- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
2023 LPDB-KUMKM Gencarkan Penyaluran Dana Bergulir Berbasis Klaster Koperasi

Megapolitanpos.com, Jakarta- Pada 2023 mendatang, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) akan intensif menyalurkan dana bergulir kepada klaster koperasi, terutama yang bergerak pada sektor produktif.
Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengungkapkan, jelang pergantian tahun ini, LPDB-KUMKM telah banyak melakukan piloting penyaluran dana bergulir berbasis klaster koperasi.
Dengan ini, diharapkan sektor produktif seperti Pertanian, Peternakan, dan Perikanan akan semakin masif mendapatkan penyaluran dana bergulir melalui koperasi.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Kementerian UMKM Ajak ASN Gemar Belanja Produk Lokal, 11 Jenama Eksportir Ikut Bazar
"LPDB-KUMKM kedepan sudah banyak piloting, dan di tahun 2023 diharapkan percepatan untuk sektor riil bersama klaster-klaster pertanian, peternakan, perikanan itu bisa berjalan dengan baik kedepan," ujar Supomo di Jakarta, Selasa (20/12/2022).
Menurutnya, sektor pertanian, peternakan, perikanan memiliki potensi yang besar jika dikembangkan secara terstuktur mulai dari hulu yakni produksinya, penanganan pasca panen, hingga pemasaran sampai ke konsumen yang melibatkan offtaker atau buyer dalam menyerap hasil produksi para petani, peternak, dan nelayan.
"Dengan adanya kepastian pasar, maka hasil produksi bisa terserap dengan baik, kemudian dari sisi hulunya juga harus dipastikan dengan baik mulai dari pembenihan, teknik budidaya, dan pasca panen, agar hasil produksi memiliki nilai standar mutu yang bagus dan berdaya saing," tambah Supomo.
Dengan ekosistem yang saling terhubung dan menguntungkan, maka tingkat pengembalian pinjaman kepada LPDB-KUMKM juga akan terjaga, sehingga rasio non performing loan (NPL) bisa ditekan dengan baik.
"Adanya kepastian pasar, dan terserap oleh konsumen, maka perputaran rantai nilai ekonominya terus berjalan, dan kami sebagai yang memberikan pinjaman atau pembiayaan bisa menjaga rasio NPL," kata Supomo.
Sementara itu, Direktur Bisnis LPDB-KUMKM Krisdianto mengungkapkan, dengan adanya empat mitra yang terlibat dalam kegiatan penyerahan KUR Klaster dan penyaluran dana bergulir oleh Presiden Joko Widodo, membuktikan bahwa sektor produktif seperti pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi penting untuk terus didukung dan dikembangkan.
"LPDB-KUMKM berperan aktif dengan memberikan pembiayaan melalui koperasi dimana dana dari LPDB-KUMKM digunakan seluruhnya untuk anggota yang bergerak di klaster pertanian, peternakan, dan perikanan yang belum bankable atau belum bisa mengakses langsung kepada KUR perbankan bisa mengakses dana bergulir dari koperasi," ujar Krisdianto.
Dengan adanya dana bergulir berbasis klaster koperasi, maka para petani, peternak, dan nelayan yang belum dapat mengakses KUR dari perbankan bisa memanfaatkan dana bergulir kepada koperasi mitra LPDB-KUMKM.
"Sehingga setelah mendapatkan dana bergulir dan mereka berproses untuk bisa kedepannya menjadi bankable dengan adanya peningkatan usahanya maka seterusnya koperasi anggota koperasi ini akan bisa langsung mengakses dana ke perbankan, nah di situlah peran aktif dari LPDB-KUMKM untuk menjembatani sebagai bridging para anggota koperasi," ujar Krisdianto.(ASl/Red/MP).

.jpg)
.jpg)
.jpg)




.jpg)






