Breaking News
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
- Pemkab Barito Utara Dorong Konsolidasi Ormas TBBR Lewat Rapimda I
- Fuomo Dorong Kreator Indonesia Jadi Pelaku Bisnis, Siapkan Fitur AI Analytics Engine
- DPRD Sambut Positif Langkah Pemkot Tangerang Akhiri Kerja Sama PSEL Dengan PT Oligo
- Darurat Sampah Nasional : DPRD Minta Pemkot Kota Tangerang Mentransformasi Tata Kelola Sampah
- DPRD Apresiasi Respons Cepat Pemkot Tangerang Tangani Banjir
- Ketua DPRD Terima Tokoh Agama dan Masyarakat, Tabayun Soal Isu Revisi Perda 7 & 8
- AC Manual vs AC Digital di Mobil Modern: Prinsip Sama, Cara Rawatnya Tak Boleh Salah
- Raymond Indra dan Joaquin Ukir Runner-up di Istora, Disebut Penerus Kevin/Marcus
- Anggota DPRD Barito Utara Nilai ORARI Tetap Strategis di Tengah Perkembangan Teknologi
Tukang Bengkel Tewas Bersimbah Darah Akibat 11 Tuka Tusuk

MEGAPOLITANPOS.COM (Buntok) - Sungguh tragis apa yang dialami oleh Rahman (28 Tahun) yang tewas bersimbah darah dengan 11 luka tusukan di depan bengkel miliknya sendiri. Peristiwa berdarah ini diduga dilakukan pelaku inisial P (17 Tahun). Saat itu, korban (Rahman) sedang asik melakukan aktivitas perbaikan motor di bengkel miliknya. Tiba - tiba pelaku inisial P datang dengan sadisnya melakukan penusukan terhadap korban yang sedang asik bekerja. Sehingga, perihal tersebut membuat heboh warga di pagi hari, sekitar 07.30 WIB, Rabu (05/01/2021). Kejadian itu terjadi di Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) Kalimantan Tengah (Kalteng) di Jalan AMD I Kota Buntok. Dari Press release yang digelar langsung oleh AKBP Yusfandi Usman SIK,MIK, selaku Kopolres setempat dalam pengungkapan kasus tersebut, Kamis (06/01/2022) Pukul 08.30 WIB di ruang Satreskrim Barsel. Peristiwa berdarah itu bermula saat istri Korban menerima telpon dari si pelaku P, yang merupakan temannya sendiri. Warga Desa Mangaris Kecamatan Dusun Selatan kabupaten setempat. Diduga pelaku inisial P menelpon istri korban bermaksud menagih uang sebesar Rp6 juta, sebagai uang damai atas kasus sebelumnya. Pada saat itu istri korban menjawab bahwa mereka tidak punya uang. Tidak puas dengan penjelasan itu, pelaku mendatangi korban yang tengah beraktivitas memperbaiki motor di bengkelnya. "Tanpa basa basi, pelaku menusuk korban secara membabi buta. Berulang ulang sehingga korban (Raman 28 tahun) meninggal di tempat dengan bersimbah darah akibat 11 luka tusukan dari pelaku P." Setelah pelaku P melakukan aksinya, pelaku melarikan diri walau sempat dikejar warga setempat. Korban pun kemudian dievakuasi menuju RSUD Jaraga Sasameh (RSJS) Buntok. Dari hasil visum, korban R meninggal dunia di karenakan banyak mengeluarkan darah akibat 11 luka tusuk dan sayatan. Dengan kesigapan dan ketangkasan personil team gambungan Resmob Polsek Dusel dan Team Resmob Polres Barsel, pelaku dapat diamankan. Hanya berselang waktu kurang lebih 5 sampai 6 jam. Dalam kasus ini pelaku di sangkakan pasal 340 KUHP Subsider 338, subsider 351 ayat 3 dengan ancaman 20 tahun penjara. (Ade/Red/MP).












.jpg)




