Adara, Masalah Palestina Adalah Persoalan Kemanusiaan

By Achmad Sholeh(Alek) 23 Mar 2022, 22:28:48 WIB Headline
Adara, Masalah Palestina Adalah Persoalan Kemanusiaan

Jakarta,MegapolitanPos.com: Serangan Rusia ke Ukraina membuat banyak pihak Internasional bereaksi, akan tetapi lebih dari 70 tahun pendudukan Zionis Israel terhadap Palestina dengan tindakannya yang semakin biadab banyak negara terdiam. Memang persoalan Palestina menjadi perhatian internasional. Namun tidak sedikit informasi media tentang tindakan Israel yang dibungkam bahkan wartawannya ditembak. Demikian yang terungkap dalam acara Media Gathering Adara di Jakarta, Rabu 23 Maret 2022. Turut hadir dalam acara tersebut Sheikh Shady Al Sheikh : Chairman of the Board of Directors of Al Imam Al-Shatebi Association, Sheikh Dr. Mahmoud Ahmad Samhoun : Executive manager of Al-Imam Al Shatiby Association dan Mohammad Saleh Abo Tayoun : Al-Shatiby Coordinator at South East Asia. Adapun tujuan acara ini yaitu untuk memberikan gambaran utuh dan langsung dari sumbernya tentang kondisi pengungsi Palestina dan pelanggaran kemanusiaan yang dialami di pengungsian. " Masalah Palestina sudah menjadi perhatian internasional, Kita tidak perlu ragu lagi bahwa masalah Palestina bukan masalah orang Islam saja, bukan persoalan RAS, tetapi persoalan kemanusiaan yang harus kita kutuk bersama," ujar Direktur Eksekutif Adara Relief Internasional Sri Vira Chandra dalam sambutannya. Sri Vira berharap visi Adara dalam membantu anak dan perempuan Palestina menjadi referensi dan Adara report menjadi bahan bagi tulisan dimedia. " 40 orang perempuan bekerja untuk membantu Perempuan dan Anak Palestina bukan hal yang mudah," katanya. Sementara itu Sheikh Dr. Mahmoud Ahmad Samhoun : Executive manager of Al-Imam Al Shatiby Association, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, nasib pengungsi Palestina di Lebanon sangat memprihatinkan, Mereka dilarang mendapatkan hak haknya, baik secara ekonomi dan sosial. " Ada aturan dari Lebanon bahwa 70 jenis pekerjaan tidak boleh dipegang pengungsi Palestina. Mereka yang lulusan kedokteran tidak diperbolehkan praktek tidak diperbolehkan oleh undang-undang Lebanon," kata Dr. Mahmoud Ahmad. Kebijakan Pemerintah Lebanon lanjutnya terhadap pengungsi Palestina diantaranya tidak memperbolehkan bahan bangunan masuk ke kamp pengungsian, kemudian para pengungsi juga tidak mendapatkan kepemilikan atas kendaraan mobil kecuali atas nama orang Lebanon. " Berikutnya kondisi sekolah satu kelas dengan ruang yang sempit terdapat 60 orang siswa," ungkapnya. Selanjutnya 53 persen pengungsi adalah perempuan di kamp pengungsian Lebanon. Perempuan dianggap tulang punggung keluarga.mereke(kaum perempuan) Lebanon turun tangan membantu ekonomi keluarga. " Selain itu anak - anak Palestina yang masih berusia15 tahun juga sudah bekerja, kita bayangkan mereka tidak merasakan masa kecil untuk bermain dan tidak mendapatkan pendidikan yang layak," tuturnya. Namun tambahnya keinginan para pengungsi ingin kembali ke Palestina agar mereka mendapatkan haknya secara utuh. Indonesia menurutnya punya andil besar terhadap para pengungsi Palestina di Lebanon" Salah satu lembaga kemanusiaan yang mempunyai andil besar dalam membantu Palestina adalah Adara," tutupnya.(ASl/Red/MP).




  • Resmikan Sundra Family Care, Menkop Apresiasi Diversifikasi Bisnis Kopontren Sunan Drajat Jatim

    🕔20:08:59, 10 Mar 2026
  • Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia Mulai 1 Maret 2026

    🕔11:35:56, 03 Mar 2026
  • Dewas BPJS 2026-2031 Terpilih, Forum Jamsos Minta Pengawasan Jangan Formalitas

    🕔03:55:46, 06 Feb 2026
  • Korban KSPSB Desak Negara Hadir, Proses PKPU Gagal dan Hukum Dinilai Mandek

    🕔18:49:46, 27 Jan 2026
  • Saskia Chadwick Dijuluki The Next Ratu Horor Indonesia, Bersinar di Film Kolaborasi Korea

    🕔02:32:38, 14 Jan 2026