- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
Bisa Bayar Bulan Besok, Cara PGRI Permudah Guru dapatkan Beras Berkualitas dibawah Harga Pasaran

Keterangan Gambar : Ketua PGRI Jamaludin
MEGAPOLITANPOS. Kota Tangerang, - PGRI terus melakukan berbagai upaya dalam membantu mensejahterakan ribuan guru di kota Tangerang pasca pandemi yang menghantam perekonomian di Indonesia.
Salahsatu upaya PGRI Kota Tangerang untuk mengurangi dampak badai pandemi yang baru beberapa bulan usai adalah dengan cara memberikan kemudahan para guru dalam memperoleh bahan pokok pangan yakni beras.
Selain dipasarkan dengan harga dibawah pasaran, pembayaran juga dapat dilakukan satu bulan setelah dikonsumsi.
Baca Lainnya :
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
"Berbagai upaya yang hari ini kita lakukan diharapkan dapat memperingan para guru dalam memperoleh bahan pangan dibawah pasarab dan sistem pembayaran yang fleksibel," ungkap H. Jamalludin, ketua PGRI Kota Tangerang kepada wartawan.
Kendati harga beras yang didistribusikan dibawah pasaran namun begitu ia memastikan kualitas dari beras tersebut sama dengan harga yang dijual pasaran.
"Tidak kalah bagus dengan beras yang lebih mahal dipasaran, karna program ini kami pastikan untuk mempermudah para guru setelah pandemi yang berkepanjangan," ujar dia.
Ia menjelaskan, tidak ada persyaratan khusus untuk mendapatkan beras berkualitas yang dijual dibawah pasaran dan dapat dibayarkan dibulan selanjutnya
"Selama dia guru, bisa untuk mendapatkan fasiltas beras murah, caranya cukup mudah mereka (para guru) dapat menghubungi PGRI disetiap kecamatan insya Allah akan terakomodir," ungkap Jamal yang juga tercatat sebagai kepala dinas pendidikan kota Tangerang.
Namun begitu, Jamalludin menegaskan program beras murah yang dicanangkan PGRI kota Tangerang bukan menjadi suatu kewajiban bagi para guru.
"Tidak ada paksaan apalagi kewajiban, kita hanya berupaya untuk memberikan kemudahan dan pilihan kepada para guru agar bisa mendapatkan beras berkualitas dibawah harga pasaran," jelasnya.
Terpisah, Muhamad, kepala SMPN 2 Kota Tangerang yang juga ketua Korwil SMP mengaku cukup terbantu dengan program yang dicanangkan PGRI.
Ia menilai, pandemi bagi sebagian besar guru khususnya honorer berdampak besar dari segi penghasilan yang didapat.
"Kami mengapresiasi program ini, semoga dapat menjadi salahsatu pilihan para guru untuk mendapat beras berkualitas dibawah harga pasaran," jelasnya.(**)

















