- Ketua Dprd Barito Utara Berikan Apresiasi Dan Tekankan Fungsi Pengawasan Dalam Paparan Skema Pembangunan Multiyears
- Cara Cerdas Bupati Shalahuddin, Percepat Pembangunan Fisik, Ringankan Beban APBD, Hindari Eskalasi Harga, Terapkan Skema Bayar Bertahap Hingga 2029
- Proyek Strategis 2029, Bupati Barito Utara Targetkan Seluruh Kecamatan Terhubung Jalur Darat Melalui Skema Multiyears
- Pelajar Jadi Garda Terdepan, Polres Majalengka Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba di Sekolah
- Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mako Polrestro Depok oleh Kapolda Metro
- Resmob PMJ Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras di Cengkareng
- LPDB Koperasi Bidik Basis Massa Suporter Sepak Bola untuk Bangun Ekonomi Komunitas
- Pemuda Majalengka Unjuk Gigi, Dispora Cetak Agen Perubahan hingga Tembus Level Provinsi
- 150 ribu Batang Rokok Ilegal Disita di Majalengka, Peredaran Masih Marak
- Transformasi BRAVE Dorong Pertumbuhan BNI Lampaui Industri Perbankan
Bukan Sekedar Musik, Trio Kuda Rilis Album Perdana Bertajuk Thrash Blues

Keterangan Gambar : Trio Kuda
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Trio Kuda, unit musik asal Jakarta yang dikenal dengan gaya ekstrem dan eksperimental, resmi merilis album penuh perdana bertajuk Thrash Blues pada Jumat, 7 November 2025, di bawah naungan Blues One Records. Album ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan band yang digawangi Anov Blues One, Reza Arfandy, dan Sastra Cipta Abyad, tiga musisi yang menolak tunduk pada pakem industri musik konvensional.

Berisi tujuh lagu, “Welcome”, “Sikat!”, “Killing Zone”, “Stay Alive”, “Satisfaction”, “Surga Atau Neraka”, dan “Setitik Cahaya”, album Thrash Blues menyajikan racikan unik antara blues rock dan thrash metal klasik. Lagu “Setitik Cahaya” dipilih sebagai focus track, menjadi representasi semangat dan arah musikal Trio Kuda.
Baca Lainnya :
- Pelajar Jadi Garda Terdepan, Polres Majalengka Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba di Sekolah
- LPDB Koperasi Bidik Basis Massa Suporter Sepak Bola untuk Bangun Ekonomi Komunitas
- Pemuda Majalengka Unjuk Gigi, Dispora Cetak Agen Perubahan hingga Tembus Level Provinsi
- 150 ribu Batang Rokok Ilegal Disita di Majalengka, Peredaran Masih Marak
- Transformasi BRAVE Dorong Pertumbuhan BNI Lampaui Industri Perbankan
“Album ini bukan sekadar musik, tapi juga sikap. Kami menolak standar industri dan memilih jalan yang lebih jujur,” ujar Reza Arfandy, vokalis sekaligus gitaris rhythm-bass silang.
Ciri khas Trio Kuda terletak pada formatnya yang hanya beranggotakan tiga orang tanpa pemain bass. Anov Blues One memegang gitar satu senar hasil rakitan dari gagang cangkul yang ia sebut “Gitar Cangkul”, simbol perlawanan terhadap kemewahan dan representasi akar rumput. Sastra Abyad melengkapi formasi dengan drum pad sederhana yang dapat dimainkan di mana pun, mencerminkan filosofi spontanitas dan kejujuran musik blues.
Proses rekaman Thrash Blues dilakukan dengan pendekatan praktis dan cepat, memanfaatkan perangkat mobile di berbagai lokasi. Cara ini sejalan dengan semangat raw recording ala musisi blues klasik yang menekankan ekspresi ketimbang kemewahan produksi.
Inspirasi musikal Trio Kuda datang dari dua dunia: Buddy Guy, Stevie Ray Vaughan, dan The White Stripes di sisi blues rock, serta Motörhead, Megadeth, dan Anthrax dari jalur thrash metal. Hasilnya adalah bunyi yang keras, mentah, dan enerjik, namun tetap sarat makna sosial dan emosi yang dalam.
Sebelum merilis album ini, Trio Kuda telah memperkenalkan diri lewat satu EP dan beberapa single, di antaranya “Sikat!” dan “Stay Alive” yang mendapat respons positif dari komunitas musik independen. Adapun lagu “Setitik Cahaya” pernah dirilis sebelumnya dalam proyek kolaborasi antara Reza dan Anov sebelum keduanya membentuk Trio Kuda bersama Sastra.
“Dengan Thrash Blues, kami ingin mengukuhkan diri sebagai salah satu suara paling liar dan otentik di skena musik alternatif Indonesia,” tegas Anov Blues One.
Bagi penikmat musik yang mencari sesuatu yang berbeda, Thrash Blues bukan sekadar album, melainkan pernyataan sikap. Ini adalah undangan untuk menyelami dunia Trio Kuda: dunia di mana gitar cangkul bisa mengaum, dan musik menjadi alat perlawanan.
Seluruh lagu dalam album Thrash Blues kini telah tersedia di berbagai platform musik digital.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)














