- Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026
- Bupati Hasbi Sambut Menhan Sjafrie di Lebak, Yonif TP 840 Diminta Dukung Pembangunan Daerah.
- Hadapi Cuaca Ekstrem, Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026 polres Blitar Apel Siaga Bencana.
- 30 Tahun ke Depan, Sachrudin Siapkan Arah Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.
- Menjaga Keamanan, Babinsa Dan Komduk Senergi Patroli Malam.
- Polisi Hentikan Penyelidikan Dugaan Pelanggaran Perjanjian Pengalihan Merek, SIAL Food & Drinks Indonesia Sambut Baik
- Dewan Hasrat Minta Program Antinarkoba Berbasis Pemetaan, Anggaran Harus Terukur hingga Hasilnya
- Hasrat PAN Usulkan Lomba Cerita Pendek Bahaya Narkoba, Edukasi Generasi Muda Lewat Media Sosial
- Hasrat Minta SOP Perlindungan Relawan Antinarkoba, Masyarakat Pelapor Jangan Dibiarkan Takut
- Hasrat PAN Dukung Perda P4GN dan Anggaran Antinarkoba, Selamatkan Generasi Muda Barito Utara
Warga Mekarsari Alami Sesak Nafas, Diduga Dari Aroma Bau PT Bintang Kanguru

Keterangan Gambar : Pabrik yang diduga mengeluarkan aroma bau
MEGAPOLITANPOS. COM, Kota Tangerang-Ratusan Warga RT. 5 RW. 5 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari dipaksa untuk menikmati aroma tak sedap imbas pembakaran bahan baku PT Bintang Kanguru.
Masyarakat sekitar sudah sangat resah karena setiap pagi hari harus mencium asap berbau yang tidak wajar sehingga warga mengalami sesak nafas.
Penjelasan RT dan perwakilan warga setempat membenarkan asap hitam pekat keluar dari pabrik tekstil yang ternyata melakukan pembakaran berbahan Rubber Compound Oil (RCO) atau karet.
Baca Lainnya :
- Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa Semen.
- Nurhadi Anggota DPR RI : Perlancar Layanyan Kesehatan Serahkan Mobil Ambulan Untuk Pemdes Bacem.
- Pasar Sudah Bagus, Sachrudin: Jaga Kebersihan dan Kenyamanannya Bersama!
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
- Kapolres Majalengka Bongkar Dua Kasus Pengeroyokan, Ini Kronologinya
“Sejak 6 bulan lalu kami sudah melakukan komplain ke pabrik Bintang Kanguru tapi tidak ditanggapi,” ujar Ketua RT setempat Aryanto, Kamis 14 September 2023.
Masyarakat saat ini telah menyerahkan persoalan ini melalui kuasa hukumnya, Yanto Nelson Nalle.
Nelson, sejak mendapatkan kuasa dari masyarakat setempat itu langsung bertindak menempuh upaya hukum dengan mengirimkan surat aduan ke 19 instansi terkait.
Mulai dari instansi keamanan, Pemerintahan baik eksekutif dan legislatif tingkat lokal sampai pusat namun belum mendapat tanggapan.
“Padahal sudah 3 kali saya bersurat ke sejumlah instansi terkait, yang merespon hanya polsek Neglasari,” ungkap Nelson.
Nelson juga berkali-kali mengirim surat ke PT Bintang Kanguru dan sampai saat ini pun belum mendapat tanggapan.
“Surat sudah selalu dilayangkan kepada owner pabrik akan tetapi hingga saat ini belom ada tanggapan, apakah harus ada masyarakat yang meninggal dunia baru bisa terbuka hatinya,” ucap Nelson.
“Sudah tiga kali saya ke pabrik ini untuk melakukan mediasi akan tetapi nihil hasilnya, karena owner selalu tidak ada di lokasi sekitar pabrik atau tidak berani menemukan kami,” tegasnya
Nelson juga menyesalkan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang yang acuh terhadap penderitaan masyarakat korban pembakaran RCO PT Bintang Kanguru.
“DLH pun hingga saat ini belom membuka suara atau bungkam terkait asap pabrik yang keluar tersebut, ada apa?” tanya Nelson.Jhn









.jpg)





