- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
Toko Roti di TangCity Menolak Pembayaran Manual, Dikeluhkan Seorang Ibu

Keterangan Gambar : Ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM, KOTA TANGERANG - Sebuah toko roti di TangCity Mall menolak pembayaran uang cash atau manual, dan hanya menerima pembayaran secara digital, dikeluhkan oleh seorang ibu yang tidak mau disebutkan namanya, Minggu (25/5).
Seorang ibu yang hendak membeli beberapa roti, dan sudah mengantri panjang, ketika hendak membayar secara cash ditolak oleh kasir toko roti.
Baca Lainnya :
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Sebanyak 19 Ribu keluarga Miskin PBP Kota Blitar Menerima Bantuan
"Tidak bisa pakai uang cash Bu, pembayaran hanya bisa pakai cara digital, karena ini aturan dari management toko kami Bu," ujar kasir tersebut menjelaskan kepada ibu tersebut.
Beberapa saat ibu tersebut sempat kebingungan karena tidak siap dengan pembayaran digital.
Penulis melihat ibu tersebut menanyakan kepada suaminya apa punya aplikasi yang bisa membayar roti tersebut. Sepertinya suaminya pun tidak mempunyai aplikasi untuk pembayaran digital.
Penulis dalam hal ini tidak anti dengan perkembangan teknologi, dan menerima perkembangan teknologi termasuk untuk setiap pembayaran yang memakai cara digital.
Tetapi menurut penulis, pihak management toko roti tersebut seharusnya juga tetap bisa menerima pembayaran secara cash atau manual.
Menurut penulis tidak semua masyarakat siap dengan pembayaran secara digital, dan masih ada yang hanya siap melakukan pembayaran secara manual.
Semoga menjadi perhatian bagi management dari toko apa saja, untuk permasalahan ini.
Penulis : Johan, Pimred megapolitanpos com.
















