Breaking News
- Anggota DPRD H. Parmana Setiawan Ikut Gowes Bersama Bupati, Perkuat Sinergi untuk Kota Bersih
- Kayuh Sepeda Keliling Kota, Bupati Pastikan Muara Teweh Tetap Bersih dan Nyaman
- Uu Ruzhanul Ulum Kobarkan Identitas PPP, Target Lonjakan Suara hingga Siapkan Kader Tempur di Pilkada
- M.Trijanto : Tanpa Anggaran Koni Percasi Sukses Gelar Event Catur Semua Jenjang
- Jatmiko Adik Bupati Tulungagung Siap Proaktif Dukung Penyidikan KPK
- Parmana Setiawan Soroti PBG dan Solusi Warga MBR dalam Raperda Permukiman Kumuh
- Dewan Gun Sriwitanto Tekankan Sosialisasi hingga Tingkat RT dalam Raperda Permukiman Kumuh
- Perhatian Presiden RI untuk Pendidikan Daerah, SDN Gandawesi II Direvitalisas
- Pemkab Barito Utara Perkuat Tata Kelola Keuangan, LKPD Disampaikan ke BPK
- Dua Raperda Krusial Dibahas, DPRD Bersama Pemkab Barito Utara Siapkan Langkah Kaji Banding

MEGAPOLITANPOS.COM (Jakarta) - Film pendek berlatar belakang rumah sakit darurat untuk perawatan penserita Covid-19, garapan sutradara Marry Gath alias Tata meraih Juara II. Juara I disabet film berjudul 'Indah Pada Waktunya' dari lingkungan Santa Maria Goretti. Lomba yang diselenggarakan Stasi Yohanes Paulus II itu dimaksudkan untuk membangun kreativitas anak muda atau yang biasa disebut Orang Muda Katholik (OMK). Dikisahkan dalam film Garda Terdepan tersebut, para jurnalis yang bertugas di garda terdepan meliput berbagai peristiwa di ruang publik di era Pandemi Covid-19 menghadapi berbagai resiko. Salah seorang jurnalis, dalam film tersebut digambarkan positif terpapar virus Covid. Ia dirawat di teras sebuah sekolah yang digunakan sebagai rumah sakit darurat. Ia dirawat para suster dan dokter yang tidak mengenal lelah. Dan setelah 15 hari, jurnalis tadi berangsur sembuh. Di saat sudah di rumah, ternyata ia menjumpai dan sadar, bahwa suster yang merawatnya ternyata tinggal di dekat rumahnya. Suster itu ternyata tetangganya sendiri. Di situlah nilai kemanusiaan, nilai cinta kasih digambarkan dalam film ini. Para pelaku dalam film ini tampak menguasai perannya. Ini tidak lain karena para pemeran di film dan di dunia keseharian tak jauh beda. "Kebetulan pemerannya di film itu sesuai dengan pekerjaan di dunia nyatanya. Mirip-mirip, " cerita Tata, sang sutradara. "Peran Perawat, aslinya memang profesinya perawat. Pemeran Jurnalis, adalah mahasiswa kuliah perfilman. Sedangkan pemeran Reporter, adalah seorang content creator," lanjut Tata yang juga berperan sebagai reporter dalam film itu. Tata yang lebih dikenal dengan panggilan Marry Gath itu lebih lanjut menceritakan, proses pembuatan film yang ekstra ketat. "Ketentuan panitia sangat ketat. Proses pembuatan film, syuting dan editing wajib dilaksanakan on the spot (di lokasi langsung). Dan harus selesai dalam waktu 4-5 jam di lokasi dan file langsung dikumpul-disetor ke panitia," lanjut Marry Gath. Beruntung, Dewan Juri menetapkan film berjudul Garda Terdepan bikinan OMK dari lingkungan Thomas Rasul ini sebagai Juara II. (*/Red/MI) MEGAPOLITANPOS.COM (Jakarta) - Film pendek berlatar belakang rumah sakit darurat untuk perawatan penserita Covid-19, garapan sutradara Marry Gath alias Tata meraih Juara II. Juara I disabet film berjudul 'Indah Pada Waktunya' dari lingkungan Santa Maria Goretti. Lomba yang diselenggarakan Stasi Yohanes Paulus II itu dimaksudkan untuk membangun kreativitas anak muda atau yang biasa disebut Orang Muda Katholik (OMK). Dikisahkan dalam film Garda Terdepan tersebut, para jurnalis yang bertugas di garda terdepan meliput berbagai peristiwa di ruang publik di era Pandemi Covid-19 menghadapi berbagai resiko. Salah seorang jurnalis, dalam film tersebut digambarkan positif terpapar virus Covid. Ia dirawat di teras sebuah sekolah yang digunakan sebagai rumah sakit darurat. Ia dirawat para suster dan dokter yang tidak mengenal lelah. Dan setelah 15 hari, jurnalis tadi berangsur sembuh. Di saat sudah di rumah, ternyata ia menjumpai dan sadar, bahwa suster yang merawatnya ternyata tinggal di dekat rumahnya. Suster itu ternyata tetangganya sendiri. Di situlah nilai kemanusiaan, nilai cinta kasih digambarkan dalam film ini. Para pelaku dalam film ini tampak menguasai perannya. Ini tidak lain karena para pemeran di film dan di dunia keseharian tak jauh beda. "Kebetulan pemerannya di film itu sesuai dengan pekerjaan di dunia nyatanya. Mirip-mirip, " cerita Tata, sang sutradara. "Peran Perawat, aslinya memang profesinya perawat. Pemeran Jurnalis, adalah mahasiswa kuliah perfilman. Sedangkan pemeran Reporter, adalah seorang content creator," lanjut Tata yang juga berperan sebagai reporter dalam film itu. Tata yang lebih dikenal dengan panggilan Marry Gath itu lebih lanjut menceritakan, proses pembuatan film yang ekstra ketat. "Ketentuan panitia sangat ketat. Proses pembuatan film, syuting dan editing wajib dilaksanakan on the spot (di lokasi langsung). Dan harus selesai dalam waktu 4-5 jam di lokasi dan file langsung dikumpul-disetor ke panitia," lanjut Marry Gath. Beruntung, Dewan Juri menetapkan film berjudul Garda Terdepan bikinan OMK dari lingkungan Thomas Rasul ini sebagai Juara II. (*/Red/MI)


.jpg)














