- Tak Pakai Helm hingga Lawan Arus? Kini Langsung Tertangkap ETLE Handheld di Kota Tangerang
- Kejati Banten Diduga Lamban Tangani Lapdu LSM Barata
- Baznas Kabupaten Blitar Hadir Dengan Konsep Nyata Bedah Kesenjangan Sosial dan Ekonomi
- DPRD Kota Tangerang Desak RDF Dibangun di Tiap Kecamatan, Sampah Rawa Kucing Bisa Berkurang Drastis
- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
- Komite Lintas Agama Gelar Halal Bihalal di Jakarta Barat, Perkuat Toleransi dan Persatuan Bangsa
- Jelang May Day 2026, Bupati Majalengka Kumpulkan Serikat Buruh : Janji Serap Tenaga Kerja hingga Jaga Kondusivitas Investasi
- Kapolres Majalengka Tegaskan Pengamanan Humanis May Day 2026 : Aspirasi Buruh Dijamin, Ketertiban Jadi Prioritas
- Heboh! Warga Temukan Mayat Mengambang di Sungai, Polisi Pastikan Bukan Pembunuhan
- Menteri UMKM Lantik Sekretaris Kementerian dan Deputi Kewirausahaan
Toko Roti di TangCity Menolak Pembayaran Manual, Dikeluhkan Seorang Ibu

Keterangan Gambar : Ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM, KOTA TANGERANG - Sebuah toko roti di TangCity Mall menolak pembayaran uang cash atau manual, dan hanya menerima pembayaran secara digital, dikeluhkan oleh seorang ibu yang tidak mau disebutkan namanya, Minggu (25/5).
Seorang ibu yang hendak membeli beberapa roti, dan sudah mengantri panjang, ketika hendak membayar secara cash ditolak oleh kasir toko roti.
Baca Lainnya :
- Tak Pakai Helm hingga Lawan Arus? Kini Langsung Tertangkap ETLE Handheld di Kota Tangerang
- Kejati Banten Diduga Lamban Tangani Lapdu LSM Barata
- Baznas Kabupaten Blitar Hadir Dengan Konsep Nyata Bedah Kesenjangan Sosial dan Ekonomi
- DPRD Kota Tangerang Desak RDF Dibangun di Tiap Kecamatan, Sampah Rawa Kucing Bisa Berkurang Drastis
- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
"Tidak bisa pakai uang cash Bu, pembayaran hanya bisa pakai cara digital, karena ini aturan dari management toko kami Bu," ujar kasir tersebut menjelaskan kepada ibu tersebut.
Beberapa saat ibu tersebut sempat kebingungan karena tidak siap dengan pembayaran digital.
Penulis melihat ibu tersebut menanyakan kepada suaminya apa punya aplikasi yang bisa membayar roti tersebut. Sepertinya suaminya pun tidak mempunyai aplikasi untuk pembayaran digital.
Penulis dalam hal ini tidak anti dengan perkembangan teknologi, dan menerima perkembangan teknologi termasuk untuk setiap pembayaran yang memakai cara digital.
Tetapi menurut penulis, pihak management toko roti tersebut seharusnya juga tetap bisa menerima pembayaran secara cash atau manual.
Menurut penulis tidak semua masyarakat siap dengan pembayaran secara digital, dan masih ada yang hanya siap melakukan pembayaran secara manual.
Semoga menjadi perhatian bagi management dari toko apa saja, untuk permasalahan ini.
Penulis : Johan, Pimred megapolitanpos com.















