- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang melaksanakan kegiatan Pembayaran Uang Ganti Rugi Pengadaan Tanah untuk pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja Seksi 2A
- RDP dengan Komisi II DPR RI, Sekjen ATR/BPN Laporkan Capaian Pelaksanaan Tujuh Layanan Prioritas
- Sekjen ATR/BPN: Layanan Pertanahan Capai 8,4 Juta Berkas Setiap Tahunnya
- Jadi Pembicara di Diklat Pratama DPP GMPK, Menteri Nusron: Nasionalisme Menjadikan Bangsa yang Kuat
- Ketua Bidang Perempuan PKS Dorong Kampus Bahas Isu Homoseksualitas Secara Objektif dan Menyeluruh
- Pangdam Jaya Sambangi Polda Metro dan Beri Ucapan HUT Bhayangkara ke-80
- Bupati Shalahuddin Tandai Dimulainya Penataan Kawasan Kumuh Lanjas dan Pembangunan Water Front City
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Banjir Produk Gratis, dari Makanan hingga Perawatan Tubuh
- Bhayangkara ke-80, Kasus Kekerasan Anak Terungkap di Majalengka
BPS Bekasi Sensus Gelandangan
Megapolitanpos.com: Badan Pusat
Statistik Kota Bekasi, Jawa Barat, akan melakukan upaya pendataan
terhadap tunawisma, gelandangan, dan pengemis di wilayah itu dalam
rangka Sensus Penduduk 2010.
"Tunawisma dan gelandangan juga
masuk sensus. Mereka akan didata mulai 16 Mei 2010 pukul 00.00 WIB
hingga pukul 06.00 WIB," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota
Bekasi, Slamet Waluyo di Bekasi, Jawa Barat.
Kegiatan itu,
katanya, dilaksanakan secara serentak di 12 Kecamatan dan 56 Kelurahan
di wilayah Kota Bekasi dengan melibatkan 10 tim yang terdiri dari
anggota pencacah lapangan dan ketua masing-masing tim.
Menurut
Slamet, petugas itu akan disebar ke 21 titik lokasi keramaian dimana
para tunawisma dan gelandangan sering berkumpul. Lokasi itu antara lain,
stasiun kereta, terminal bus, pasar, kolong jembatan, stadion Kota
Bekasi, taman makam pahlawan, serta di sekitar luar gerbang tol Bekasi
Barat.
"Kami sengaja menggelar sensus pada tengah malam, karena
diindikasi mereka akan berkumpul di satu titik. Kalau siang biasanya
mereka menyebar," kata dia.
Sensus itu, kata dia, dilakukan hanya
untuk mengetahui jumlah tunawisma, dan Gelandangan Pengemis (Gepeng)
berdasarkan jumlah dan jenis kelamin di wilayah setempat. Ditambahkan
Slamet, sejumlah pertanyaan seperti daerah asal dan lamanya waktu mereka
tinggal di kota Bekasi akan sampaikan kepada pihak yang bersangkutan.
"Namun, BPS hanya akan mendata jumlah laki-laki dan perempuannya saja, termasuk orang gila juga," katanya. (yes)

















