AAJI Rilis Kinerja Industri Asuransi Jiwa 2024, Sebut Tetap Tumbuh Ditengah Dinamika Ekonomi dan Optimis di 2025

By Sigit 01 Mar 2025, 08:21:55 WIB DKI Jakarta
AAJI Rilis Kinerja Industri Asuransi Jiwa 2024, Sebut Tetap Tumbuh Ditengah Dinamika Ekonomi dan Optimis di 2025

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) merilis laporan kinerja 56 perusahaan asuransi jiwa sepanjang tahun 2024 yang menunjukkan pertumbuhan positif dalam berbagai indikator utama, diantaranya peningkatan pendapatan premi, investasi, klaim dan jumlah tertanggung.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon menyebutkan, bahwa industri asuransi jiwa tetap tumbuh positif di tengah dinamika ekonomi global.

"Sepanjang 2024, industri asuransi jiwa mencatat pendapatan premi sebesar Rp 185,39 triliun, meningkat 4,3 persen dibanding tahun sebelumnya (2023). Pertumbuhan ini didorong oleh premi bisnis baru sebesar Rp108,32 triliun dan premi lanjutan Rp 77,07 triliun, yang masing-masing naik 4,3 persen," kata Budi Tampubolon dalam konferensi pers laporan kinerja AAJI 2025, di Kantor AAJI Pusat, Jakarta, Jum'at sore (28/2/2025).

Baca Lainnya :

Lanjut Budi menambahkan, dari sisi jenis produk, premi asuransi tradisional tumbuh signifikan sebesar 18,7 persen menjadi Rp 110,36 triliun, dengan kontribusi 59,5 persen dari total premi, sementara 40,5 persen berasal dari unit link.

Produk asuransi syariah, sambung Budi, juga mengalami pertumbuhan 10,4 persen menjadi Rp 22,61 triliun, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk keuangan berbasis syariah.

Hal itu, menurut Budi, terbukti dari sisi cakupan perlindungan, jumlah tertanggung industri asuransi jiwa mengalami lonjakan 80,1 persen menjadi 154,64 juta orang, yang didorong oleh pertumbuhan pesat segmen tertanggung kumpulan (107,7%) menjadi 133,05 juta orang.

"Peningkatan ini menunjukkan bahwa semakin besar cakupan masyarakat yang berhasil memiliki proteksi asuransi dengan bantuan fasilitas dari perusahaan atau organisasi. Hal ini mencerminkan peran industri dalam memberikan solusi perlindungan finansial yang lebih luas bagi masyarakat," papar Budi.

Dalam kesempatan sama, Ketua Bidang Produk, Manajemen Risiko, dan GCG AAJI, Fauzi Arfan, menegaskan bahwa sepanjang tahun 2024, industri asuransi jiwa telah membayarkan Rp 160,07 triliun kepada 9,08 juta penerima manfaat, mencerminkan komitmen industri dalam melindungi masyarakat Indonesia.

"Angka ini menunjukkan bahwa asuransi jiwa tetap menjadi pilar utama dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga Indonesia. Baik melalui santunan jiwa, manfaat akhir kontrak, maupun fleksibilitas akses dana, industri terus memastikan bahwa nasabah mendapatkan perlindungan finansial yang optimal," ucap Fauzi.

Lebih rinci, lanjut Fauzi, beberapa jenis klaim yang menunjukkan tren positif bagi industri asuransi jiwa di antaranya: Klaim meninggal dunia mencapai Rp 11,29 triliun, memastikan keluarga nasabah tetap memiliki perlindungan keuangan. Klaim akhir kontrak meningkat 13,9 persen menjadi Rp 18,30 triliun, mencerminkan manfaat jangka panjang yang diterima nasabah setelah menyelesaikan masa pertanggungan mereka.

Lalu klaim surrender turun 13,3 persen menjadi Rp 77,15 triliun, menandakan kesadaran atas pentingnya proteksi jiwa yang semakin baik. Klaim partial withdrawal naik 17 persen menjadi Rp 19,87 triliun, menunjukkan bahwa polis asuransi tetap menjadi solusi likuiditas bagi nasabah yang membutuhkan dana tanpa harus kehilangan perlindungan sepenuhnya.

