- Tarhib RamadhanTPA Arrahman Kalibata, Pawai Bareng Orangtua Santri
- Telkomsat Tegaskan Peran Strategis di Kepengurusan Baru ASSI 2026–2029
- Punya Riwayat GERD atau Maag? Ini Checklist Sebelum Minum Apa Pun
- Musrenbang Teweh Baru Digelar, Hj Nety Herawati Tekankan Pembangunan Tepat Sasaran
- PWI Majalengka Rayakan HPN 2026, Pers Didorong Terus Jadi Garda Terdepan Demokrasi
- Musrenbang Teweh Baru, DPRD Siap Kawal Prioritas Pembangunan 2027
- Ketua DPRD Barito Utara Tekankan Sinkronisasi Program dalam Musrenbang Gunung Timang
- Ramadhan 1447 H, Zakat Fitrah Majalengka Rp. 40 Ribu
- H Tajeri Soroti Maraknya Narkoba di Kalteng, Ajak Semua Elemen Bergerak Bersama
- Penyalahgunaan Narkoba di Kalteng Meningkat, DPRD Barut Soroti Sulitnya Tangkap Bandar
Buku Rahasia Sukses Pembinaan Pemuda Papua Dilaunching, Ada Testimoni Eks Wapres hingga Rhenald Kasali

MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Buku yang mengupas rahasia sukses pembinaan pemuda Papua resmi dilaunching dan telah beredar di pasaran. Buku berjudul Pemberdayaan Ekonomi Pemuda: Menggapai Potensi Tanpa Batas karya jurnalis dan penulis muda Adhim Mugni Mubaroq asal Majalengka ini mendapat perhatian luas serta testimoni dari sejumlah tokoh nasional, mulai dari mantan Wakil Presiden RI Maruf Amin hingga akademisi Prof. Rhenald Kasali.
Dalam buku ini juga ada ulasan dari para pemuda Papua, Aceh. Data-data statistik serta sejumlah rahasia yang mengungkapkan bagaimana pemuda diajak, dibina lalu mandiri secara kolektif kolegial.
Peluncuran buku tersebut akan dirangkai dalam Seminar Bedah Buku yang digelar oleh Keluarga Mahasiswa Majalengka (KEMKA) Jakarta.
Baca Lainnya :
- PWI Majalengka Rayakan HPN 2026, Pers Didorong Terus Jadi Garda Terdepan Demokrasi
- Ramadhan 1447 H, Zakat Fitrah Majalengka Rp. 40 Ribu
- HUT Majalengka ke-186, Ketua Komisi III DPRD: Sejarah Pijakan, Inovasi Jalan Menuju Langkung SAE
- TMMD ke-127 Resmi Dimulai di Majalengka, Sinergi TNI dan Pemda Bangun Infrastruktur Desa
- Majalengka Ubah Penetapan Hari Jadi, Kirab dan Ziarah Jadi Penanda Awal
Ketua Pelaksana kegiatan, Aldi Muhamad Rifaldi, mengatakan seminar ini tidak sekadar agenda seremonial, melainkan ruang berbagi pengalaman pembangunan berbasis pemuda.
"Kami ingin seminar ini menjadi ruang belajar bersama. Buku ini bukan hanya menceritakan Papua, tetapi memberi contoh nyata bagaimana pemuda bisa menjadi penggerak perubahan dari daerah," kata Aldi, Kamis (18/12/2025).
Seminar Bedah Buku dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 21 Desember 2025, pukul 08.00–12.00 WIB, di Aula Student Center (SC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dalam buku setebal lebih dari 150 halaman tersebut, Adhim menuliskan pengalamannya melakukan observasi lapangan selama lebih dari dua tahun di Papua serta sebagian wilayah Aceh. Ia merekam perjalanan Papua Youth Creative Hub (PYCH) di Jayapura dan replikasinya di Aceh melalui AMANAH Youth Creative Hub.
Adhim menegaskan, pembangunan Papua tidak cukup hanya dengan pendekatan administratif.
Ia menilai, keberhasilan PYCH lahir dari pendekatan pendampingan yang nyata, bukan sekadar program di atas kertas.
"Papua tidak butuh banyak konsep. Papua butuh pendampingan yang mau hidup, bekerja, dan tumbuh, serta mengerti bersama mereka," tulisnya.
Buku ini juga mengulas peran Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang percepatan pembangunan kesejahteraan Papua dan Papua Barat, yang diimplementasikan melalui pendampingan lintas sektor, termasuk oleh Badan Intelijen Negara (BIN).
Sosok Made Kartikajaya, yang saat itu menjabat Deputi IV Bidang Ekonomi Intelijen BIN, disebut sebagai figur penting dalam pendampingan lapangan. Adhim menggambarkan Made sebagai pemimpin yang tidak hanya merancang konsep, tetapi hadir langsung di tengah anak muda Papua.
"Pak Made bukan hanya bicara bagaimana membangun Papua, tetapi menunjukkan bagaimana caranya benar-benar bersama dan mengerti masyarakat Papua. Dia ahli konsep dan eksekusi lapangan dengan baik," tulis Adhim.
Ketua Umum PYCH, Simon Tabuni, juga memberikan kesaksian dalam buku tersebut.
"Pak Made memberi contoh lewat tindakan. Cara bicara, cara bekerja, dan cara menghargai orang Papua menjadi teladan bagi kami," ujar Simon.
Tak hanya itu, tokoh nasional memberikan testimoni di buku ini, mulai dari eks Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, eks Menpora Ario Bimo Nandito Ariotedjo, Wamen PUPR Ir. Diana Kusumastuti, M.T., Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Brigjen Pol Asep Guntur Rahayu (KPK), Prof. Rhenald Kasali, Ph.D, anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia, Ilham Pangestu dan tokoh muda Arief Rosyid dan tokoh-tokoh lainnya.
Para tokoh tersebut menilai buku ini sebagai refleksi penting pembangunan nasional yang menempatkan pemuda sebagai pusat perubahan menuju Indonesia Emas 2045.
Pembelian buku klik bisa disini :












.jpg)




