Breaking News
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- PRSI Dukung Robotic Competition 2026 di Kupang, Pemkot Beri Dukungan Penuh
- BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
- Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
- Ramadhan Berbagi, Dr H. Amrullah: Hadirkan Kebahagiaan Lintas Agama
- Dukung Ketahanan Pangan, Pemerintah Akan Tetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi di 12 Provinsi
DPR, Pentingnya Literasi Digital Bagi Pelaku UMKM di Tanah Air

Jakarta (MegapolitanPos.com): Literasi digital kini menjadi hal yang sangat dibutuhkan, mengingat perkembangan ruang dunia maya yang semakin melesat. Ilmu atau edukasi ihwal ini, menjadi kunci bagi manusia untuk berselancar dengan aman dan nyaman dalam zetiap aktivitas yang dijalani di ruang digital, salah satunya bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanah Air. Anggota Komisi 1 DPR RI, Kresna Dewanata Prosakh memaparkan, dari 73% pengguna internet di Indonesia, hanya sebanyak 18% di antaranya yang menggunakan sebagai kebutuhan UMKM dalam membantu meningkatkan produktifitasnya. Hal itu terbilang cukup disayangkan, pasalnya begitu penting penggunaan internet di era pandemi ini. "Seluruh jaringan UMKM harus bisa memanfaatkan keadaan tersebut. UMKM dijadikan ujung tombak atau sendi-sendi perekonomian negara kita. Di mana UMKM harus sebaik mungkin memanfaatkan internet dan teknologi yang tersedia dan dapat dijangkau hingga pelosok daerah. Pemanfaatan teknologi digital harus sampai ke masyarakat melalui UMKM-UMKM di Indonesia," jelas Kresna dalam Webinar bertajuk "Ngobrol Bareng Legislator : Literasi Digital Bagi Pelaku UMKM" yang berlangsung pada Rabu (6/4/2022). Penggunaan jaringan berbasis internet ini, kata Kresna, dapat berguna untuk mempercepat penjualan produk dan memasarkan prodaknya. Market di Indonesia sendiri merupakan pasar potensial. "Untuk itu betapa pentingnya para pelaku UMKM agar bisa melek digital dan pentingnya literasi digital," ungkapnya. Senada dengannya, VP Commercial Nabati Digital, Hanafi Kurniawan menjelaskan bahwa saat ini di Indonesia perkembangan digital bisnis sangat besar. Perkembangan perusahaan konvensial juga sekarang fokus untuk mengembangkan bisnis digitalnya Total dari 345 juta orang terkoneksi dengan internet. Pengguna internet dan sosial media jauh bertumbuh sesuai populasi. Rata-rata masyarakat Indonesia menggunakan internet sebesar lebih dari 8 jam sehari, dari 8 atau 9 jam itu 3 jam digunakan untuk sosial media. 93% menggunakan youtube, sisanya whatsapp, instagram, sekarang sedang booming tiktok. Aplikasi ini digunakan untuk menjangkau konsumen. "Digital marketing adalah segala bentuk aktivitas pemasaran produk atau jasa menggunakan teknologi digital," kata Hanafi. Menurutnya, jenis-jenis digital marketing ada 4 jenis utama, yang pertama website marketing, website harus mewakili merk, produk, dan layanan secara mengesankan, yang kedua paling banyak digunakan juga email marketing, sering kali digunakan sebagai pancingan untuk mendaftar dan melakukan transaksi, kemudian iklan internet mengiklankan produk di area tertentu atau sasaran tertentu, iklan internet yang paling populer adalah Google Ads dan Facebook Ads, yang terakhir yaitu social media marketing, lebih dalam lagi sosial media marketing yaitu tujuan utama untuk membangun dan meningkatkan kepercayaan terhadap sebuah brand," jelas Hanafi. Selanjutnya penggunaan media sosial dalam memasarkan produk bagi pelaku usaha, memiliki beberapa keunggulan. Diantaranya melakukan promosi di sosial media brand dan produk lebih cepat dikenali, menjadi tempat berinteraksi dengan pelanggan, menunjukan ciri khas brand dan produk, dapat menjangkau lebih banyak orang, meningkatkan kepercayaan pengikut terhadap bisnis. Strategi sosial media marketing. " Kita harus kenali dulu audience kita, Dengan mengenali audience, kamu bisa menentukan bentuk tindakan apa yang cocok untuk melakukan pemasaran di media sosial," terangnya. Terdapat tiga hal yang harus dilakukan ketika melakukan sosial media marketing. Pertama adalah fokus pada tujuan, Kedua, Pilih media sosial yang cocok dengan sasaran konsumen seperti facebook, instagram, twitter, youtube. Ketiga, sajikan konten yang unik, seperti video atau infografis. Sementara Dirjen Aptika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, menyatakan bahwa Kementerian Kominfo hadir untuk menjadi garda terdepan dalam memimpin upaya percepatan transformasi digital Indonesia. Dalam hal ini, Kemenkominfo memiliki peran sebagai regulator, fasilitator, dan ekselerator di bidang digital Indonesia. "Berbagai pelatihan literasi digital yang kami berikan berbasis empat pilar utama, yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital, dan pemahaman digital. Hingga tahun 2021 tahun program literasi digital ini telah berhasil menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat Indonesia," pungkasnya.(ASl/Red/MP).

















