- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Gulkarmat Jakut Gencarkan Edukasi Cegah Kebakaran di Tengah Perayaan HUT ke-81 RI
- Lomba Kreasi Layang - Layang Ajarkan Generasi Muda Produktif dan Lebih Berkegiatan Positif
- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Menyambut Program Penanganan Kasus Stunting Oleh Pemkot

Keterangan Gambar : Riyanto Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Riyanto menyambut sederet program Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam rangka menekan dan mencegah stunting di Kota Tangerang, Minggu (21/5/23).
Menurutnya kasus stunting harus dicegah dengan intervensi pemerintah. Terutama memberikan perhatian dan membina ibu hamil.
"Program penanganan stunting terintegrasi antar OPD harus terus dilakukan pemkot, agar angka stunting terus turun, kalau dilihat data angka stunting di kota masih di bawah kota Tangsel," ujar Riyanto.
Baca Lainnya :
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Komisi Ii DPRD Kota Tangerang Apresiasi Program CKG
- DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026
- Semarak Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke 51. MUI Kec. Periuk Mengikuti Empat Cabang Lomba
- Anggota Dewan PDI-P Sumarti, S.IP., M.IP : Gedung MUI Periuk Sudah Tidak Layak, Harus Segera Direhab
Wakil rakyat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan, stunting tidak sama dengan gizi buruk. Stunting identik dengan perkembangan anak di bawah normal yang disebabkan sang ibu tidak memiliki akses makanan yang sehat dan bergizi.
"Untuk itu penanganan utamanya dengan membina kesehatan dan gizi para ibu hamil dan bayi yang dilahirkan pada masa 1000 hari pertama kehidupan," ujar dia.
Ia pun mengapresiasi sederet program yang dijalankan oleh Dinkes Kota Tangerang sehingga angka stunting mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
"Harapannya Dinkes harus memberikan perhatian penuh kepada ibu hamil di kota Tangerang. Selain itu juga kepada anak- anak balita agar terhindar dari gizi buruk dan berbagai penyakit lainnya," katanya.
Sebelumnya diketahui Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni menyatakan Dinkes telah menggunakan aplikasi SiData untuk melakukan pendataan anak berstatus stunting dengan terinci, yakni by name by address. Sehingga, intervensi yang disiapkan akan lebih sesuai target yang dibutuhkan mereka anak, keluarga atau lingkungan berstatus stunting.
Program yang dikerahkan Dinkes, kata dr Dini dalam penanganan kasus stunting cukup banyak. Diantaranya, dalam konsumsi pangan dilakukan promosi dan konseling menyusui, pemberian makanan bayi anak pada masa 1000 hari pertama kehidupan, sumplementasi gizi makro, suplementasi tablet penambah darah, suplemen ibu hamil, vitamin A, kalsium dan zinc serta fasilitas Pos Gizi.Jhn

