Sementara, klaim kesehatan meningkat 16,4 persen menjadi Rp 24,18 triliun, dengan pertumbuhan yang lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 24,6%.

"Kami optimis bahwa dengan aturan baru OJK yang akan diterbitkan pada tahun 2025 ini, termasuk pengaturan lebih lanjut mengenai Coordination of Benefit (CoB), pengelolaan klaim kesehatan dapat lebih efisien. Hal ini akan memberikan kepastian bagi industri asuransi kesehatan swasta sekaligus memastikan manfaat perlindungan tetap optimal bagi masyarakat," pungkasnya.

Kepala Departemen Agency AAJI, Wianto Chen menambahkan dan menyoroti peningkatan total aset dan investasi sebagai bentuk tanggung jawab industri dalam menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.


"Total aset industri asuransi jiwa meningkat 0,7 persen menjadi Rp 616,75 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya yang hanya 0,3 persen. Sementara itu, total investasi industri mencapai Rp 541,40 triliun, naik 0,2 persen," ungkap Wianto.

Wianto menyebut, salah satu pertumbuhan investasi terbesar berasal dari Surat Berharga Negara (SBN), yang meningkat 11,9 persen dengan total kontribusi Rp 205,03 triliun (37,9 persen dari total investasi).

"Industri asuransi jiwa terus memainkan peran penting dalam perekonomian nasional, salah satunya melalui peningkatan investasi di SBN, yang tidak hanya mendukung stabilitas industri tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan nasional," jelas Wianto.

Sedangkan, investasi di saham dan reksa dana masing-masing berkontribusi sebesar 24,7 persen dan 12,9 persen dari total portofolio investasi.

Industri asuransi jiwa saat ini tengah bersiap menghadapi implementasi PSAK 117 pada 2025 serta regulasi permodalan 2026, yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan keberlanjutan industri.

Menurut Wianto, adaptasi terhadap regulasi baru serta terus berinovasi dalam pengembangan produk, industri asuransi jiwa memiliki prospek pertumbuhan yang positif. Untuk memastikan keberlanjutan di masa depan, sinergi antara perusahaan asuransi, regulator, dan masyarakat akan menjadi faktor kunci dalam menghadapi tantangan serta peluang ke depan.

AAJI optimis industri asuransi akan terus berkembang dan memberikan manfaat optimal kepada masyarakat.

"Industri asuransi jiwa terus berkomitmen untuk memberikan pelindungan komprehensif dan efisien bagi masyarakat salah satunya melalui penerapan POJK Asuransi Kesehatan dan implementasi mekanisme Coordination of Benefit (CoB). Kami optimis bahwa langkah ini tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan nasabah, tetapi juga memperkuat pertumbuhan industri asuransi jiwa secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh masyarakat Indonesia," tutup Budi. ** (Anton)




  • Operasi Ketupat Jaya 2026 Siagakan 6.802 Personel Gabungan

    🕔19:59:37, 09 Mar 2026
  • Polri Fasilitasi Mediasi, Kasus Nabilah O\'brien dan Zendhy Kusuma Berakhir Damai

    🕔23:55:31, 08 Mar 2026
  • Berikan Pengarahan di Rakerda Kanwil BPN Provinsi Sumsel, Sekjen ATR/BPN: Kemampuan Kelola Tiga Instrumen Jadi Kunci Sukses Pemimpin

    🕔00:02:37, 07 Mar 2026
  • Sosialisasi Permen 2/2026 tentang Kearsipan, Sekjen ATR/BPN: Pengelolaan Arsip Penting bagi Pelayanan Pertanahan

    🕔00:06:53, 07 Mar 2026
  • Bentuk Kepedulian terhadap Sesama, Kementerian ATR/BPN Gelar Bazar Ramadan 1447 H

    🕔00:25:42, 07 Mar 2026