- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Instrumen Utama Tindak Lanjut Program Perlindungan Sosial
- Bamsoes dan Mayjen TNI Arnold Ritiauw: Dua Tokoh, Satu Semangat Pengabdian untuk Indonesia
- Kemenkop: Kampus Akan Menjadi Rumah Baru Bagi Gerakan Koperasi
- Bazar Peduli Ramadhan di Majalengka Diserbu Warga, Sembako hingga Pakaian Murah Laris Manis
- Kejari Majalengka Bongkar Dugaan Korupsi Hibah KONI 2024 - 2025
- Ramadhan Berkah Sekertaris DPDC PDI-Perjuangan Bagikan Bingkisan Lebaran untuk Ratusan Warga
- Akses Jalan Total Persada Periuk Kota Tangerang Masih Lumpuh
- Ateng Sutisna Luncurkan Website Resmi, Buka Kanal Aspirasi Warga Jabar IX
- Program SAE Ramadhan Fest 2026 Kiat Anggia Emarini Majukan Pelaku UMKM Blitar
- Sidak Lampu Hias Kota Muara Teweh, Bupati Pastikan Suasana Ramadhan dan Jelang Lebaran Semarak
Toko Roti di TangCity Menolak Pembayaran Manual, Dikeluhkan Seorang Ibu

Keterangan Gambar : Ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM, KOTA TANGERANG - Sebuah toko roti di TangCity Mall menolak pembayaran uang cash atau manual, dan hanya menerima pembayaran secara digital, dikeluhkan oleh seorang ibu yang tidak mau disebutkan namanya, Minggu (25/5).
Seorang ibu yang hendak membeli beberapa roti, dan sudah mengantri panjang, ketika hendak membayar secara cash ditolak oleh kasir toko roti.
Baca Lainnya :
- Bazar Peduli Ramadhan di Majalengka Diserbu Warga, Sembako hingga Pakaian Murah Laris Manis
- Kejari Majalengka Bongkar Dugaan Korupsi Hibah KONI 2024 - 2025
- Ramadhan Berkah Sekertaris DPDC PDI-Perjuangan Bagikan Bingkisan Lebaran untuk Ratusan Warga
- Akses Jalan Total Persada Periuk Kota Tangerang Masih Lumpuh
- Ateng Sutisna Luncurkan Website Resmi, Buka Kanal Aspirasi Warga Jabar IX
"Tidak bisa pakai uang cash Bu, pembayaran hanya bisa pakai cara digital, karena ini aturan dari management toko kami Bu," ujar kasir tersebut menjelaskan kepada ibu tersebut.
Beberapa saat ibu tersebut sempat kebingungan karena tidak siap dengan pembayaran digital.
Penulis melihat ibu tersebut menanyakan kepada suaminya apa punya aplikasi yang bisa membayar roti tersebut. Sepertinya suaminya pun tidak mempunyai aplikasi untuk pembayaran digital.
Penulis dalam hal ini tidak anti dengan perkembangan teknologi, dan menerima perkembangan teknologi termasuk untuk setiap pembayaran yang memakai cara digital.
Tetapi menurut penulis, pihak management toko roti tersebut seharusnya juga tetap bisa menerima pembayaran secara cash atau manual.
Menurut penulis tidak semua masyarakat siap dengan pembayaran secara digital, dan masih ada yang hanya siap melakukan pembayaran secara manual.
Semoga menjadi perhatian bagi management dari toko apa saja, untuk permasalahan ini.
Penulis : Johan, Pimred megapolitanpos com.
















