- Geger Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan dan Stempel Kepala Desa di Majalengka
- 35 Siswa SMAN 14 Jakarta Ikuti Sosialisasi Robotika untuk Negeri dari PRSI
- Hadir Pada RKPD 2027, Waket I DPRD Tegaskan Pentingnya Sinergi Antara Eksekutif dan Legislatif
- Forum Perangkat Daerah RKPD 2027 Resmi Dibuka, Tekankan Sinergi dan Efektivitas Program
- Bupati Majalengka: Penerima Bansos Harus Terbuka, Stiker Dipasang untuk Pengawasan Bersama
- Menkop Dorong Polri Perkuat Sinergi Sukseskan Kopdes Merah Putih
- Presiden Anugrahkan Bintang Jasa hingga Satyalancana Wira Karya kepada Penggerak MBG dan Rantai Pasok SPPG Polri
- MI Al-Furqon Menggelar Kegiatan Tarhib Ramadhan Tahun 1447 H
- HPN 2026 dan HUT PWI ke 80 : Adityawarman Adil Apresiasi Peluncuran Ambulans PWI Kota Bogor
- Tarhib RamadhanTPA Arrahman Kalibata, Pawai Bareng Orangtua Santri
Dinkes Kota Kediri Dituding LSM Sembunyikan Anggaran Rehab Puskesmas Hingga Penanganan Pandemi

Keterangan Gambar : Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri, Jawa Timur, menerima puluhan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat Rakyat Muda Bersatu (LSM Ratu). Selasa, (27/02/2024).
MEGAPOLITANPOS.COM KEDIRI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri, Jawa Timur, menerima puluhan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat Rakyat Muda Bersatu (LSM Ratu). Selasa, (27/02/2024).
LSM Ratu dengan dipimpin Saiful Iskak, menggelar aksi demo dan menuduh kurang transparansinya pengelolaan keuangan anggaran tahun 2020 hingga 2022 oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), Kota Kediri.
"Kami kesulitan untuk mencari dan meminta keterbukaan informasi pengelolaan keuangan anggaran dari Dinkes. Harusnya Dinkes transparan dan terbuka karena anggarannya tidak sedikit, bahkan yang saya tahu hingga ratusan miliar,”ungkap Saiful.
Baca Lainnya :
- Geger Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan dan Stempel Kepala Desa di Majalengka
- Bupati Majalengka: Penerima Bansos Harus Terbuka, Stiker Dipasang untuk Pengawasan Bersama
- PWI Majalengka Rayakan HPN 2026, Pers Didorong Terus Jadi Garda Terdepan Demokrasi
- Pembangunan Flyover Sudirman dan Batuceper Solusi Mengatasi Kemacetan
- DPRD Kota Tangerang Dukung Program Isbat Nikah Pemkot untuk Perkuat Perlindungan Keluarga
Saiful menuding Dinkes menyembunyikan anggaran dan dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum tentang anggaran untuk rehab puskesmas. Belum lagi anggaran saat waktu penanganan pandemi.
“Kalau dugaan banyak dan itu potensi karena tidak transparan, jadi potensi terjadi ada hal-hal yang melawan hukum karena potensinya itu sangat besar. Jumlah anggarannya juga luar biasa,” paparnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Kediri yang diwakili Baidowi sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan menyebutkan jika dilakukan audiensi dengan maksud pihak LSM Ratu meminta data dan akan disampaikan melalui Kadinkes.
“Permintaan dari LSM Ratu tadi minta data, nanti kami sampaikan ke bapak Kadinkes. Tapi ada informasi, kalau semua data itu ada mekanismenya yaitu melalui PPID Kota Kediri”pungkas Baidowi. ** (Hamzah)

















