- Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan
- DPRD Kota Bogor Tinjau Trase Baru Batutulis, Progres Pembangunan Capai 84 Persen
- 179 Sekolah Masuk Revitalisasi, Bupati Majalengka Bidik Pemerataan Pendidikan
- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- Kompetitif di 4 Putaran Awal, Tim HRI Target Raih Gelar Juara Nasional Akhir Pekan Ini di Mandalika
- Jaga Stabilitas Keamanan, Babinsa Koramil Ciledug Dan Pondok Aren Patroli Malam Bersama Komduk.
- Mediasi Dugaan Limbah Greenfields Memanas, kenapa Pejabat Masih Baru Akan Turun ke Lokasi.
- Pemkab Barut Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal dan Cegah Stunting Lewat Lomba Cipta Menu B2SA
- Ketua TP-PKK Barito Utara Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting melalui Pangan B2SA
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
179 Sekolah Masuk Revitalisasi, Bupati Majalengka Bidik Pemerataan Pendidikan

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suhernan bersama Kadisdik Majalengka H M Umar Ma'ruf.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Majalengka tidak cukup hanya mengandalkan proses belajar mengajar. Kelayakan ruang kelas, keamanan bangunan, dan ketersediaan fasilitas penunjang juga menjadi faktor penting yang menentukan kenyamanan siswa dalam menimba ilmu.
Persoalan itulah yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Majalengka saat Bupati H. Eman Suherman meninjau hasil revitalisasi sarana pendidikan di SDN Majalengka Wetan VII, Kamis (15/10/2026). Dalam program tersebut, sebanyak 179 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Majalengka tercatat masuk program revitalisasi.
Bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma'ruf, serta perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Eman melihat langsung hasil pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah, termasuk pemanfaatan ruang kelas baru dan penerapan pembelajaran interaktif.
Baca Lainnya :
- 179 Sekolah Masuk Revitalisasi, Bupati Majalengka Bidik Pemerataan Pendidikan
- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan sarana dan prasarana pendidikan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menunjang kualitas pembelajaran siswa.
Rp 1,127 Miliar untuk Revitalisasi SDN Majalengka Wetan VII
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Joko Setiyono, menjelaskan bahwa revitalisasi sarana dan prasarana SDN Majalengka Wetan VII telah rampung dengan anggaran sebesar Rp 1,127 miliar.
Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan rehabilitasi sejumlah bangunan sekolah.
Bagi dunia pendidikan, tersedianya ruang kelas yang layak merupakan kebutuhan mendasar. Fasilitas yang memadai diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif sekaligus menunjang aktivitas guru dan siswa.
Bupati Eman Suherman mengapresiasi rampungnya pembangunan tersebut. Ia menilai dukungan terhadap infrastruktur pendidikan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia sejak usia dini.
"Kami sangat bangga melihat hasil pembangunan dan pemanfaatan ruang kelas baru di SDN Majalengka Wetan VII ini. Pembangunan fasilitas yang layak merupakan wujud perhatian bersama untuk memastikan anak-anak kita dapat belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal," ungkap Eman.
Ia berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal dan dirawat bersama oleh warga sekolah agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Eman juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atas perhatian terhadap sektor pendidikan di Kabupaten Majalengka.
Menurutnya, keberlanjutan program revitalisasi diperlukan agar lebih banyak sekolah memperoleh kesempatan memperbaiki fasilitas belajar.
179 Sekolah Masuk Program, Pemerataan Jadi Perhatian
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma'ruf, menyebut program revitalisasi sebagai wujud kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperbaiki sarana pendidikan.
"Alhamdulillah, hari ini Pak Bupati hadir langsung membersamai kita meresmikan hasil revitalisasi dan pembelajaran interaktif. Ini merupakan bukti nyata bahwa negara dan pemerintah daerah hadir bersama-sama membangun sektor pendidikan yang menjadi salah satu prioritas di Kabupaten Majalengka," ujarnya.
Menurut Umar, terdapat 179 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Majalengka yang masuk program revitalisasi. Program tersebut diharapkan membantu meningkatkan kelayakan fasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.
Jumlah tersebut sekaligus menunjukkan besarnya kebutuhan peningkatan fasilitas pendidikan yang perlu ditangani secara bertahap. Karena itu, keberlanjutan program dan penentuan prioritas sekolah menjadi penting agar bantuan dapat menjangkau satuan pendidikan sesuai kebutuhan.
Revitalisasi juga tidak boleh hanya dinilai dari selesainya pembangunan gedung. Kualitas pengerjaan, pemanfaatan fasilitas, pemeliharaan bangunan, serta dampaknya terhadap kegiatan belajar mengajar menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Dengan fasilitas yang lebih baik, sekolah diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang semakin efektif, interaktif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Jaga Keberlanjutan
Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat, Hj. Komalasari, yang hadir mewakili Kemendikdasmen, turut mengapresiasi sinergi pemerintah daerah dan pihak sekolah dalam mendukung program revitalisasi.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama program tersebut adalah menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.
"Misi utama program revitalisasi ini adalah menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan layak. Kami berharap fasilitas yang telah dibangun dan diresmikan ini dapat dijaga serta dipelihara bersama oleh seluruh warga sekolah," ungkapnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pembangunan fasilitas harus diikuti tanggung jawab pemeliharaan. Sekolah, pemerintah daerah, dan seluruh warga pendidikan memiliki peran agar bangunan yang telah diperbaiki tetap berfungsi optimal dan tidak cepat mengalami kerusakan.
Pemerintah Kabupaten Majalengka menyatakan akan terus berkoordinasi dengan BBPMP Jawa Barat dan Kemendikdasmen untuk mengusulkan sekolah lain yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana pada tahun anggaran berikutnya.
Harapannya, program revitalisasi tidak hanya menghasilkan bangunan yang lebih layak, tetapi juga memperluas kesempatan bagi siswa di berbagai wilayah untuk memperoleh lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran atau jumlah sekolah yang masuk program. Ukuran terpentingnya adalah sejauh mana fasilitas tersebut digunakan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi siswa.
Dengan 179 sekolah masuk program revitalisasi, pekerjaan berikutnya adalah memastikan upaya peningkatan fasilitas berlangsung berkelanjutan, tepat sasaran, dan sejalan dengan kebutuhan pendidikan di Kabupaten Majalengka.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Majalengka dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mewujudkan Majalengka Langkung Sae. ** (Agit)










.jpg)




