- Tak Pakai Helm hingga Lawan Arus? Kini Langsung Tertangkap ETLE Handheld di Kota Tangerang
- Kejati Banten Diduga Lamban Tangani Lapdu LSM Barata
- Baznas Kabupaten Blitar Hadir Dengan Konsep Nyata Bedah Kesenjangan Sosial dan Ekonomi
- DPRD Kota Tangerang Desak RDF Dibangun di Tiap Kecamatan, Sampah Rawa Kucing Bisa Berkurang Drastis
- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
- Komite Lintas Agama Gelar Halal Bihalal di Jakarta Barat, Perkuat Toleransi dan Persatuan Bangsa
- Jelang May Day 2026, Bupati Majalengka Kumpulkan Serikat Buruh : Janji Serap Tenaga Kerja hingga Jaga Kondusivitas Investasi
- Kapolres Majalengka Tegaskan Pengamanan Humanis May Day 2026 : Aspirasi Buruh Dijamin, Ketertiban Jadi Prioritas
- Heboh! Warga Temukan Mayat Mengambang di Sungai, Polisi Pastikan Bukan Pembunuhan
- Menteri UMKM Lantik Sekretaris Kementerian dan Deputi Kewirausahaan
Bisa Bayar Bulan Besok, Cara PGRI Permudah Guru dapatkan Beras Berkualitas dibawah Harga Pasaran

Keterangan Gambar : Ketua PGRI Jamaludin
MEGAPOLITANPOS. Kota Tangerang, - PGRI terus melakukan berbagai upaya dalam membantu mensejahterakan ribuan guru di kota Tangerang pasca pandemi yang menghantam perekonomian di Indonesia.
Salahsatu upaya PGRI Kota Tangerang untuk mengurangi dampak badai pandemi yang baru beberapa bulan usai adalah dengan cara memberikan kemudahan para guru dalam memperoleh bahan pokok pangan yakni beras.
Selain dipasarkan dengan harga dibawah pasaran, pembayaran juga dapat dilakukan satu bulan setelah dikonsumsi.
Baca Lainnya :
- Tak Pakai Helm hingga Lawan Arus? Kini Langsung Tertangkap ETLE Handheld di Kota Tangerang
- Kejati Banten Diduga Lamban Tangani Lapdu LSM Barata
- Baznas Kabupaten Blitar Hadir Dengan Konsep Nyata Bedah Kesenjangan Sosial dan Ekonomi
- DPRD Kota Tangerang Desak RDF Dibangun di Tiap Kecamatan, Sampah Rawa Kucing Bisa Berkurang Drastis
- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
"Berbagai upaya yang hari ini kita lakukan diharapkan dapat memperingan para guru dalam memperoleh bahan pangan dibawah pasarab dan sistem pembayaran yang fleksibel," ungkap H. Jamalludin, ketua PGRI Kota Tangerang kepada wartawan.
Kendati harga beras yang didistribusikan dibawah pasaran namun begitu ia memastikan kualitas dari beras tersebut sama dengan harga yang dijual pasaran.
"Tidak kalah bagus dengan beras yang lebih mahal dipasaran, karna program ini kami pastikan untuk mempermudah para guru setelah pandemi yang berkepanjangan," ujar dia.
Ia menjelaskan, tidak ada persyaratan khusus untuk mendapatkan beras berkualitas yang dijual dibawah pasaran dan dapat dibayarkan dibulan selanjutnya
"Selama dia guru, bisa untuk mendapatkan fasiltas beras murah, caranya cukup mudah mereka (para guru) dapat menghubungi PGRI disetiap kecamatan insya Allah akan terakomodir," ungkap Jamal yang juga tercatat sebagai kepala dinas pendidikan kota Tangerang.
Namun begitu, Jamalludin menegaskan program beras murah yang dicanangkan PGRI kota Tangerang bukan menjadi suatu kewajiban bagi para guru.
"Tidak ada paksaan apalagi kewajiban, kita hanya berupaya untuk memberikan kemudahan dan pilihan kepada para guru agar bisa mendapatkan beras berkualitas dibawah harga pasaran," jelasnya.
Terpisah, Muhamad, kepala SMPN 2 Kota Tangerang yang juga ketua Korwil SMP mengaku cukup terbantu dengan program yang dicanangkan PGRI.
Ia menilai, pandemi bagi sebagian besar guru khususnya honorer berdampak besar dari segi penghasilan yang didapat.
"Kami mengapresiasi program ini, semoga dapat menjadi salahsatu pilihan para guru untuk mendapat beras berkualitas dibawah harga pasaran," jelasnya.(**)















