Breaking News
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
- DPRD Apresiasi Gerak Cepat PUPR, Namun Soroti Kualitas
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- Ditreskrimsus Polda Metro Bongkar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu di Bogor
- BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas
- Stabilitas BBM Jadi Prioritas, Wabup Felix Dorong MBSM Maksimal Layani Warga
- Majalengka Ngebut! Groundbreaking KIEM Buka Jalan Ribuan Lapangan Kerja
- Layanan Kesehatan Gratis untuk Nasabah, Pemkab Barito Utara Gandeng BPD Kalteng
- DPRD Dukung Pembenahan BUMD, Tajeri Soroti Pelayanan BBM
- Menuju 500 Tahun Jakarta, PWI Jaya Siapkan Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin ke-52
DASHAT dan BAST Dua Gerakan Penanggulangan Stunting di Murung Raya

MEGAPOLITANPOS.COM, Murung Raya-DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) dan BAST (Bapak Asuh Anak Stunting) merupakan dua program yang digencarkan oleh Tim Terpadu Penanggulangan Stunting wilayah Kabupaten Murung Raya saat ini. Dua program ini merupakan gerakan gotong royong antara mitra pemerintah, pihak swasta dan masyarakat serta perorangan dalam rangka menurunkan angka stunting yang terbilang cukup tinggi saat ini di kabupaten yang berjuluk “Tana Malai Tolung Lingu” ini. Wakil Bupati Murung Raya Rejikinoor, S. Sos mengatakan, kedua gerakan tersebut sifatnya mengkampanyekan perubahan prilaku masyarakat, dengan memberikan pemahaman dan penyadaran kepada orangtua yang akan ataupun telah memiliki balita, agar lebih focus kepada pemenuhan gizi anak. “Setiap orangtua wajib memperhatikan asupan gizi bagi ibu hamil maupun balita, di DASHAT setiap 15 desa yang merupakan lokus stunting wajib aktif dan wajib dukung oleh pemerintah desanya baik dalam bentuk tenaga dan dana khususnya,” kata Rejikinoor saat di wawancarai awak media usai membuka kegiatan Audit Kasus Stunting di Aula Gedung B Kantor Bupati Mura, Rabu (29/6/2022). Salah satu contoh kemajuan positif dari gerakan DASHAT ini, seperti di wilayah Kecamatan Murung yaitu Desa Mangkahui dan Desa Panuut selama kurun waktu 8 (delapan) minggu terakhir kedua desa ini berhasil meloloskan sebanyak 16 (enam belas) orang anak dari ancaman stunting. “Kegiatan ini terbukti mampu mengubah pola pikir para orangtua dalam pola asuh dan pemberian nutrisi yang bergizi, seimbang dan beragam. Sehingga sangat perlu di dukung penuh oleh semua pihak terkait,” ungkap Wakil Bupati lagi. “Intervensi dari pemerintah melalui keputusan bupati terus kita kuatkan dan tingkatkan melalui dinas terkait, salah satunya menyiapkan dana untuk Rumah Gizi atau DASHAT,” tandasnya. (Aseng Mura)








.jpg)

.jpg)






