- Pempek King Al-Bar99 Sensasi Khas Palembang Hadir di Pasar Kemis.
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Menyambut Program Penanganan Kasus Stunting Oleh Pemkot

Keterangan Gambar : Riyanto Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Riyanto menyambut sederet program Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam rangka menekan dan mencegah stunting di Kota Tangerang, Minggu (21/5/23).
Menurutnya kasus stunting harus dicegah dengan intervensi pemerintah. Terutama memberikan perhatian dan membina ibu hamil.
"Program penanganan stunting terintegrasi antar OPD harus terus dilakukan pemkot, agar angka stunting terus turun, kalau dilihat data angka stunting di kota masih di bawah kota Tangsel," ujar Riyanto.
Baca Lainnya :
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Pemkot Tangerang Wisuda 405 Siswa Sekolah Lansia Angkatan Kedua, Dorong Lansia Mandiri dan Berprestasi.
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya.
Wakil rakyat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan, stunting tidak sama dengan gizi buruk. Stunting identik dengan perkembangan anak di bawah normal yang disebabkan sang ibu tidak memiliki akses makanan yang sehat dan bergizi.
"Untuk itu penanganan utamanya dengan membina kesehatan dan gizi para ibu hamil dan bayi yang dilahirkan pada masa 1000 hari pertama kehidupan," ujar dia.
Ia pun mengapresiasi sederet program yang dijalankan oleh Dinkes Kota Tangerang sehingga angka stunting mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
"Harapannya Dinkes harus memberikan perhatian penuh kepada ibu hamil di kota Tangerang. Selain itu juga kepada anak- anak balita agar terhindar dari gizi buruk dan berbagai penyakit lainnya," katanya.
Sebelumnya diketahui Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni menyatakan Dinkes telah menggunakan aplikasi SiData untuk melakukan pendataan anak berstatus stunting dengan terinci, yakni by name by address. Sehingga, intervensi yang disiapkan akan lebih sesuai target yang dibutuhkan mereka anak, keluarga atau lingkungan berstatus stunting.
Program yang dikerahkan Dinkes, kata dr Dini dalam penanganan kasus stunting cukup banyak. Diantaranya, dalam konsumsi pangan dilakukan promosi dan konseling menyusui, pemberian makanan bayi anak pada masa 1000 hari pertama kehidupan, sumplementasi gizi makro, suplementasi tablet penambah darah, suplemen ibu hamil, vitamin A, kalsium dan zinc serta fasilitas Pos Gizi.Jhn







.jpg)


.jpg)
.jpg)




