- Robotika untuk Negeri Hadir di Kepulauan Seribu, PRSI Bekali Siswa dan Guru Teknologi Masa Depan
- UGC Tembus Puluhan Juta Views, SanDisk Sukses Gaet King Aloy Secara Autentik
- Tiga Penghargaan Sekaligus, Disdik Majalengka Jadi Sorotan BBPMP Jabar Award 2025
- BREAKING: Puluhan Rumah Terdampak Tanah Bergerak di Majalengka, Pemerintah Siapkan Relokasi
- Hadiri Pembukaan Manasik, Parmana Tekankan Pentingnya Bimbingan Terintegrasi
- Percepat Penyelesaian Kasus Tanah Transmigrasi di Kalsel, Kementerian ATR/BPN Pimpin Mediasi Bahas Nilai Ganti Rugi
- Jelang Ramadhan 1447.H PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Berbagi Sembako
- Aksi Bersih HPSN 2026, DLH dan Komunitas Sisir Eks Bandara Lama Muara Teweh
- Jemaah Barito Utara Tergabung Kloter 7 Gelombang I, Biaya Haji Tahun Ini Turun
- Bupati Barito Utara Buka Manasik Haji Terintegrasi 1447 H, Tekankan Lima Tertib bagi Jemaah
UPT Puskesmas Srengat Blitar hadirkan Inovasi Pemantauan Kesehatan Digital dari Aplikasi Dasboard MENTARI

MEGAPOLITANPOS.COM Blitar - Sebagai bagian dari transformasi digital di sektor kesehatan, UPT Puskesmas Srengat meluncurkan aplikasi Dashboard MENTARI (Pemantauan Data Mandiri), yang dirancang untuk memudahkan pemantauan dan pengolahan data skrining kesehatan masyarakat secara real-time.
Kepala Bappedalitbang Drs. Rully Wahyu Prasetyowanto, ME menyebutkan bahwa ke aplikasi hadir untuk meningkatkan efektivitas layanan kesehatan melalui pemantauan mandiri, memungkinkan data kesehatan masyarakat diolah dan diakses dengan lebih cepat dan akurat.
"Latar belakang pengembangan aplikasi ini didasari oleh Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 2015 Tahun 2023 yang mengharuskan skrining kesehatan yang komprehensif di setiap puskesmas,"kata Rully.
Baca Lainnya :
- BREAKING: Puluhan Rumah Terdampak Tanah Bergerak di Majalengka, Pemerintah Siapkan Relokasi
- Jelang Ramadhan 1447.H PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Berbagi Sembako
- Peringatan Keras Revolutionary Law Firm Akan Pengelolaan Lahan Hutan Perhutani Harus Bijak
- Geger Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan dan Stempel Kepala Desa di Majalengka
- Bupati Majalengka: Penerima Bansos Harus Terbuka, Stiker Dipasang untuk Pengawasan Bersama
Sebelumnya, pengumpulan data secara manual kerap membebani operasional Puskesmas dan meningkatkan biaya penggandaan kertas. Dengan Dashboard MENTARI, Rully berharap melalui data skrining kesehatan kini dikelola melalui formulir digital yang otomatis terintegrasi ke dalam dashboard aplikasi, sehingga memudahkan setiap unit pelayanan untuk memantau data secara berkala dan langsung.
"Dashboard ini memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya adalah tampilan data real-time yang dapat diakses oleh setiap unit layanan, pencatatan jumlah skrining per petugas, jenis skrining, hingga evaluasi capaian bulanan. Dengan dukungan ini, proses pemantauan wilayah setempat (PWS) di Puskesmas Srengat kini semakin terukur dan transparan,"terangnya.
Dengan aplikasi ini juga telah mengurangi penggunaan kertas secara signifikan dan mendukung penciptaan lingkungan kerja yang lebih ramah lingkungan. Sejak diterapkan pada Agustus 2024, Dashboard MENTARI berhasil mencatat 2.453 skrining kesehatan, dengan distribusi antara klaster ibu dan balita sebanyak 991 skrining, klaster apras dan remaja 274 skrining, klaster dewasa dan lansia 905 skrining, dan klaster mentari 283 skrining.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Blitar turut berperan dalam pengembangan dan implementasi aplikasi ini.
Kepala Bappedalitbang Kabupaten Blitar Rully juga menyebutkan sebagai pembina inovasi daerah, Bappedalitbang memberikan pendampingan penuh untuk melaporkan inovasi Dashboard MENTARI kepada Kementerian Dalam Negeri. Selain itu, Bappedalitbang juga memfasilitasi publikasi dan sosialisasi inovasi ini melalui berbagai media, agar masyarakat dapat memahami manfaat dari aplikasi ini secara menyeluruh.
"Sinergi ini memastikan bahwa inovasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan Puskesmas Srengat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pengembangan layanan kesehatan berbasis digital di seluruh Kabupaten Blitar.
Dengan inovasi ini, UPT Puskesmas Srengat berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan publik yang lebih transparan, cepat, dan tepat, serta memperkuat komitmen Kabupaten Blitar dalam menyelenggarakan layanan kesehatan digital yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. ** (za/mp)
















