- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
Diduga Pakai Limbah Aspal, Anggota Dewan Provinsi Banten Protes Proyek Jalan Lingkungan

Keterangan Gambar : Pengerjaan Jalan yang diduga 0akai limbah aspal
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten, H. A, Jazuli Abdillah mengaku kecewa dengan proyek pengerjaan jalan di lingkungan RW 04 Kelurahan Sudimara Selatan Kecamatan Ciledug Kota Tangerang yang diduga menggunakan bahan limbah dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan.
Ia menilai, volume dan kualitas proyek pengerjaan jalan di lingkungan RW 04 tidak sesuai dengan aspirasi yang sudah dianggarkan sebelumnya.
"Berdasarkan laporan dari masyarakat hasil pembangunan fasilitas sarana umum, kita meminta kepada Dinas Perkim untuk betul betul mengontrol dan menegur pelaksana dan konsultan pengawasan dari proyek pembangunan jalan tersebut," ungkap Jazuli kepada wartawan minggu (25/12/2022).
Baca Lainnya :
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Sebanyak 19 Ribu keluarga Miskin PBP Kota Blitar Menerima Bantuan
Kondisi proyek jalan lingkungan yang diduga kurang sesuai dengan spesifikasi tersebut, Jazuli mendesak kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman untuk lebih selektif dalam menentukan pelaksana agar kedepan kejadian serupa tidak lagi terjadi.
"Saya malu dengan warga yang kecewa dengan kondisi pembangunan jalan lingkungan yang saya kira tidak sesuai, apalagi berdasarkan laporan yang kami terima bahan baku yang digunakan terindikasi asal asalan," jelas Politisi Partai Demokrat tersebut.
Ia juga mendesak kepada dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman untuk bertanggungjawab atas dugaan kecerobohan dan kelalaian yang disinyalir dilakukan oleh pelaksana proyek jalan lingkungan
"Jangan dibayarkan dulu tagihannya, suruh itu pelaksana untuk memperbaiki pekerjaannya sesuai dengan spesifikasi dan volumenya," jelas dia.
Menurut dia, tidak ada alasan bagi dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman untuk berkilah atas dugaan kecerobohan dan kelalaian yang membuat masyarakat dirugikan.
"Saya mewakili rakyat yang kecewa dengan akibat yang timbul dari dugaan kelalaian dan kecerobohan dari Dinas Perkim yang asal tunjuk pelaksana," ungkap dia.
Sebelumnya, Usulan aspirasi Jalan Lingkungan (Aspal) Anggota DPRD Provinsi A. Jazuli Abdillah di lingkungan RW 04 Kelurahan Sudimara Selatan Kecamatan Ciledug Kota Tangerang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan.
Hal itu diungkapkan Musa Wijaya, Koordinator Aliansi Rakyat Tangerang (Alerta) kepada wartawan menyusul ditemukannya beberapa kejanggalan atas proyek pengerjaan jalan lingkungan.
"Malah jauh darikata aspal, diduga cuman hanya batu kerikil atau scrab (limbah aspal) yang digunakan," kata Musa Wijaya kepada pewarta sabtu (25/12/2022).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, buruknya proyek pengerjaan jalan lingkungan bukan hanya di lingkungan RW 04 Kelurahan Sudimara Selatan Kecamatan Ciledug Kota Tangerang akan tetapi hal yang sama juga terjadi dibeberapa titik lainnya.
"Pelaksana yang sama juga disinyalir mengerjakan lebih dari 5 titik di perkim banten, jika model pengerjaannya seperti ini, maka sudah pasti masyarakat yang dirugikan," ungkap Musa.Jhn
















