- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
UMKM: Inovasi Bahan Karung Goni Pikat Buyer dan Pengunjung TEI 2023

MEGAPOLITANPOS.COM, Tangerang- Inovasi dan kreativitas tinggi dalam mengolah kerajinan tangan Indonesia dapat menghasilkan produk yang menarik. Salah satu peserta Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38 yaitu Ethneeq yang berbasis di Denpasar, Bali, mampu mengkreasikan hal tersebut dengan menghasilkan produk tas, sandal, dan sepatu berbahan karung goni yang berpadu kain endek khas Bali.
Desain-desain tas dan produk lainnya diproduksi dengan apik sehingga tidak terlihat jika bahan yang digunakan berasal dari karung goni. Pada TEI ke-38 ini, stan Ethneeq berlokasi di Hall 8 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang, Banten.
Pemilik Ethneeq Dian Susanti bercerita, dirinya sering mengikuti berbagai pameran untuk mempromosikan produk hasil karyanya. "Jadi, produk utamanya adalah tas berbahan kain goni ramah lingkungan karena dari serat alam.
Baca Lainnya :
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Evaluasi Maturitas SPIP 2026, Kantah Kabupaten Tangerang Terima Kunjungan BPKP dan Biro OrtalaMR Kementerian ATR/BPN.
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
Keistimewaannya adalah kami kombinasikan goni dengan kain endek atau kain tradisional khas Bali," katanya di arena TEI, Rabu, (18/10).
Dian menjelaskan, usaha kecil menengah (UKM) miliknya yang berdiri sejak tahun 2020 hingga kini telah menciptakan enam koleksi dengan total 36 desain sendiri. Rata-rata produksi berbagai item mencapai 600 buah per bulan.
Produk yang dijual berkisar Rp150 ribu-Rp2,2 juta. Khusus tas dan sandal berkisar Rp620 ribu--Rp3 juta per pasang.Dian mengaku sangat senang mengikuti pameran di TEI. Sebab, produk hasil kreasinya bisa dilihat para buyer mancanegara. "Buyer yang telah datang dari Prancis. Buyer tersebut merupakan seorang trader yang menawarkan kerja sama. Untuk penjajakan, buyer Prancis itu membeli tas dan sandal yang akan dijajaki di negaranya terlebih dahulu,” jelasnya.
Dian mengatakan, tas buatannya pernah menjadi suvenir untuk agenda utama KTT G20. Sebelumnya, Dian juga mendapat kepercayaan untuk memproduksi suvenir pada agenda tambahan G20. Menurutnya, KTT G20 juga menjadi ajang bagi para UMKM untuk menunjukkan produk lokal dan kebudayaan Indonesia.

Dari segi penjualan, Dian menyebut, pembeli produknya banyak yang berasal dari Jakarta hingga Malaysia dan Singapura. "Rata-rata omzet bulanan paling rendah seingat saya ada di kisaran Rp60 juta per bulan dan tertingginya bisa sampai Rp100 jutaan," imbuhnya.
TEI merupakan pameran dagang terbesar di Indonesia yang digelar Kementerian Perdagangan setiap tahun. TEI ke-38 berlangsung secara luring di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten pada 18—22 Oktober 2023. (Reporter: Achmad Sholeh)

.jpg)
.jpg)
.jpg)





.jpg)





