- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
- Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
- Ramadhan Berbagi, Dr H. Amrullah: Hadirkan Kebahagiaan Lintas Agama
- Dukung Ketahanan Pangan, Pemerintah Akan Tetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi di 12 Provinsi
- Sosialisasi Regulasi tentang Organisasi dan Tata Kerja, Sekjen ATR/BPN Tekankan Empat Pesan Strategis
- DPRD Barito Utara Hadir di Batu Raya I, Serap Aspirasi Warga Lewat Safari Ramadhan
- Wisata Belanja Ramadhan 2026, 819 Anak di Barito Utara Dapat Bantuan Belanja Lebaran
- Pemkab Barito Utara Gelar Pasar Murah dan Bagikan Sembako Gratis, Upaya Tekan Inflasi Jelang Idul Fitri
Wali Kota Monitor Pengawasan Obat Sirop Apotek Wilayah Kecamatan Cempaka Putih

Keterangan Gambar : Wali Kota Jakpus Monitor Pengawasan Obat Sirop Apotek Wilayah Kecamatan Cempaka Putih
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta Pusat-Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat melakukan monitor ke apotik mengenai edaran penarikan beberapa jenis obat yang sudah tidak boleh beredar kembali, di wilayah Kecamatan Cempaka Putih, Kamis (27/10).
Dalam monitor ini, dipimpin Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma didampingi Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Pusat Rismasari berserta jajaran terkait.
"Alhamdulillah apotik sudah melakukan penarikan beberapa jenis obat yang tidak direkomendasikan. Salah satunya di Apotik Ashera yang sudah menarik edar terkait obat sirop yang tidak direkomendasikan," kata Dhany di lokasi.
Baca Lainnya :
- DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
"Kurang lebih 30 produk sirop, termasuk lima produk yang direkomendasikan untuk ditarik," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Pusat Rismasari mengaku telah rutin melakukan pengawasan bekerja sama dengan BPOM wilayah Jakarta pusat.
"Sudin telah melakukan pengawasan dengan melibatkan aparat di tingkat wilayah, dan juga kita melakukan imbauan kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan. Karena kalau kita sehat, kita tidak perlu mengkonsumsi obat," jelasnya.
Risma mengungkapkan, pengawasan toko obat dan apotik memang selalu dilakukan Sudin Kesehatan ada atau tidak ada kasus Acute Kidney Injury (AKI). "Kita melakukan pengawasan di 214 apotik se-Jakarta Pusat yang dilakukan secara bergantian setiap hari," tutupnya. ( Ronald )













