Breaking News
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
- Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
- Ramadhan Berbagi, Dr H. Amrullah: Hadirkan Kebahagiaan Lintas Agama
- Dukung Ketahanan Pangan, Pemerintah Akan Tetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi di 12 Provinsi
- Sosialisasi Regulasi tentang Organisasi dan Tata Kerja, Sekjen ATR/BPN Tekankan Empat Pesan Strategis
- DPRD Barito Utara Hadir di Batu Raya I, Serap Aspirasi Warga Lewat Safari Ramadhan
- Wisata Belanja Ramadhan 2026, 819 Anak di Barito Utara Dapat Bantuan Belanja Lebaran
- Pemkab Barito Utara Gelar Pasar Murah dan Bagikan Sembako Gratis, Upaya Tekan Inflasi Jelang Idul Fitri
Bupati Blitar Paparkan Percepatan Proyek Strategis Daerah di Bappenas

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar -Bupati Blitar, Hj Rini Syarifah didampingi Kepala Bappeda dan OPD terkait, saat paparan proyek strategis daerah di Bappenas. Bupati Blitar Hj Rini Sjarifah memaparkan proyek-proyek strategis daerah di Kabupaten Blitar, agar mendapat dukungan untuk dilakukan percepatan di hadapan pejabat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, baru baru ini. Bupati Blitar yang akrap disapa Mak Rini berangkat ke Jakarta didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Blitar Jumali, Spd.MAP, Kepala DPKAD Kabupaten Blitar Kurdiyanto, SE.MM, Kepala Dinas PMD Kabupaten Blitar Rully Prasetyanto, S.STP.ME, Anggota TP2ID Kabupaten Blitar Dr Sigit Purnomo, ST dan Ketua Dekranasda Kabupaten Blitar H Zaenal Arifin. Sedangkan dari Bappenas, hadir Dr Slamet Sudarsono (Deputi Bidang Politik Hukum, Pertahanan dan Keamanan) serta Dr Erwin SE.DEA.MSi (Staf Ahli Bidang Energi, Ekonomi dan Pembiayaan). Sejumlah proyek yang dipaparkan Mak Rini antara lain, jalan lintas selatan (Pansela), perbaikan geometric pelurusan jalan Brongkos-Lahor yang terdiri dari perbaikan geometrik jembatan Sungai Bambang, perbaikan geometric jembatan Sungai Legi, geometric Sungai Lahor. “Untuk perbaikan geometric Sungai Tuwuh, telah selesai dan akhir Pebruari telah dioperasikan,” tutur Bupati Blitar perempuan pertama ini. Beberapa kendala disampaikan oleh Mak Rini, antara lain keterlambatan pembebasan lahan. Misalnya untuk perbaikan geometric, pelurusan jalan baru milik perhutani yang sudah dibebaskan. “Kita cukup mengganti tegakan saja, sedangkan proses di Perhutani simple karena aturannya jelas,” kata perempuan yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar ini. Untuk pembebasan lahan milik warga, diungkapkan Mak Rini diperlukan apraisel dan biaya yang dikeluarkan cukup besar. “Sesuai DID kita harus menyiapkan anggaran sekitar Rp 10 miliar, meski demikian Pemkab Blitar siap menyediakan anggaran tersebut,” ungkapnya. Sedangkan untuk pembangunan Pansela, lanjut Mak Rini proses pembebasan lahan masih menunggu perubahan Phrase. Dana yang dibutuhkan untuk itu sebesar Rp 20,5 miliar. “Kita sudah sediakan Rp 4,1 miliar, sisanya nanti dianggarkan di PAK Tahun 2022 ini,” tandasnya. Sejumlah proyek lain yang memerlukan dukungan mendesak dari pemerintah pusat, dipaparkan Mak Rini yakni perbaikan jalan Pabrik Gula PT Rejoso Manis Indo (RMI) di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun. Serta pembangunan pengembangan Wisata Gua Mbultuk di Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung. “Kita minta segera dicarikan solusinya, agar bisa cepat selesai,” imbuh putri dari sesepuh PKB Blitar ini. Selanjutnya menanggapi paparan orang nomor satu di Kabupaten Blitar tersebut, Slamet Sudarsono berjanji akan membantu dengan mengawal proyek-proyek strategis di Kabupaten Blitar. “Sepanjang sesuai regulasi kami akan kawal, kalau ada kendala kita carikan solusinya. Apalagi proyek proyek itu juga masuk proyek strategis Nasional yang ditetapkan dalam Perpres 80 Tahun 2019,” ujar Slamet yang juga putra daerah Blitar ini. Slamet menambahkan pihaknya menyarankan agar persoalan pembebasan lahan, untuk proyek - proyek strategis tersebut segera diselesaikan terlebih dahulu. “Karena ini menyangkut kebutuhan dasar, jangan sampai proyek fisik siap tapi lahannya belum dibebaskan,” pungkasnya.(za/mp)

















