- Bengkel Wijaya AC Mobil Tunjukkan Profesionalisme Tangani Berbagai Masalah AC Mobil
- Korban KSPSB Desak Negara Hadir, Proses PKPU Gagal dan Hukum Dinilai Mandek
- Respon PUPR Jalan Rusak Kades Kedungbanteng Redakan Emosi Warga Akan Tanam Pohon Pisang
- Satlantas Menyapa Masyarakat, Edukasi Administrasi Kendaraan dan Pelatihan SIM Praktis
- DPRD Minta Perusahaan Tambang Beralih ke Jalan Khusus, Hentikan Hauling di KM 30
- Hauling Batu Bara Dinilai Rusak Jalan, DPRD Barito Utara Panggil Tiga Perusahaan Tambang
- Konfercab GP Ansor Barito Utara, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Bupati Barito Utara Buka Konfercab GP Ansor, Tekankan Penguatan Nilai Kemanusiaan
- Menkop Ferry Optimis Satu Data Indonesia Bakal Percepat Proses Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
Warga Mekarsari Alami Sesak Nafas, Diduga Dari Aroma Bau PT Bintang Kanguru

Keterangan Gambar : Pabrik yang diduga mengeluarkan aroma bau
MEGAPOLITANPOS. COM, Kota Tangerang-Ratusan Warga RT. 5 RW. 5 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari dipaksa untuk menikmati aroma tak sedap imbas pembakaran bahan baku PT Bintang Kanguru.
Masyarakat sekitar sudah sangat resah karena setiap pagi hari harus mencium asap berbau yang tidak wajar sehingga warga mengalami sesak nafas.
Penjelasan RT dan perwakilan warga setempat membenarkan asap hitam pekat keluar dari pabrik tekstil yang ternyata melakukan pembakaran berbahan Rubber Compound Oil (RCO) atau karet.
Baca Lainnya :
- Respon PUPR Jalan Rusak Kades Kedungbanteng Redakan Emosi Warga Akan Tanam Pohon Pisang
- Satlantas Menyapa Masyarakat, Edukasi Administrasi Kendaraan dan Pelatihan SIM Praktis
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
- DPRD Sambut Positif Langkah Pemkot Tangerang Akhiri Kerja Sama PSEL Dengan PT Oligo
- Darurat Sampah Nasional : DPRD Minta Pemkot Kota Tangerang Mentransformasi Tata Kelola Sampah
“Sejak 6 bulan lalu kami sudah melakukan komplain ke pabrik Bintang Kanguru tapi tidak ditanggapi,” ujar Ketua RT setempat Aryanto, Kamis 14 September 2023.
Masyarakat saat ini telah menyerahkan persoalan ini melalui kuasa hukumnya, Yanto Nelson Nalle.
Nelson, sejak mendapatkan kuasa dari masyarakat setempat itu langsung bertindak menempuh upaya hukum dengan mengirimkan surat aduan ke 19 instansi terkait.
Mulai dari instansi keamanan, Pemerintahan baik eksekutif dan legislatif tingkat lokal sampai pusat namun belum mendapat tanggapan.
“Padahal sudah 3 kali saya bersurat ke sejumlah instansi terkait, yang merespon hanya polsek Neglasari,” ungkap Nelson.
Nelson juga berkali-kali mengirim surat ke PT Bintang Kanguru dan sampai saat ini pun belum mendapat tanggapan.
“Surat sudah selalu dilayangkan kepada owner pabrik akan tetapi hingga saat ini belom ada tanggapan, apakah harus ada masyarakat yang meninggal dunia baru bisa terbuka hatinya,” ucap Nelson.
“Sudah tiga kali saya ke pabrik ini untuk melakukan mediasi akan tetapi nihil hasilnya, karena owner selalu tidak ada di lokasi sekitar pabrik atau tidak berani menemukan kami,” tegasnya
Nelson juga menyesalkan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang yang acuh terhadap penderitaan masyarakat korban pembakaran RCO PT Bintang Kanguru.
“DLH pun hingga saat ini belom membuka suara atau bungkam terkait asap pabrik yang keluar tersebut, ada apa?” tanya Nelson.Jhn

















