- Bukti Peran Aktif Babinsa dan Komduk, Patroli Malam Wujudkan Lingkungan Aman.
- Pemkot Tangerang Wisuda 405 Siswa Sekolah Lansia Angkatan Kedua, Dorong Lansia Mandiri dan Berprestasi.
- Shalahuddin Tegaskan Pendataan dan Verifikasi Pelebaran Jalan Dilakukan Secara Cermat
- Pemkab Barito Utara Percepat Pelebaran Ruas Jalan Dalam Kota Muara Teweh
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
- Wamen UMKM: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Cetak Wirausaha Baru
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Hari Pramuka ke-65, Dandim 0506/Tgr Hadiri Upacara Kwarcab Tangsel.
- Jaga Jakarta On The Spot, Babinsa-Bhabinkamtibmas Bagikan Sembako kepada Warga.
Wabup Asahan: Mari Terus Proaktif Cegah Stunting

Keterangan Gambar : Wabup Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos, MSi membuka resmi pengukuran dan publikasi stunting.
MEGAPOLITANPOS.COM, Asahan – Wakil Bupati (Wabup) Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos, MSi membuka secara resmi pengukuran dan publikasi stunting yang dihadiri Forkopimda, Kadis Kesehatan, para Camat, Pengurus TP PKK Asahan, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Asahan, Organisasi Profesi serta TPPS Kabupaten Asahan, di Aula Hotel Antariksa Kisaran, Rabu (14/12/2022).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, dr. Nanang, FA, SpPK mengatakan, angka prevalensi stunting Kabupaten Asahan terus menurun hingga Tahun 2022. Ini disebabkan karena seluruh pihak terus melakukan pendampingan dan pemantauan kepada balita yang memiliki gizi buruk.
Nanang juga menyampaikan, Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan akan terus berusaha menurunkan angka stunting yang ada di Kabupaten Asahan, sehingga Kabupaten Asahan terbebas dari stunting.
Baca Lainnya :
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Asahan mengatakan, untuk mendukung terintegrasinya pelaksanaan intervensi penurunan stunting di Kabupaten Asahan, terdapat 8 aksi dalam integrasi yang akan memperkuat efektivitas intervensi stunting, mulai dari analisa situasi program penurunan stunting, penyusunan rencana kegiatan, rembuk stunting, pembinaan kader pembangunan manusia dan pengelolaan sistem manajemen data pengukuran dan publikasi stunting.
Prevalensi stunting selama 10 tahun terakhir menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan, dan ini menunjukkan masalah stunting perlu ditangani segera. Hasil riset kesehatan dasar riskesdas 2018 menunjukkan 30,8% atau sekitar 7 juta balita menderita stunting dengan latar belakang yang beragam, dari masalah anemia pada ibu hamil 48,9%, berat bayi lahir rendah BBLR 6,2% balita kurus atau wasting 10,2% dan anemia pada balita.
“Selanjutnya, dengan pengukuran dan publikasi stunting ini kita dapat mengetahui status gizi anak sesuai umur dan mengukur prevalensi stunting di tingkat desa secara berkala. Mari kita tetap bangun sinergi dan terus proaktif mencegah stunting di Kabupaten Asahan demi mewujudkan masyarakat Asahan sejahtera yang religius dan berkarakter,” pungkas Wabup. (DS)










.jpg)





