- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- Kompetitif di 4 Putaran Awal, Tim HRI Target Raih Gelar Juara Nasional Akhir Pekan Ini di Mandalika
- Jaga Stabilitas Keamanan, Babinsa Koramil Ciledug Dan Pondok Aren Patroli Malam Bersama Komduk.
- Mediasi Dugaan Limbah Greenfields Memanas, kenapa Pejabat Masih Baru Akan Turun ke Lokasi.
- Pemkab Barut Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal dan Cegah Stunting Lewat Lomba Cipta Menu B2SA
- Ketua TP-PKK Barito Utara Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting melalui Pangan B2SA
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
- Tokoh Masyarakat Lahei Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dalam Persoalan Jalan Hauling
- Dandim 0510/Tigaraksa Dukung Ketahanan Pangan, Panen Padi Sawah dan Pemberian Bantuan Sarana Pertanian
Dengar Langsung Curhatan Ibu-Ibu, Anggota DPR RI Annisa Mahesa Dorong Peningkatan Kualitas Program Makan Bergizi Gratis
dorong peningkatan kualitas program

Keterangan Gambar : sosialisasi peningkatan
Megapolitanpos.com Kota Serang - Anggota DPR RI Annisa Mahesa melaksanakan kegiatan reses di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, khususnya terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi perhatian nasional. (14/10/2025)
Dalam dialog bersama para ibu, sejumlah persoalan mencuat terkait kualitas dan pengelolaan makanan yang diterima anak-anak sekolah. Beberapa keluhan yang disampaikan warga seperti makanan yang cepat basi, menu kurang variatif, dan menu yang kurang sesuai dengan lidah anak-anak.
Menanggapi hal tersebut, Annisa Mahesa menyampaikan bahwa tantangan utama dari program MBG memang terletak pada bagaimana menyediakan makanan sehat, bergizi, sekaligus tetap lezat dan disukai anak-anak. “Memang salah satu hal yang membuat bimbang dari program MBG adalah bagaimana caranya memberikan makanan sehat dan bergizi dengan tetap nikmat, supaya anak-anak tetap merasa suka. Berdasarkan laporan, memang banyak dikatakan bahwa makanan-makanan yang disediakan belum sesuai dengan lidah anak-anak,” ujar Annisa.
Baca Lainnya :
Annisa juga menambahkan, sebelumnya telah dilakukan kajian bersama Ahli Gizi dr. Tan Shot Yen, yang memberikan berbagai masukan terkait pengaturan gizi seimbang dan pengelolaan bahan makanan. “Kemarin sudah ada ahli gizi, dr. Tan Shot Yen, yang luar biasa memberikan ilmunya tentang gizi. Saat ini sedang dikaji bersama-sama untuk mendapatkan solusi terbaik,” jelasnya.
Menurut Annisa, tata kelola program MBG perlu mendapat perhatian lebih serius, baik dari segi perencanaan maupun pelaksanaan di lapangan.
“Pemerintah sudah seharusnya berbenah dan menerima masukan dari masyarakat. Perlu pengawasan yang ketat agar anak-anak kita benar-benar mendapatkan gizi yang layak,” tegasnya.
Selain itu, Badan Gizi Nasional juga telah memberikan imbauan agar proses persiapan makanan tidak dilakukan terlalu jauh dari waktu distribusi, demi menjaga kualitas dan keamanan konsumsi. “Terkait hal ini, dibutuhkan aturan dan implementasi yang serius agar kejadian yang membahayakan siswa bisa diminimalisir,” tambah Annisa.
Melalui kegiatan reses ini, Annisa Mahesa menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi anak-anak Indonesia.
Ia menekankan bahwa program MBG bukan sekadar soal penyediaan makanan gratis, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
Annisa juga menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat akan menjadi bahan masukan berharga dalam proses pengawasan dan evaluasi program di tingkat pusat. Ia berharap, melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya, pelaksanaan program MBG kedepannya dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan gizi anak-anak di setiap daerah.
"Program ini adalah bentuk nyata perhatian negara terhadap masa depan anak-anak Indonesia. Karena itu, pelaksanaannya harus kita kawal bersama agar setiap anak bisa tumbuh sehat, cerdas, dan kuat.” tutur Annisa.





.jpg)





.jpg)




