- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
ASB Ingatkan Pemkot Untuk Dampingi UMKM Kota Bogor Agar Bisa Naik Kelas

Keterangan Gambar : ASB Ingatkan Pemkot Untuk Dampingi UMKM Kota Bogor Agar Bisa Naik Kelas
MEGAPOLITANPOS .COM, Kota Bogor- Anggota DPRD Kota Bogor dari fraksi Aswaja, Akhmad Saeful Bakhri menjadi narasumber pada acara Pelatihan Pemberdayaan Bagi UMKM yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DinKopUKMDagin), Kamis (12/9/2024).

Dalam acara tersebut Saeful menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bogor harus melakukan pendampingan terhadap perkembangan UMKM di Kota Bogor agar bisa naik kelas.
Baca Lainnya :
- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
"Jadi pelatihan seperti ini tidak akan ada artinya kalau UMKM tidak didampingi untuk bisa naik kelas," ujar pria yang akrab disapa ASB.
Pelaksanaan pengembangan UMKM dijelaskan oleh ASB sudah dituangkan didalam Perda Nomor 4 tahun 2021 tentang pemberdayaan, pengembangan, dan perlindungan koperasi dan usaha mikro.
Menurutnya, perhatian yang ditunjukkan oleh pemerintah berupa bantuan modal, masih tidak cukup untuk menumbuhkan dan meningkatkan UMKM ke level berikutnya.
"Permodalan tidak bisa membantu secara keberlanjutan. Karena yang penting hari ini adalah bagaimana mental menghadapi pasar yang kuat, bagaimana inovasi untuk mengalahkan pasar dan bagaimana berjaring agar pasar tetap bisa dipertahankan," jelas ASB.

Dominasi pelaku UMKM di sektor kuliner juga disebutkan oleh ASB perlu mendapatkan perhatian berupa pembangunan sentra kuliner di masing-masing kelurahan dan kecamatan.
Sehingga produk unggulan dari masing-masing wilayah bisa dijual secara bebas dan pedagang bisa mendapatkan kepastian lapak berdagang tanpa harus bermasalah dengan perizinan wilayah.
"Sentra kuliner harus diperbanyak. Sejauh ini masih berpusat di Bogor Tengah saja. Sehingga untuk membuat UMKM naik kelas harus bisa didorong dari sarana dan prasarana juga," pungkasnya.(**)





.jpg)





.jpg)





