- Operasi Laut Gabungan Sita 1,3 Ton Ketamine, Delapan Awak Kapal Asing Diamankan
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Sambut HUT RI ke-81, Wali Kota Depok Sebar Ribuan Bendera Merah Putih
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Yayasan Kreshna dan RS Husada Jakarta Resmi Bentuk Club Stroke di Usia ke-102 Tahun
- Bupati Lepas Kontingen Barito Utara Ikuti Jambore Nasional XII 2026 Cibubur, Jakarta
- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
Andika Perkasa Berharap Aparat Negara Tetap Pegang Teguh Netralitas dalam Pemilu 2024

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud, Andika Perkasa saat memberikan keterangan pers di Media Center, Cemara 19, Jakarta.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud berharap agar aparat negara serta TNI-Polri tetap profesional dan netral dalam pelaksanaan Pemilu 2024.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Andika Perkasa dalam konferensi pers di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat. Senin, (13/11/2023).
"Kami dari TPN Ganjar-Mahfud mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN), seluruh prajurit TNI-Polri yang akan kawal pemilu untuk pegang teguh sesuai perundang-undangan," kata Andika.
Baca Lainnya :
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
Mantan Panglima TNI periode 2021-2022 ini juga mengingatkan kepada seluruh aparat penegak hukum baik TNI, Polri, ASN, soal adanya aturan surat keputusan bersama Bawaslu, TNI, Polri dan ASN yang tegas mengatur soal netralitas aparat negara dalam Pemilu.
Lanjut Andika tak pungkiri adanya oknum-oknum aparat negara dan tekanan-tekanan dalam pelaksanaan pemilu.
"Tekanan pasti ada, oknum juga pasti ada. Tapi saya yakin mulai dari pimpinan hingga ke bawah pasti memahami bahwa aparat negara adalah milik negara, milik seluruh rakyat Indonesia dan bukan milik satu pasangan calon tertentu," tandasnya.
Singkat pengalamannya sewaktu masih jabat KSAD, Andika Perkasa mengaku pernah mendapatkan tekanan dari atas, tengah dan bawah saat Pemilu 2019.
“Saya sebagai pejabat waktu itu pun menerima tekanan. Kalau saya memilih untuk menerima tekanan itu berarti saya melanggar perundang-undangan,” lugas Andika.
Andika berharap kejadian-kejadian adanya upaya kecurangan yang melibatkan aparat negara tidak terjadi lagi dan diharapkan semua aparat negara tetap bersikap netral dalam pemilu.
Sedangkan terkait kecurangan proses pemilu yang terjadi, lanjut Andika, TPN Ganjar-Mahfud sedang menginventarisir dan akan melaporkan kecurangan itu ke pihak berwenang.
"Kami juga ikut mengawasi dan menginventarisir dan kemudian melaporkan apa yang kami duga perlu untuk dilaporkan atau tidak," imbuhnya.
"Semua masyarakat Indonesia menginginkan pemilu berlangsung lancar dan jujur,” pungkasnya. **(Anton)


.jpg)
.jpg)













