- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang melaksanakan kegiatan Pembayaran Uang Ganti Rugi Pengadaan Tanah untuk pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja Seksi 2A
- RDP dengan Komisi II DPR RI, Sekjen ATR/BPN Laporkan Capaian Pelaksanaan Tujuh Layanan Prioritas
- Sekjen ATR/BPN: Layanan Pertanahan Capai 8,4 Juta Berkas Setiap Tahunnya
- Jadi Pembicara di Diklat Pratama DPP GMPK, Menteri Nusron: Nasionalisme Menjadikan Bangsa yang Kuat
- Ketua Bidang Perempuan PKS Dorong Kampus Bahas Isu Homoseksualitas Secara Objektif dan Menyeluruh
- Pangdam Jaya Sambangi Polda Metro dan Beri Ucapan HUT Bhayangkara ke-80
- Bupati Shalahuddin Tandai Dimulainya Penataan Kawasan Kumuh Lanjas dan Pembangunan Water Front City
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Banjir Produk Gratis, dari Makanan hingga Perawatan Tubuh
- Bhayangkara ke-80, Kasus Kekerasan Anak Terungkap di Majalengka
Diduga Asal-Asalan, Proyek Pemasangan Uditch Senilai Hampir 100 Juta di Keluhkan Warga Gelam Jaya

Keterangan Gambar : Uditch yang diduga dikerjakan terkesan asal asalan
MEGAPOLITANPOS.COM, KAB TANGERANG -- Proyek pemasangan Uditch di Perum Villa Regensi, RT 01 RW 10, Desa Gelam Jaya dikeluhkan warga. Pasalnya, proyek pemasangan Uditch tersebut dinilai asal-asalan dan acak-acakan.
Selaku warga, H. Mukhlisin, SH., yang juga Caleg 2024 dari partai PDI Perjuangan mengatakan, saya selaku masyarakat merasa kurang puas dengan hasil kinerja proyek pemasangan Uditch yang pengerjaanya asal jadi.
Baca Lainnya :
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
- Bhayangkara ke-80, Kasus Kekerasan Anak Terungkap di Majalengka
- Polres Majalengka Sikat Jambret, Tangkap Pelaku Hitungan Jam
- Jawaban Bupati Majalengka Soal APBD 2025 : PAD, Pajak, hingga Infrastruktur
- Iing Misbahuddin Soroti 87 Tambang Ilegal, Pajak Majalengka Bocor
"Kami minta proyek pemasangan Uditch dikerjakan sesuai Speck karena anggaranya kan lumayan, jangan terkesan asal jadi yang nantinya berdampak saat musim hujan," tandasnya.
Salah satu warga lainya, Tedy Cung menuturkan, awalnya dirinya merasa senang dengan pengerjaan tersebut lantaran drainase yang ada dilingkunganya hendak diperbaiki dengan memasang Uditch.
"Sebenarnya niatnya bagus untuk memperbaiki lingkungan, tapi setelah melihat pengerjaanya, kami merasa kecewa karena dikerjakan asal-asalan dan acak-acakan," ungkapnya.
Menurutnya, proyek ini bukan menyelesaikan masalah malah bisa menimbulkan masalah baru ketika musim hujan tiba.
"Ini yang digali yang tinggi jadinya rendah sehingga dikhawatirkan aliran sungai tidak mengalir maksimal. Dengan yang di depan sama pengerjaanya saya lihat asal-asalan," kata Tedy saat dihubungi wartawan via WhatsApp. Senin (4/8/2023).
Ia berharap, Uditch dipasang sesuai jalur lurus, rumahnya yang maju-maju dibongkar agar Uditch bisa dipasang jadi tidak putus-putus pemasanganya tidak maksimal.
"Waktu ngukurnya kan lurus, bukan hanya saya warga lain juga mengeluhkan pengerjaan Uditch ini," tutupnya.
Untuk ketahui proyek tersebut di kerjakan oleh CV . Roselina Qaila Anshtara, menggunakan anggaran APBD Kabupaten Tengerang/TA. 2023 dengan nilai Rp99,877,000,00-dengan estimasi pengerjaan selama 30 hari kalender. (Tim)
















