Breaking News
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
- Lebih dari Seabad Berdiri, Sekolah Panggung di Malabar Simpan Sejarah Pendidikan Bangsa
- Ghost Buzzer Bidik 300 Ribu Penonton, Hadir di XXI dan Netflix
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
Atasi Ketergantungan Pupuk Kimia, Gapoktan Desa Minggirsari Produksi Pupuk Organik

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar-Gapoktan Desa Minggirsari sejak tahun 2019 memproduksi pupuk organik Nutripos, hasil panen tanaman hortikultura berlimpah dan menguntungkan petani. Pupuk organik yang dibuat dengan bahan alami biaya produksi sangat murah dibanding pupuk buatan pabrik. hal ini disampaikan Kepala Desa Minggirsari Eko Hariadi kepada wartawan pada Kamis ( 24/03/22). “Ditengah kelangkaan pupuk bersubsidi yang menjadi misteri ini, kita harus merdeka dan harus mandiri, orang Indonesia ini kreatif, karena sudah disediakan oleh alam untuk membuat pupuk sendiri. Kita berharap masing - masing Gapoktan bisa membuat pupuk sendiri,” ujar Kades Minggirsari. Menurutnya kelangkaan pupuk bersubsidi ini secara bersama sama memang harus di bedah, dan ini komitmen bersama lembaga desa dan juga Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan). Yang terpenting petani tidak terus ketergantungan dengan pupuk kimia. Dan Gapoktan tetap menjaga tradisi gotong royong. “Artinya dalam membuat pupuk organik ini harus gorong-royong, karena banyak bahan yang diperlukan membuat pupuk, kalau hanya satu dua orang kita tidak mumpuni," Tandas Eko. Disinggung masalah perijinan diakui oleh Eko Hariadi, pihaknya sangat mendukung bagaimana agar usaha ini lancar tidak ada kendala hukum, produk warga Desa Minggirsari maju berkembang, secara perlahan masalah perijinan akan segera diurusnya, seperti Surat Ijin Berusaha ( SIB ). “Kami di desa hanya bisa memfasilitasi, karena perijinan bukan kewenangan kami. Gapoktan yang bergerak, dan berikutnya harapan kami Kepala Dinaslah yang mendukung, karena kami yang di bawah sudah bergerak,” tuturnya. Dilain sisi wakil ketua Gapoktan Saiful Romyan, merasa terbantu dengan kebijakan Kepala Desa Eko Hariadi, sektor pertanian mendapat dukungan penuh, saat petani kesulitan pupuk Kades ikut membantu, pupuk Nutripos mampu menangani 30 persen petani, dan pupuk organik yang memulai usaha sejak 21 Februari 2021 ini mampu menghasilkan 2 drum per hari atau 300 liter. “Kita membuat pupuk ini bergantung dari permintaan petani, dan pupuk Nutripos tidak ada masa kedaluwarsanya, pemasarannya selain wilayah Kecamatan Kanigo juga wilayah lain di Kota Blitar. Yang penting Pemerintah Desa Minggirsari selalu hadir ditengah masyarakat saat dibutuhkan, sehingga masyarakat merasa nyaman,” ujar Saiful. Saiful juga mengaku bangga karena 30 persen petani Gapoktan sudah mau beralih menggunakan pupuk organik, dan kedepan untuk menembus pasar yang lebih luas, seperti harapan pemerintah, pihaknya akan segera mengurus perijinan. Produk lokalan Desa Minggirsari sudah terbukti sangat bagus digunakan untuk memupuk tanaman sayuran, termasuk cabe, ketika harga cabe anjlok, dengan pupuk produk mandiri, petani masih merasakan keuntungan meskipun kecil. “Saya yakin kalau itu menggunakan pupuk kimia petani jelas akan rugi besar, karena harga pupuk kimia jelas lebih mahal. Untuk pemupukan ke jenis tanaman padi sangat bagus meskipun saat ini masih belum panen, itu terlihat dari batang padi kokoh dan bulir bulir padi kelihatan lebih berisi, pasti hasil panennya lebih bagus,” pungkasnya. (za/mp)

.jpg)






.jpg)








