali terulang ketika melawan Orde Baru, kini berganti Neo Orde Baru, menghalalkan segala cara untuk nafsu berkuasa demi status quo Dinasti Politik.
Hal ini disampaikan pasca penetapan Gibran Rakabuming Raka menjadi bacawapres Prabowo Subianto.
“GERAK 98 semakin mantap melawan kebobrokan rezim yang mencoba-coba menggunakan segala cara, menunjukkan gejala penyakit Orde Baru yang dulu kita lawan bersama, kini telah berubah bentuk bertransformasi menjadi Neo Orde Baru. Etika demokrasi murahan dengan tujuan merusak tatanan demokrasi yang kita kawal, bangun bersama mencapai cita-cita reformasi,” ujarnya.
Daddy Palgunadi, yang juga Mantan Aktivis Front Jakarta (Front Aksi Mahasiswa Jakarta) menyatakan kekuasaan itu sungguh nikmat, lawan kita sudah jelas. Seluruh elemen perjuangan rakyat perlu berhimpun, berkonsolidasi untuk bersama-sama melawan.
“Lupakan masa lalu, mari rapatkan barisan menatap masa depan, Republik ini tidak ingin kembali dipimpin oleh pemimpin yang nafsu melanggengkan kekuasaan. Mereka seperti kacang lupa pada kulitnya, sejak lama Kami sudah memperhatikan adanya usaha yang sistematis atas terpilihnya Gibran dan Kami tidak kaget atas dinamika politik saat ini,“ ujarnya.
Daddy menambahkan kontestasi pemilu haruslah jujur dan adil, seluruh elemen haruslah mengamati, memantau proses tersebut, tidak menutup kemungkinan situasi ke depan akan bertambah runyam, yang dikhawatirkan diduga menggunakan elemen aparatur negara, keamanan, birokrasi, dan hukum.
“Pemilu harus jujur dan adil, kami tidak tidur, terus mengamati serta mengkalkulasi skenario politik ke depan. Apabila praduga yang terjadi dengan memanfaatkan atau menggunakan elemen aparatur negara, keamanan, birokrasi, dan hukum. Hal ini dapat beresiko tinggi terhadap stabilitas politik dan ekonomi republik,” ujarnya.
GERAK 98 (Gerakan Aktivis 98) adalah kumpulan aktivis 98 yang tergabung dalam berbagai organ mahasiswa; Forkot, FKSMJ, Frontjak, FAMRED, GEMPUR, Front Kota, FPPHR, GEMA IPB, KPMB dan KB UI serta tersebar di berbagai daerah dan bersama elemen rakyat lain, menumbangkan rezim bobrok Orde Baru dan memulai era Reformasi.


.jpg)














