- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- DPRD Dukung Langkah Penguatan Penanganan Karhutla dan BBM di Barito Utara
- Wakil Ketua DPRD Barito Utara Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- DPRD Barito Utara Hadiri Seluruh Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Pimpin Rapat Karhutla dan BBM, Bupati Tekankan Bangun Koordinasi dan Kumonikasi Yang Cepat
- Diduga Lalai Mematikan Kompor LPG Warung Pujasera Istana Gebang Nyaris Ludes Terbakar
- Warung Tiwul hingga Sate Taichan Ludes, UMKM Rasakan Manfaat Kumpul Bersama Rakyat
- Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
Cegah Bersama DBD, Sachrudin Luncurkan Gerakan Baba Resik 10.10 di ASEAN Dengue Day

Keterangan Gambar : Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, di GOR Cibodas, Jumat (4/07/2025).
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Dalam rangka memperingati Hari Demam Berdarah ASEAN (ASEAN Dengue Day), Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan meluncurkan Gerakan Bersama Berantas Sarang Nyamuk Aedes dan Jentik (Baba Resik 10.10). Peluncuran ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, di GOR Cibodas, Jumat (4/07/2025).
Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya Baba Resik 10.10 sebagai gerakan bersama untuk membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua, mulai dari diri sendiri, keluarga, sampai lingkungan sekitar,” ujar Sachrudin.
Baca Lainnya :
- Komisi Ii DPRD Kota Tangerang Apresiasi Program CKG
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
Ia juga menyampaikan bahwa peluncuran Baba Resik 10.10 bertepatan dengan ASEAN Dengue Day ini menjadi simbol semangat gotong royong masyarakat Tangerang untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).
“Kesadaran bersama inilah yang menyatukan kita hari ini,” tambahnya.
Sachrudin juga menegaskan, Pemkot Tangerang terus menghadirkan berbagai inovasi di bidang kesehatan, termasuk pemerataan akses layanan kesehatan dari tingkat dasar sampai rujukan lanjutan.
“Dengan semangat perubahan dan kesadaran untuk hidup bersih mulai dari diri sendiri, kita optimis masyarakat Tangerang akan semakin sehat dan sejahtera,” katanya.
Meski begitu, menurut Sachrudin, masalah kesehatan yang berkaitan dengan lingkungan tetap menjadi PR bersama. Penyakit seperti DBD, diare, leptospirosis, penyakit kulit, hingga pneumonia sering muncul akibat lingkungan yang kurang bersih.
“Bukan cuma kader Posyandu yang harus jadi ‘Si Resik’. Sebenarnya, kita semua adalah ‘Si Resik’, penjaga kebersihan diri dan lingkungan,” imbaunya.
Di akhir sambutan, ia berpesan agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan.
“Lingkungan yang bersih, insya Allah bikin kita sehat. Kalau badan sehat, kita bisa belajar lebih fokus, kerja lebih produktif, dan berkontribusi lebih baik untuk Kota Tangerang,” tutupnya.
Gerakan Baba Resik 10.10 ini juga langsung diikuti aksi bersih-bersih serentak di seluruh wilayah Kota Tangerang. Masyarakat diajak rutin memberantas sarang nyamuk Aedes dan jentiknya di 10 tempat berbeda, cukup 10 menit saja, setiap Jumat di minggu pertama dan ketiga setiap bulannya.
Adapun 10 tempat yang jadi sasaran adalah: tampungan air dispenser, tampungan air kulkas, tempat minum hewan peliharaan, tatakan pot bunga, vas tanaman air, tampungan air dari AC, pakaian yang digantung, ember atau bak mandi, barang bekas di halaman yang bisa menampung air, serta tempat sampah dan genangan air lainnya. ** (Jhn)

















