- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
- Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
Diduga Asal-Asalan, Proyek Pemasangan Uditch Senilai Hampir 100 Juta di Keluhkan Warga Gelam Jaya

Keterangan Gambar : Uditch yang diduga dikerjakan terkesan asal asalan
MEGAPOLITANPOS.COM, KAB TANGERANG -- Proyek pemasangan Uditch di Perum Villa Regensi, RT 01 RW 10, Desa Gelam Jaya dikeluhkan warga. Pasalnya, proyek pemasangan Uditch tersebut dinilai asal-asalan dan acak-acakan.
Selaku warga, H. Mukhlisin, SH., yang juga Caleg 2024 dari partai PDI Perjuangan mengatakan, saya selaku masyarakat merasa kurang puas dengan hasil kinerja proyek pemasangan Uditch yang pengerjaanya asal jadi.
Baca Lainnya :
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
"Kami minta proyek pemasangan Uditch dikerjakan sesuai Speck karena anggaranya kan lumayan, jangan terkesan asal jadi yang nantinya berdampak saat musim hujan," tandasnya.
Salah satu warga lainya, Tedy Cung menuturkan, awalnya dirinya merasa senang dengan pengerjaan tersebut lantaran drainase yang ada dilingkunganya hendak diperbaiki dengan memasang Uditch.
"Sebenarnya niatnya bagus untuk memperbaiki lingkungan, tapi setelah melihat pengerjaanya, kami merasa kecewa karena dikerjakan asal-asalan dan acak-acakan," ungkapnya.
Menurutnya, proyek ini bukan menyelesaikan masalah malah bisa menimbulkan masalah baru ketika musim hujan tiba.
"Ini yang digali yang tinggi jadinya rendah sehingga dikhawatirkan aliran sungai tidak mengalir maksimal. Dengan yang di depan sama pengerjaanya saya lihat asal-asalan," kata Tedy saat dihubungi wartawan via WhatsApp. Senin (4/8/2023).
Ia berharap, Uditch dipasang sesuai jalur lurus, rumahnya yang maju-maju dibongkar agar Uditch bisa dipasang jadi tidak putus-putus pemasanganya tidak maksimal.
"Waktu ngukurnya kan lurus, bukan hanya saya warga lain juga mengeluhkan pengerjaan Uditch ini," tutupnya.
Untuk ketahui proyek tersebut di kerjakan oleh CV . Roselina Qaila Anshtara, menggunakan anggaran APBD Kabupaten Tengerang/TA. 2023 dengan nilai Rp99,877,000,00-dengan estimasi pengerjaan selama 30 hari kalender. (Tim)

















