- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- DPRD Dukung Langkah Penguatan Penanganan Karhutla dan BBM di Barito Utara
- Wakil Ketua DPRD Barito Utara Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- DPRD Barito Utara Hadiri Seluruh Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Pimpin Rapat Karhutla dan BBM, Bupati Tekankan Bangun Koordinasi dan Kumonikasi Yang Cepat
- Diduga Lalai Mematikan Kompor LPG Warung Pujasera Istana Gebang Nyaris Ludes Terbakar
- Warung Tiwul hingga Sate Taichan Ludes, UMKM Rasakan Manfaat Kumpul Bersama Rakyat
- Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
Untuk Ketahanan Pangan Sektor Gula, Kemenkop Bakal Perkuat Ekosistem Petani Tebu

Keterangan Gambar : saresehan bersama seluruh jajaran pengurus dan anggota KPUB
MEGAPOLITANPOS.COM, Mojokerto - Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) bakal memperkuat ekosistem petani tebu di Jatim, khususnya di Koperasi Produsen Usaha Bersama (KPUB) Rosan Kencana berikut koperasi-koperasi primernya, dalam memproduksi tebu guna menjaga ketahanan pangan sektor gula nasional.
"Kita akan berkolaborasi dengan stakeholder lainnya seperti para Kepala Dinas setempat, Pabrik Gula (PG), dan koperasinya," ucap Direktur Utama (Dirut) LPDB Supomo, mewakili Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, dalam acara saresehan bersama seluruh jajaran pengurus dan anggota KPUB Rosan Kencana di Ponpes Segoro Agung, Mojokerto, Rabu sore (19/2).
Di acara yang dihadiri pengasuh Ponpes Segoro Agung KH Bimo Agus Sunarno, Supomo menjelaskan bahwa kolaborasi itu penting agar penyaluran dana bergulir bisa tepat sasaran dan tepat guna.
Baca Lainnya :
- Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta dalam Rangkaian Menuju Puncak Harkopnas ke-79
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
- Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
- Menkop Tekankan Pentingnya Kolaborasi lintas sektor Percepat Kemandirian Ekonomi Desa
"Jadi, Kemenkop melalui LPDB akan memastikan bahwa dana yang disalurkan itu bisa kembali dan bisa disalurkan kembali kepada para petani lainnya," kata Supomo.
Supomo menambahkan, pihaknya akan membantu cara mengajukan proposalnya, dan yang berada di daerah tidak perlu harus datang ke Jakarta karena sudah ada yang namanya e-Proposal. "Kita akan pandu dari Jakarta dalam pembuatan proposal melalui telepon, email, dan sebagainya," ucap Supomo.
Lanjut Supomo, untuk mendapatkan dana bergulir dari LPDB, koperasinya harus sehat secara kelembagaannya. "Kalau tidak sehat, bagaimana bisa koperasi mengembalikannya. Karena, ini kan uang rakyat juga," ungkap Supomo.
LPDB melakukan sosialisasi di tingkat provinsi dengan mengumpulkan beberapa koperasi bekerja sama dengan dinas-dinas koperasi provinsi dan kabupaten/kota. Dari situ LPDB bisa melihat, dimapping mana yang tidak sehat atau lainnya.
"Hal terpenting itu, para pengurus koperasi dalam rangka penyehatan ini harus mempunyai jiwa entrepreneur," ucap Supomo.
Supomo optimis penyaluran dana bergulir di KPUB Rosan Kencana bisa berjalan lancar karena akan menduplikasi yang sudah dilakukan LPDB di Kabupaten Malang. "Yang dilakukan di Kebon Agung Malang yang akan kita duplikasi di sini. Ekosistem seperti itulah yang akan kita buat," ucap Supomo.
Di Malang, LPDB mengucurkan dana bergulir sekitar Rp40 miliar sampai Rp60 miliar. "Itu untuk satu periode tanam, pembelian pupuk, hingga untuk tebang angkut. Bahkan, sekarang kita sudah MoU dengan holdingnya PG Krebet yaitu Rajawali I dan ID Food," kata Supomo.
Namun, Supomo belum bisa memastikan apakah penyaluran dana bergulir itu melalui koperasi sekundernya (KPUB Rosan Kencana) atau melalui koperasi-koperasi primernya. "Lewat sekundernya memungkinkan, mau langsung ke primernya silakan," kata Supomo.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KPUB Rosan Kencana Pungkasiadi menjelaskan bahwa anggota primernya saat ini sebanyak 46 koperasi dengan total petani 70 ribu di 24 kabupaten/kota di Jatim yang memiliki perkebunan tebu.
"Kita berharap swasembada pangan nasional sektor gula ini bisa segera terwujud pada 2027 mendatang," kata Pungkasiadi.
Terlebih lagi, kata Pungkasiadi, KPUB Rosan Kencana Jawa Timur pernah sebagai pelaksana Program Akselerasi Peningkatan Produktivitas Gula Nasional di Jawa Timur Tahun 2004-2008, serta menjadi wadah kelembagaan koperasi bagi para petani tebu di Jatim, yang sampai sekarang telah berjalan dengan baik.
"Dan itu sudah dirasakan banyak manfaatnya untuk meningkatkan kesejahteraan petani tebu di Jatim," ujar Pungkasiadi. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)
.jpg)














