- Pendam Jaya Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Pembinaan Media Massa.
- Kodam Jaya Gelar Hit & Eat, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga Jakarta.
- Onderdil YSP Dukung Hit & Eat Kodam Jaya, 2.300 Paket Dibagikan kepada Ojol.
- BRI Life Raih Dua Penghargaan Silver di The Best Contact Center Indonesia 2026
- BNI Sahabat Sekolah Rakyat Hadirkan Edukasi dan Inspirasi bagi Siswa di Sulawesi Selatan
- Program Revitalisasi di Blitar Disinyalir Banyak Campur Tangan Siapa Mereka ? .
- Pasangan Suami Istri Resmi Maju Pilkades Kedungbanteng 2026-2031 \"Dua Hati Satu Tujuan\".
- Perkuat Nilai Kejuangan di Momentum HUT TNI ke-81 Pangdam V/ Brawijaya Nyekar ke MBK Apa Pesanya.
- Dari Celengan ke Buku Rekening, Siswa Sekolah Rakyat Belajar Menabung bersama BNI
- DPKPP Majalengka Tegur CV Adibrata Jaya Persada soal Proyek Sumberjaya
Andika Perkasa Berharap Aparat Negara Tetap Pegang Teguh Netralitas dalam Pemilu 2024

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud, Andika Perkasa saat memberikan keterangan pers di Media Center, Cemara 19, Jakarta.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud berharap agar aparat negara serta TNI-Polri tetap profesional dan netral dalam pelaksanaan Pemilu 2024.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Andika Perkasa dalam konferensi pers di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat. Senin, (13/11/2023).
"Kami dari TPN Ganjar-Mahfud mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN), seluruh prajurit TNI-Polri yang akan kawal pemilu untuk pegang teguh sesuai perundang-undangan," kata Andika.
Baca Lainnya :
- Onderdil YSP Dukung Hit & Eat Kodam Jaya, 2.300 Paket Dibagikan kepada Ojol.
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
Mantan Panglima TNI periode 2021-2022 ini juga mengingatkan kepada seluruh aparat penegak hukum baik TNI, Polri, ASN, soal adanya aturan surat keputusan bersama Bawaslu, TNI, Polri dan ASN yang tegas mengatur soal netralitas aparat negara dalam Pemilu.
Lanjut Andika tak pungkiri adanya oknum-oknum aparat negara dan tekanan-tekanan dalam pelaksanaan pemilu.
"Tekanan pasti ada, oknum juga pasti ada. Tapi saya yakin mulai dari pimpinan hingga ke bawah pasti memahami bahwa aparat negara adalah milik negara, milik seluruh rakyat Indonesia dan bukan milik satu pasangan calon tertentu," tandasnya.
Singkat pengalamannya sewaktu masih jabat KSAD, Andika Perkasa mengaku pernah mendapatkan tekanan dari atas, tengah dan bawah saat Pemilu 2019.
“Saya sebagai pejabat waktu itu pun menerima tekanan. Kalau saya memilih untuk menerima tekanan itu berarti saya melanggar perundang-undangan,” lugas Andika.
Andika berharap kejadian-kejadian adanya upaya kecurangan yang melibatkan aparat negara tidak terjadi lagi dan diharapkan semua aparat negara tetap bersikap netral dalam pemilu.
Sedangkan terkait kecurangan proses pemilu yang terjadi, lanjut Andika, TPN Ganjar-Mahfud sedang menginventarisir dan akan melaporkan kecurangan itu ke pihak berwenang.
"Kami juga ikut mengawasi dan menginventarisir dan kemudian melaporkan apa yang kami duga perlu untuk dilaporkan atau tidak," imbuhnya.
"Semua masyarakat Indonesia menginginkan pemilu berlangsung lancar dan jujur,” pungkasnya. **(Anton)

.jpg)

.jpg)
.jpg)











