Breaking News
- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- PRSI Dukung Robotic Competition 2026 di Kupang, Pemkot Beri Dukungan Penuh
- BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
- Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
- Ramadhan Berbagi, Dr H. Amrullah: Hadirkan Kebahagiaan Lintas Agama
Dinilai Mandul, Perkumpulan Para Aparat Desa Ini Terancam Bubar

Poto: Kades Karangsono, Bagas Nanggolo Yudho Dili Prasetiono, vs Ketua PAPDESI, Tri Hariono. Blitar(MegapolitanPos.com) - Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia(PAPDESI)Sebuah perkumpulan bagi Aparatur Pemerintah Desa yang bertujuan agar dapat membangun desa lebih maju dan berkembang. PAPDESI yang dideklarasikan pada 30 November 2021, sebelumnya bernama Asosiasi Pemerintah Desa (APD). Kini baru se-umur jagung, Kontroversi kepemimpinan Tri Hariono sebagai Ketua PAPDESI banyak menuai pro dan kontra dalam internal sendiri. Kontoversi sendiri muncul justru dari Wakil Ketua PAPDESI Bagas Nanggolo Yudho Dili Prasetiono, entah apa yang melatar belakangi pecahnya perkumpulan para perangkat desa tersebut. Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso yang turut hadir pada peresmian perkumpulannya di Kawasan Wisata Edukasi Kampung Cokelat, pernah berpesan" terselenggaranya PAPDESI Kabupaten Blitar terhadap para kepala desa (kades) se- Kabupaten Blitar. Ia menilai kegiatan ini bisa menjadi tonggak awal perangkat desa dalam membangun desa lebih maju dan berkembang. " Saya berharap agar pengurus lembaga ini menjadikan PAPDESI sebagai sarana bagi peningkatan tata kelola pemerintahan desa yang semakin unggul dalam segala hal pelayanan masyarakat," kata Wabup Rahmat. Namun kenapa sejak pemilihan organisasi yang didengungkan serta menjadi tempat naungan bagi 220 Kepala Desa ( PAPDESI. Red) lembaga yang memiliki kepengurusan hingga pusat ini yang diharapkan bisa mempermudah semua urusan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat menjadi vakum alias mandul. Wakil ketua PAPDESI yang juga sebagai Kepala Desa Karangsono, Bagas Nanggolo Yudho Dili Prasetiono, menilai lembaga ini tumpul alias mandul. " Padahal dengan pembentukan lembaga ini, setelah berganti nama dari Asosiasi Pemerintah Desa (APD), para Kepala Desa ini melalui Induk lembaga yang lebih lengkap kepengurusannya mulai dari pusat sampai ke pelosok Negeri "PAPDESI" seharusnya lebih bertaring kiprahnya di Kabupaten Blitar, menaungi, dan sekaligus menjadi mitra kerja Pemkab Blitar dalam menunjang dan memperjuangkan pemerataan pembangunan di segala aspek kehidupan rakyat Kabupaten Blitar," tukasnya. Sementara Kepala Desa di Kecamatan Bakung, Supriono Kades Tumpakoyot ketika dimintai tanggapannya mengatakan enggan berkomentar lebih jauh dan merasa nyaman walau tanpa PAPDESI. " aku ora papdesi papdesian tak urip dewe ae ( Saya tidak Papdesi Papdesian tak hidup sedirian saja, Red )," tegas Kades Tumpakoyot. (za/Red/mp).

















