- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Ketua Komisi I Tekankan Kesiapan Program dalam KUA-PPAS APBD 2027
- Jaga Situasi Tetap Kondusif Babinsa Bersama Komduk Gelar Patroli Malam.
- PT Kedap Sayaaq Persoalkan Proses Kepailitan, Kuasa Hukum Soroti Penjualan Aset
- 14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Disiapkan Masuk Ekosistem Kewirausahaan Kementerian UMKM
- Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali .
- Dukungan Konvergensi Stunting, Desa Sodong Masuk 30 Besar Desa Berkinerja Terbaik Tingkat Nasional.
- Lapas Kelas IIA Cibinong Diduga Kelola Fasilitas Mewah Villa untuk Napi
Aksi Demo Tolak Kenaikan BBM Disorot Wasekum MD KAHMI
Aksi Demo Tolak Kenaikan BBM Disorot Wasekum MD KAHMI

Keterangan Gambar : Aksi Demo Tolak Kenaikan BBM Disorot Wasekum MD KAHMI
MEGAPOLITANPOS.COM, - Blitar - Wakil Ketua Umum Majelis Daerah Korps Alumni HMI ( Wasekum MD Kahmi) Demy Allam Sahati menilai
aksi demonstrasi yang dilaksanakan oleh Aliansi Mahasiswa Islam Blitar pada hari ini, kamis, (08/09/22) di depan gedung DPRD Kabupaten Blitar dinilai kurang relevan, aksi dengan narasi utama Menolak Tegas Kenaikan Harga BBM. Wasekum MD KAHMI Blitar, Demy Allam Sahati, berpendapat bahwa menurutnya aksi demo itu diduga hanya lips service.
"Aksi ini seharusnya dilakukan sebelum tanggal 3 kemarin, sebelum kenaikan terjadi, dan jika dilaksanakan hari ini tentu tidak relevan, seharusnya aksi ini dirubah menjadi Aksi menuntut pemerintah menurunkan harga BBM," kata Demy
Baca Lainnya :
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali .
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
Selain itu masih ungkap Demy dalam keterangan pers yang dirilis kepada para awak media menyebut kalau aksi ini dinilai sarat akan kepentingan dan tidak murni, sebab aksi ini terkesan formalitas dan formalitas, karena diciderai dengan hadirnya para pimpinan aliansi pada acara yang diselenggarakan oleh Polres Blitar sebelumnya di salah satu rumah makan di Kota Blitar.
"Saya patut menduga bahwa aksi ini tidak murni, hanya sekedar formalitas, kemarin memang ada intruksi dari pusat untuk melaksanakan aksi penolakan BBM, tertanggal 31, sekarang sudah naik aksinya menggunakan judul yang sama, bagaimana mungkin kader intelektual tidak peka terhadap hal seperti ini?, Lalu secara etis juga saya pandang bermasalah, kemarin ada acara diagram oleh polres yang dilaksanakan, dan mereka mendapat paket isinya apa, yang jelas ini pasti menimbulkan kecurigaan publik, apalagi ada tulisan "Semoga Berkenan", nah berkenan untuk apa? atau jangan-jangan berkenan untuk digembosi?' Ungkap pria 25 tahun yang jebolan Fakultas Hukum salah satu Universitas Surabaya ini.
Waksekum Wasekum MD KAHMI Blitar, mendapat informasi 2 hari menjelang aksi, pimpinan mereka ikut dan menerima bingkisan yang kita tidak tahu apa isinya.
Selanjutnya Demy juga berharap agar aksi mahasiswa bisa lebih kritis dan up to date, murni dari keresahan rakyat dan tidak sekedar formalitas apalagi menyeleweng dari etika dengan dalih apapun. "Saya harap adik-adik bisa lebih kritis, update, dan independen dalam menyalurkan aspirasi, saya mengkritik seperti ini bukan karena menolak aksi kalian, tapi aksi kalian seharusnya bisa lebih maksimal!," Punkas Demy.
Dilain sisi Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom saat acara pertemuan dengan perwakilan mahasiswa kepada wartawan saat dikonfirmasi (06/09/22), pihaknya enggan disebut pertemuan dengan mahasiswa itu adalah bentuk pengondisian atau penggembosan." Pertemuan ini rutin kita lakukan dalam forum silaturahmi dengan mahasiswa,silahkan mahasiswa melaksanakan aksi namun jangan sampai anarkis,"tukas Panji Anom (za/mp)

.jpg)

.jpg)
.jpg)



.jpg)







