- Kementerian UMKM Buka Peluang Waralaba Lokal Masuk Pasar Modal
- HUT ke-39, BRI Life Salurkan Bantuan Sembako hingga Fasilitas Air Bersih
- Masyarakat Rentan Sosial Desa Sumberingin Bersyukur BLT-DD Sudah Cair.
- Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Gelar Hari Fraksi: Ruang Aspirasi & Suara Rakyat.
- DPMPTSP Barito Utara Perkuat Pengawasan Investasi, Pastikan Kepatuhan Pelaku Usaha
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
- Kantah Kabupaten Tangerang Raih Predikat Informatif Capaian Nilai 98,50 .
- Wujud Sinergi TNI dan Warga Jaga Keamanan Lewat Patroli Malam.
- Kakanwil Kemenag Banten Dukung Simamat, Perkuat Transformasi Digital.
Wali Kota Monitor Pengawasan Obat Sirop Apotek Wilayah Kecamatan Cempaka Putih

Keterangan Gambar : Wali Kota Jakpus Monitor Pengawasan Obat Sirop Apotek Wilayah Kecamatan Cempaka Putih
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta Pusat-Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat melakukan monitor ke apotik mengenai edaran penarikan beberapa jenis obat yang sudah tidak boleh beredar kembali, di wilayah Kecamatan Cempaka Putih, Kamis (27/10).
Dalam monitor ini, dipimpin Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma didampingi Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Pusat Rismasari berserta jajaran terkait.
"Alhamdulillah apotik sudah melakukan penarikan beberapa jenis obat yang tidak direkomendasikan. Salah satunya di Apotik Ashera yang sudah menarik edar terkait obat sirop yang tidak direkomendasikan," kata Dhany di lokasi.
Baca Lainnya :
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
- Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa Semen.
- Nurhadi Anggota DPR RI : Perlancar Layanyan Kesehatan Serahkan Mobil Ambulan Untuk Pemdes Bacem.
- Pasar Sudah Bagus, Sachrudin: Jaga Kebersihan dan Kenyamanannya Bersama!
"Kurang lebih 30 produk sirop, termasuk lima produk yang direkomendasikan untuk ditarik," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Pusat Rismasari mengaku telah rutin melakukan pengawasan bekerja sama dengan BPOM wilayah Jakarta pusat.
"Sudin telah melakukan pengawasan dengan melibatkan aparat di tingkat wilayah, dan juga kita melakukan imbauan kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan. Karena kalau kita sehat, kita tidak perlu mengkonsumsi obat," jelasnya.
Risma mengungkapkan, pengawasan toko obat dan apotik memang selalu dilakukan Sudin Kesehatan ada atau tidak ada kasus Acute Kidney Injury (AKI). "Kita melakukan pengawasan di 214 apotik se-Jakarta Pusat yang dilakukan secara bergantian setiap hari," tutupnya. ( Ronald )










.jpg)





